
Adelio berasa jadi kambing congek ada di tengah-tengah Auristela dan Zayyan.
Ia juga tidak menyangka Zayyan dan Auristela terlihat sangat akrab, bahkan ia baru kali ini melihat Auristela tertawa lepas bercanda dengan Zayyan, Kakak kelasnya.
Bahkan Tidak menggunakan embel-embel 'Kak' mereka pakai 'lo-gue'.
"Apa mereka... Aish! Udahlah mungkin mereka akrab karena tahun kemaren ikut OSN bareng!" batin Adelard berkecamuk.
"Eh lo ngapa godain gue mulu! Tuh si Adelio dianggurin!" tegur Auristela
Zayyan malah cengengesan menghadap Adelio, lalu ia kembali menghadap Auristela dengan senyuman manisnya.
"Hehehe iya nih! Kalau udah ketemu lo udah lupa semuanya!" goda Zayyan sambil mengedipkan satu matanya ke Auristela
Auristela terkekeh, "Gembel terussss!"
"Gombal kali, Neng!"
"Yayaya serah Abang aja deh!"
"Duh meleleh nih dipanggil Abang sama Dedek!"
" Jijik alay! Udah ah!"
Lalu mereka berdua tertawa lagi.
Adelio yang melihat itu menatap mereka kesal. Auristela yang merasa Adelio sedari tadi diam pun mengajaknya berbicara
"Maaf ya, Ade! Ni biasa nih kalau udah ketemu suka gini! Yang lain berasa gak dipeduliin!" ucap Auristela, nadanya sangat bersahabat bahkan nyaris seperti sedang bercanda
Kretek!
__ADS_1
Mungkin begitulah suara bunyi hati Adelard yang hanya dianggap angin lalu oleh mereka.
"Haduh Dedek bisa aja! Baper nih!"
canda Zayyan
Auristela tertawa lagi, "Udah-udah ah! Kasian nih Ade!"
Zayyan tiba-tiba saja memberengutkan bibirnya.
"Kok kamu panggil dia Ade sih!" ucap Zayyan pura-pura kesal
Sebenernya Adelio udah pengin muntah aja lihat drama ini. Tapi ya mending diem aja.
"Dih gak usah cemburu! Namanya kan Adelio!"
"Abang ngambek nih Dedek!"
"Udah ah! Canda mulu! Nih lo kan suruh pendekatan sama Adelio!"
Auristela yang mulai kesal pun mencondongkan tubuhnya menoyor kepala Zayyan, membuat Zayyan meringis.
"Bercanda mulu ih!" kesalnya
Adelio merasa semakin terbakar
"Astagfirullah sakit nih!"
"Lebay!" ketus Auristela
"Jangan ketus-ketus atuh, Neng!"
__ADS_1
"Udah diem!"
Zayyan ketawa ngakak! Ia senang bisa menjaili Auristela.
"Maaf yah Adelio!" ucap Zayyan
"Gak papa, Kak!" balas Adelio.
Dalam hati Adelio ngakak, jijik banget dia manggil Kakak kelas pake embel-embel 'kak' bukan gayanya banget.
"Kak? Zayyan aja! Berasa tua banget gue! Zayyan aja udah biar akrab!" balas Zayyan
Auristela tertawa, "Dih emang lu udah tua kali! Hahaha!"
"Diam kau!" canda Zayyan.
Auristela menjulurkan lidahnya.
"Kalian kok kayanya deket banget yah?" celetuk Adelard yang sudah tidak tahan untuk bertanya.
Zayyan dan Auristela saling pandang
"Lo kaku banget sih elah! Sans aja kali sama kita-kita mah!" ucap Zayyan mengalihkan perbincangan
"Iya Ade! Gue kan juga udah pernah bilang, kalau sama gue, maksudnya sekalian juga sama Zayyan, lo gak usah gak enakan, dibuat rileks aja!" tambah Auristela yang paham akan kode Zayyan
"Iya! Jangan terpengaruh rumor! Biasalah orang syirik! Ya gak, Ris?" tanya Zayyan.
Auristela tersenyum tipis, ia meringis baru sadar kalau rumornya itu yang membuat Adelio si anak baru bahkan sampai berhati-hati banget jika berinteraksi dengannya. Berasa Auristela monster apa yah?!
Adelio dari awal berinteraksi dengan Auristela juga tidak terlalu percaya rumor. Tapi kadang ia bingung, karena sifat Auristela yang berubah-ubah tak nentu kepada orang-orang membuatnya bingung.
__ADS_1
Tapi entah kenapa melihat interaksi Zayyan dan Auristela membuatnya melihat sisi lain dari Auristela.
Zayyan itu...Dia siapa? Kok bisa Auristela sehumoris ini dengannya.