Topeng

Topeng
Chapter 2


__ADS_3

Jam pulang sekolah keempat Most wanted itu menghadiri pertemuan eskul basket sebagai pengawalan di tahun ajaran baru.


Auristela pun ikut menemani mereka. Dia duduk di kursi penonton. Saat ini mereka memilih dilapangan outdoor meski sebenarnya ada juga lapangan indoor.


Auristela hanya memperhatikan para anak basket yang sedang diberi arahan oleh Coach mereka. Tak lama Coach pergi dan otomatis Adelard yang menggantikan memimpin.


Sepertinya Adelard dan Galen tidak main-main memberi hukuman. Buktinya sekarang Brady benar-benar mengelilingi lapangan yang luas ini. Poor Brady.


Lain dengan Brady, yang lain memilih melanjutkan diskusi.


Auristela beranjak. Dia hendak ke kantin membeli minum dan sedikit camilan untuk keempatnya.


Auristela kembali lagi. Lengkap dengan botol minum dan juga camilan. Auristela memperhatikan Brady. Entah sudah berapa putaran, Brady sudah terlihat lelah. Auristela tak tega melihatnya. Tak lama Brady selesai. Brady menghampiri tempat duduk Auristela, berbaring di lapangan tepat di depan cewe itu.


"Huh! Sabar banget gue. Huh! Dasar Galen! Cowo Lo juga tuh Ra! Huh!" gerutu Brady meski masih ngos-ngosan.


Auristela terkekeh. Dia berjongkok di samping Brady, menatap wajah Brady sembari tersenyum manis. Dia menyodorkan botol air mineral ke arah Brady.


"Duduk dulu, Brad! Minum dulu!" ucapnya


Dengan perasaan malas Brady duduk. Dia langsung menerima Air mineral dari Auristela. dengan segera dia membuka tutup botolnya dan langsung meminumnya.


Setelah Brady selesai minum, Auristela menyerahkan handuk cowo itu yang dititipkan padanya. Bukan hanya Brady, ketiga cowo yang lainnya juga menitipkan barang-barang mereka pada Auristela.


Selagi Brady mengelap keringatnya, Auristela menyalakan kipas elektrik kecil ke arah Brady yang ia ambil dari Clarinta. Cuaca hari ini cukup panas meski sedikit berangin.


"Sejuk ga?" tanya Auristela


"Lumayan! Perhatian banget si lo! Jadi gemes guenya!" ucap Brady dengan tak tau malu ya mencubit pipi Auristela gemas.


Auristela hanya terkekeh menanggapi.


"GAK USAH SENTUH-SENTUH CEWE GUE LO, BRAD! MAU GUE TAMBAHIN HUKUMAN LO, HAH!!!"


Adelard berteriak keras, mengagetkan keduanya.


"Busetttt pawangnya ngamuk!" celetuk Brady, lalu menoleh ke arah Adelard, "POSESIF AMAT ELAH! SALAH SENDIRI BIKIN GUE DIHUKUM!"


Brady balas meneriaki Adelard


"BERANI LO HAH!"


"AMPUN DAH AMPUN! PEACE!! DAMAI KITA, DAMAI!"


Sumpah. Auristela benar-benar terhibur. cewe itu sampai tertawa sembari menutup mulutnya. Merasa terhibur.


"SAYANG JANGAN KETAWA! BANYAK YANG TERPESONA NIH!"


Sontak Auristela menghentikan tawanya dan melotot ke arah Adelard. Benar-benar malu-maluin deh!.

__ADS_1


"Alay banget pacar lo dah!" julid Brady.


Auristela tak menghiraukan, dia melihat ke arah lapangan. Sekarang mereka sedang berlari keliling lapangan. Mungkin mereka akan melakukan latihan ringan sebagai permulaan.


Saat sesi pemanasan, Brady akhirnya ikut bergabung. Kemudian mereka melakukan latihan ulang teknik-teknik dasar. Dan terakhir membagi menjadi 2 kubu dengan pertandingan ringan. Tidak terlalu sengit. Mereka terkesan santai. Lagian masih awalan.


Akhirnya selesai. Auristela lumayan bosan juga melihat mereka latihan. Mungkin besok-besok Auristela akan membawa beberapa buku untuk mengalihkan rasa bosannya. Sambil belajar mungkin. Karena nyatanya bagi Auristela hp nya tak seseru itu. Sepi. Taulah, Auristela tidak mempunyai teman cewe. Teman cowo pun hanya mereka berempat dengan salah satunya yang menjabat sebagai kekasihnya. Auristela bahkan tak pernah berfikir bisa berada dilingkaran keempat cowo Most wanted itu. Apalagi kehadirannya juga sempat ditolak oleh Brady dan Yeeshai.


Keempatnya berjalan ke arah Auristela. Seperti biasa Adelard yang memimpin. Adelard benar-benar poros dari keempatnya.


Auristela berdiri, memberi minum kepada Adelard dan juga yang lainnya. Tak lupa ia juga menyerahkan handuk mereka masing-masing. Kecuali Adelard. Auristela sendirilah yang berinisiatif mengelap keringat cowo itu. Adelard tersenyum dibalik kegiatan meminumnya itu.


"Iri banget gue lihat mereka!" celetuk Brady menatap iri keduanya


"Kasian yang jomblo dari lahir!" ejek Yeeshai


Brady mendengus mendengarnya. Lain dengan keduanya, Galen merasa, meski raganya sedang minum, tapi rasa panas dalam dirinya tak kunjung hilang, malah mungkin bertambah panas. Dia cemburu hey!.


