Topeng

Topeng
Chapter 16


__ADS_3

"Kayanya dia bukan pemain biasa deh!" Auristela berucap diantara ke 5 inti basket yang kini tengah berkumpul dibangku penonton


Posisinya sekarang Auristela berada ditengah-tengah dengan Adelard di samping kanannya dan Yeeshai di samping kirinya. Di belakang Yeeshai ada Brady, di sampingnya Brady ada Galen, lalu David.


"Bisa jadi, hasil seleksi dia nilainya lumayan." ucap Adelard menyahuti Auristela


"Tapi sikap dia itu seolah-olah dia ngeremehin kita semua!" Yeeshai tampaknya masih emosi


"Bener tuh! Dikira eskul basket kita ini mainan apa?! Kaya gak tau skill kita aja!" Brady tampak memanasi


"Jangan kompor, Brad!" peringat Adelard


"Yeeshai, mending lo tenang dulu deh! Jangan sampai karena emosi lo itu, yang harusnya kita bisa mudah ngalahin tuh Adkel, malah berantakan. Apalagi sampai kalah!" David ikut nimbrung


"Lo ngeremehin gue?!" Yeeshai yang dasarnya suasana hatinya buruk, tentu tak menyambut baik ucapan David.


Melihat suasana yang tampak keruh, Galen mencegah David untuk berkomentar lagi.


Auristela yang berada di samping Yeeshai, memegang sebelah bahu cowo itu. Yeeshai seketika mengalihkan pandangannya ke arah Auristela.


Auristela menatap Yeeshai, "Yeeshai, tenang oke!"


Yeeshai mengalihkan pandangannya sembari berdecak.


"Lo-


Greb!


Auristela yang tak siap mendapat pelukan tiba-tiba dari Yeeshai, hampir saja terjengkang jika Adelard tidak menahan tubuhnya.


"Lo apa-apaan sih?! Lepasin pelukan lo itu!" Adelard berusaha menahan emosinya. Siapa yang tak emosi melihat pacarnya dipeluk oleh sahabatnya sendiri? Adelard tak mempermasalahkan para sahabatnya dekat dengan Auristela. Bahkan meski itu Galen sekalipun, dia masih mencoba memaklumi. Tapi kalau sudah kontak fisik apalagi pelukan seperti ini, Adelard tentu saja tak terima.


"Please, gue lagi banyak pikiran akhir-akhir ini! Izinin gue peluk Auristela sebentar aja!" ucap Yeeshai memohon. Masih keadaan memeluk Auristela.


Auristela melirik ke arah Adelard, meminta pendapat cowo itu. Adelard menghela nafas kasar. Dia akhirnya terpaksa mengangguk pada Auristela.


Dengan ragu-ragu Auristela membalas pelukan Yeeshai dengan kaku. Dia saja jarang berpelukan dengan Adelard, gimana dia bisa menghadapi pelukan Yeeshai. Apalagi Yeeshai sekarang malah makin mempererat pelukannya.


"Gak habis pikir gue sama lo. Bisa-bisanya modus sama pacar sahabat sendiri. Jelas-jelas lo keliatan baik-baik aja!" celetuk Brady memandang Yeeshai jengah


"Kayanya harus ada yang gantiin lo tanding!" ucap Galen datar. Iri dia. Bisa-bisanya Yeeshai yang belum lama damai dengan Auristela udah main pelukan aja.


"Gak! Harus gue pokoknya yang ngadepin si songong itu!" balas Yeeshai dengan suara agak teredam di bahu Auristela.

__ADS_1


"Ya udah lepas!" ucap Adelard lumayan sinis


Auristela menepuk kecil punggung Yeeshai, "Udah ya." ucapnya sedikit takut menyinggung


Yeeshai menghela nafas lelah. Dia akhirnya dengan terpaksa melepas pelukannya. "Sorry." gumamnya dan hanya Auristela saja yang mendengarnya


"It's oke, gapapa!" Auristela balas bergumam sebelum pelukan mereka benar-benar terlepas.


Baru saja terlepas dari pelukan Yeeshai, Auristela langsung ditarik oleh Adelard dan dikukung dalam pelukan cowo itu. Adelard mengendus bau tubuh Auristela. Dia langsung saja menatap sinis ke arah Yeeshai,


"Pakai parfum berapa botol lo? Bisa nempel banget gini baunya!" ucapnya tak suka


Yeeshai yang dikatain seperti itu hanya memutar bola matanya malas.


