
Adelard memasuki Rumah dan sudah disambut oleh Papa, Mama, Adiknya dan tak lupa para sahabatnya. Btw tadi Adelard pulang naik taksi.
Adelard tersenyum sambil mengangkat Piala dan Sertifikat kemenangannya.
"Wihhh hebat!!!" seru Adara, langsung mengambil Piala Adelard dan seketika Piala itu jadi rebutan Brady dan Yeeshai.
"Rusak awas aja! Punya sekolah tuh!" peringat Adelard
Brady dan Yeeshai memasang wajah pura-pura terkejut.
"Wahhh si cupu udah berani, Brad!" ucap Yeeshai
"Sikat!" balas Brady ikutan.
Adelard tersenyum sombong. Ia melepaskan kacamatanya dan melemparkannya begitu saja, dan dengan sigap Adara menangkapnya.
"Woooo!"
Adelard menyerahkan Sertifikatnya pada Freya dan di terima Freya dengan kekehan. Ia mengeluarkan seragamnya dari celana dan membuka 2 kancing teratas seragamnya.
"Woooo!"
Setelah itu Adelard mengacak-acak rambutnya dan menyampirkan tasnya di bahu sebelah kanan
"Woooo!"
Adelard dengan sigap menangkap kacamata hitam yang Brady lemparkan dan dengan sombongnya ia memakai kacamata itu.
"WOOOOO, KEREN! KEREN!" seru semuanya sambil bertepuk tangan kecuali Galen yang hanya mendengus dengan kegilaan mereka.
"Ini baru Adelard si pangeran sekolah kita yang Badboy!"
__ADS_1
"Kamera mana kamera!"
"Karpet merah! Karpet merah!"
Adelard terkekeh menanggapinya. Brady dan Yeeshai mendekatinya lalu merangkul bahunya dan membawanya naik ke lantai atas diikuti Galen.
"JANGAN LUPA NANTI TURUN MAKAN MALAM!" teriak Freya
"SIAP TANTE!" balas Brady dan Yeeshai ikut berteriak.
Mereka bertiga memasuki kamar Adelard. Adelard melepaskan kedua rangkulan sahabatnya itu.
"Gue belum mandi elah! Gue mau mandi dulu!" ucap Adelard
"Yeee, pantes lo bau!" ejek Brady
"Gue wangi ya!" balas Adelard tak terima
"Pede banget! Dah sana mandi! Hus!" usir Brady
"Gal! Lanjut main PS kuy!" ajak Brady dan hanya dibalas anggukan oleh Galen. Mereka berdua mulai main.
"Gak gantian sama gue nih?" ucap Yeeshai memperhatikan permainan mereka berdua.
"Jelek lo mah mainnya!" balas Brady mengejek, tanpa mengalihkan fokusnya pada permainan di depannya.
"Heh! Enak aja lo kalo ngomong!" balas Yeeshai tak terima
"Kenyataan!" balas Brady
Belum sempat Yeeshai membalas, suara Galen terdengar,
__ADS_1
"Game bukan mainan lo! Mainan lo itu cewe!" ucap Galen datar
Jleb!
"HAHAHA! NJIRRR NGAKAK!" tawa Brady
Yeeshai mendengus. Ia memilih mojok di sofa memainkan ponselnya.
Tak lama Adelard keluar dari kamar mandi dengan baju santainya. Ia mengambil tas dan kacamatanya dan menaruhnya di tempat yang seharusnya. Adelard mengambil perlengkapan sholat dan mulai melaksanakan shalat maghrib. Setelah selesai, Adelard mulai merapikannya kembali.
Ia melirik kegiatan teman-temannya. Ada Brady yang bolak-balik mengumpat dan Galen yang tampak tersenyum remeh menanggapi kekesalan Brady. Adelard terkekeh melihat itu, lalu ia mengerutkan kening saat pandangannya melirik ke arah sofa mendapatkan Yeeshai yang tampak kesal dengan ponselnya. Sepertinya Yeeshai tengah bermain game. Tumben sekali cowo itu bermain game, pikir Adelard.
Adelard memilih mendekati Yeeshai dan duduk di sebelahnya.
"Tumben lo main game," ucapnya
"Diejek Galen tadi!" bukan Yeeshai, melainkan Brady lah yang menyahut membuat Yeeshai memutar bola matanya.
Adelard mengerutkan kening, " Diejek gimana?" tanya Adelard
"Kata Galen, seorang Yeeshai Vincent gak ahli main game. Ahlinya dia itu mainin cewe! Hahaha!" balas Brady membuat Adelard terkekeh dan Yeeshai mendengus.
"EH, ANJIR GUE KALAH!"
"HAHAHA MAMPUSSSS!"
"NGAKAK!"
"Bocah!"
"KAK!!! AYO TURUN! KITA SHALAT ISYA BERJAMA'AH! UDAH ADZAN NIH!"
__ADS_1
teriak Freya dari bawah sana.
Seketika semuanya beranjak dan keluar dari kamar Adelard.