"Berada disituasi gini tiba-tiba gue keinget lagunya Armada deh, Brad!" celetuk Yeeshai tiba-tiba


Brady sang sedang mengelap keringatnya mengernyit bingung, "Hah? Apaan? Lagu yang mana?" tanyanya bertubi-tubi


Yeeshai tersenyum penuh arti, "Udah lama sih sebenarnya lagunya! Sempet viral juga beberapa tahun lalu."


"Yang mana dah?!"


"Giniloh Brad, Harusnya aku yang disana..."


"Pfttt, Kasian amat dah ice boy kita satu ini!" ledek Brady masih dengan tawanya


Galen yang sedang mengelap keringatnya menatap tajam keduanya.


"Awas lo berdua!" ancamnya


Entah kenapa mendengar nada mengancam dari Galen, Yeeshai teringat akan dia yang pernah dikurung di kandang ayam milik Galen. Dia bergedik ngeri. Mirislah dia, apalagi dia sering banget ngusik Galen. Yeeshai seketika mendekat ke arah Galen dan menyatukan kedua tangannya ke depan Galen.


"Ampun Baginda! Tolong jangan hukum rakyatmu ini Baginda!" Yeeshai memohon-mohon bak drama kerajaan.


Galen mendengus dan segera menyingkirkan Yeeshai dari hadapannya. Benar-benar mengganggu pemandangan!.


Disisi lain Auristela menatap bingung Yeeshai yang memohon-mohon seperti itu kepada Galen, "Mereka kenapa?" gumamnya


Adelard yang mendengarnya melirik sekilas ke arah Yeeshai yang sedang mengikuti Galen bak anak ayam.


"Biasa, paling bikin ulah lagi sama Galen. Trauma mungkin dia sama hukuman Galen." Adelard menjelaskan tanpa diminta


Auristela mengernyit. Dia menyalakan kipas elektrik tadi dan mengarahkannya ke wajah Adelard.


"Emang pernah buat salah apa? Terus dihukum apa emang?" tanyanya penasaran.

__ADS_1


Melihat raut penasaran Auristela, membuat Adelard menahan gemas. Dia mencium sekilas pipi kanan Auristela yang beberapa waktu lalu dicubit oleh Galen.


Auristela memukul lengan Adelard menahan kesal. Dia malu. Masih banyak anak-anak basket di sekeliling mereka.


Melihat adegan itu, Brady langsung menghampiri keduanya. Dia mengambil kipas elektrik dari tangan Auristela, "Daripada ni kipas jadi obat nyamuk, mending gue aja yang pake!" ucapnya lalu berlalu begitu saja.


Adelard kesal dibuatnya. Hendak menghampiri Brady, namun lengannya di cekal oleh Auristela.


"Udah biarin. Jawab yang tadi dong!"


Adelard mengacak rambut Auristela gemas. Dia menuntun Auristela untuk duduk di kursi penonton. Auristela menyodorkan Snack yang ia beli pada Adelard dan diterima baik oleh cowo itu.


"Si Yeeshai dulu kan mulutnya cabe banget ke kamu. Akhirnya dihukum Galen gitu dikurung dikandang ayam. Meski rada suka sama ayam, tapi kalau dikurung kaya gitu mana tahan lah dia! Hahaha!"


Kalau diingat-ingat Adelard jadi ingin tertawa. Apalagi mengingat teriakan Yeeshai waktu itu.


"Jahat banget. Aku jadi ngerasa bersalah."


Adelard mengusap rambut Auristela, "Udah jangan dipikirin. Gak papa. Yeeshai juga baik-baik aja. Dia juga ga dendam sama Galen."


Auristela mengangguk meski dalam dirinya masih merasa bersalah.


Brady mendekat ke arah keduanya, begitupun dengan Galen yang diikuti oleh Yeeshai.


Auristela memberikan Snack kepada ketiganya yang diterima baik oleh mereka bertiga.


"Yeeshai!" panggil Auristela, membuat Yeeshai yang sedang membuka bungkus Snack itu menoleh ke arahnya


"Gue minta maaf yah, gara-gara gue lo pernah dikurung dikandang ayam oleh Galen."


Yeeshai terkejut mendengar itu. Ah, pasti Adelard yang bercerita, pikirnya.


Lain dengan Yeeshai yang tampak terkejut, Brady malah tertawa mengingat tentang hal itu.


Tak menghiraukan Galen, Yeeshai menatap ke arah Auristela, "Gak papa kok, Ris! Sans aja! Salah gue juga! Harusnya gue yang minta maaf udah ngeluarin kata-kata pedes ke lo."


"Iya, Ris! Sans aja! Btw lo mau denger teriakan Yeeshai gak? Gue ada nih rekamannya!" tawar Brady


"Gak usah mulai deh lu!" Yeeshai mendelik sebal. Sekarang giliran dia yang dinistain Brady. Biasanya kan dia yang nistain Brady.


"Gak usah ngerasa bersalah, emang salah dia!" kali ini Galen yang berbicara pada Auristela, mencoba menenangkan. Dan tindakan Galen itu malah membuat Adelard mendelik. Menatap cowo itu sinis.


Auristela berantas lega. Benar kata Adelard, masalah yang dulu cukup dijadikan pelajaran. Semuanya sudah selesai. Tidak ada dendam, kebencian dan permusuhan lagi. Auristela bersyukur dengan itu.


...----------------...


Masih sama mereka berlima yah!


**TBC

__ADS_1


Jangan lupa vote, komen and share yah**!!!


__ADS_2