"Udah sana! Udah mau tanding!"


Dengan sedikit malas, Yeeshai bangkit berjalan ke arah Fillo yang posisinya berada di samping kiri tidak jauh dari mereka.


____


"Lo lagi kenapa sih?! Bisa-bisanya nantangin tim inti!" cerca salah satu teman Fillo. Neo , namanya.


"Fil, lo ga lupa tujuan kita sekolah disini, 'kan?" ucap salah satu temannya lagi. kali ini lebih tenang. Tapi tetap saja Fillo merasa tak nyaman.


"Gue inget Revian. Maaf!" ucapnya merasa bersalah


"Gue- gue cuman sebel aja diremehin sama 2 diantara mereka! Kalian tau kan gue paling gak suka kalau ada yang remehin gue apalagi cuman gara-gara muka gue ini!"


Revian menghela nafas, "Fil, lo udah gede. Lo harus bisa sering kontrol diri lo. Jangan suka gegabah. Bukannya kita ngeremehin kemampuan lo apa gimana. Tapi dari lo nantangin mereka aja, presepsi mereka sama lo udah buruk." ucap Revian berusaha sabar memberi pengertian


"Tau ni anak! Dikira gampang apa ngelawan tim inti yang udah dilatih sedemikian rupa dan juga udah bolak-balik nyabet juara?!" Neo berucap malas dengan sedikit jengkel.


"Udah lo berdua! Bukannya dukung temen sendiri, malah mojokin terus!" ucap salah satu dari peserta seleksi yang ikut mendaftar


"Udah biarin aja! Lo keren Fillo berani nantang mereka!"


"Muka boleh kaya bayi! Tapi mental harus sekuat baja!"


Mendengar sahutan itu, Neo berdecak kesal. Sedangkan Revian menghela nafasnya.


Revian menepuk bahu Fillo, "Sekarang persiapin diri lo. Semoga lo menang meski kemungkinannya kecil. Gue berharap ada keajaiban!" ucapnya


Fillo mengangguk. Cowo itu menegakan posisinya duduknya. Menghela nafas percaya diri.

__ADS_1


Tak lama dari itu, dia berdiri ketika tim inti yang ia ketahui bernama Yeeshai itu menghampiri dirinya.


Melihat Yeeshai seperti ini, Fillo merasa melihat sosok lain. Bukan lagi sosok Playboy yang suka berkata manis dan selalu melebarkan senyumnya.


Tak ada perkataan yang keluar dari salah satu keduanya. Keduanya hanya sama-sama diam menatap satu sama lain.


Hingga kedatangan seorang cewe mengusik mereka.


"Lagi ada apa?" tanya Adara


Fillo yang tadi lengannya di tepuk oleh Adara, menoleh ke arah cewe itu.


"Mending lo duduk sekarang. Gue mau tanding sama Kak Yeeshai!" ucapnya


Mata Adara melotot sempurna, "Lo gila?!" ucap Adara tertahan. Gak mungkin lah dia teriak, malu.


"Iya! Udah sana duduk!" Fillo langsung mendorong-dorong kecil Adara.


Dengan terpaksa, Adara duduk di tempat Fillo tadi. Tepatnya di tengah-tengah kedua teman dekat Fillo.


"Kenalin, Revian. Dan di samping kiri lo itu, Neo. Kita yang paling deket sama Fillo. Sedangkan yang lain, ada beberapa yang pernah satu SMP, ada juga yang baru kenal gak lama ini karena basket!" Revian berinisiatif mengajak perkenalan, tak mau Adara merasa tak nyaman.


Adara menoleh ke arah Revian, "Adara, teman sebangku Fillo!" balasnya


"Ternyata Fillo emang punya temen cowo! Mana ganteng-ganteng lagi!" batin Adara


Disisi lain, terlihat Clarinta dan Nerissa ikut bergabung bersama Auristela dan yang lainnya.


"Mau ada apa sih, Kak?" tanya Clarinta penasaran


"Ada Adkel, nantangin tanding sama Yeeshai!" balas Auristela


"Gila, berani bener!"


Sedangkan saat ini, ditengah lapangan, terlihat Adelard sedang memberi arahan pada 2 orang yang akan bertanding itu. Dan tak lama, pertandingan pun di mulai.


...----------------...


TBC


Akhirnya bisa double up!


Makasih buat yang masih setia nunggu✨.

__ADS_1


Jangan lupa, Like, komen and *Share yah!


See you👋*


__ADS_2