Topeng

Topeng
Kembali atau Hancur?


__ADS_3

Ting!


...My Mateđź–¤...


Coba cek laci.


___


Adelard mengernyit membaca pesan dari kekasihnya itu. Dia melirik Auristela di depannya yang sudah siap untuk pulang. Adelard ingin mencegah, tapi cewe itu sudah berlalu.


“Pulang.” ajak Galen kepada Adelard bertepatan dengan Yeeshai dan Brady menghampirinya.


Adelard menoleh ke arah ketiganya, “Duluan aja, gue ada urusan.” ucapnya


Ketiganya hanya mengangguk dan berlalu meninggalkan Adelard sembari menepuk bahu cowo itu.


Setelah kelas sepi, Adelard merogoh laci mejanya. Hanya ada gulungan kertas yang diikat dengan pita warna hitam.


Adelard membuka gulungan itu.


...Tempat dimana kita bisa menemukan sesuatu untuk melihat dunia.


...


Adelard mengernyit membaca itu. “Melihat dunia. Eummm, apa yah? Handphone? Masa gue ke tempat penjualan handphone. Jendela? Kok gue dunggu banget. Peta dunia? Itumah cuman letak geografis. Apa yah?”


Pandangan Adelard tidak sengaja terarah pada buku tulis di depannya, “Buku... Ah iya, Perpus! Ck! Kenapa gue gak kepikiran buku yah? Buku kan jendela dunia! Ok ke perpus sekarang!”


Adelard segera mengemasi barang-barangnya dan segera melangkah ke perpustakaan.


Sesampainya di perpustakaan, Adelard sedikit flashbask tentang kenangannya bersama Auristela sambil berkeliling-keliling memutari perpustakaan.

__ADS_1


Saat di rak buku kimia, Adelard tak sengaja menemukan sebuah gulungan kertas persis seperti yang di lacinya.


Adelard menghentikan langkahnya, mengambil gulungan kertas itu. Adelard membukanya sembari melangkah ke arah meja yang dulu menjadi tempat ia dan Auristela belajar.


Adelard terduduk.


...Taman xxx jam 16.30...


Adelard seketika melotot. Dia melirik jam tangannya.


16.00


****!


Adelard segera bangkit keluar dari perpustakaan. Jam pulang sekolahnya yang diangka 15.30, membuat waktu bersiap-siapnya hanya sedikit.


____


Adelard menatap sekelilingnya. Sekarang dia harus apa?


Adelard akhirnya lagi-lagi memilih berkeliling sambil mengenang kebersamaannya dengan Auristela. Adelard merasa petunjuk-petunjuk yang Auristela berikan mengarah pada hal-hal yang berhubungan dengan mereka.


Tiba-tiba saja ada anak laki-laki yang menabraknya. Adelard ingin menegur, tapi anak laki-laki itu berlalu begitu saja. Adelard menatap ke bawah, ada sebuah kertas foto. Adelard mengambilnya, membalikan kertas foto tersebut.


Terpampang fotonya dan Auristela waktu dulu ia menggendong Auristela karena kalah saat balapan bersepeda. Adelard terkekeh namun juga ingin menangis. Cowo itu mendongak menatap langit, lalu kembali melangkah. Sekarang dia melangkah ke arah tempat sepeda berjajaran.


Adelard melihat seorang cewe duduk di sebuah sepeda dengan rambut diikat yang tertutup topi.


cewe itu mendongak dan seketika Adelard tau siapa itu.


Auristela

__ADS_1


Cewe itu tersenyum ke arahnya.


“Mau balapan sepeda lagi?” jeda “antara kembali atau hancur. Aku harap kali ini kamu bisa menangin ini kalau kamu milih kembali.”


Adelard seketika mengangkat kedua sudut bibirnya mendengar itu. Cowo itu segera mengambil salah satu sepeda, memasang topi di kepalanya dan melaju kan sepedanya duluan mendahului Auristela. Tentu dia tak akan melewatkan kesempatan ini. Harus menang pokoknya!.


Antara kembali atau hancur? Jelas Adelard memilih kembali.


Auristela hanya terkekeh dan ikut melajukan sepedanya.


Benar saja kali ini Adelard lah yang menang. Cowo itu turun dari sepedanya, menatap Auristela yang baru sampai.


Auristela ikut turun dari sepedanya. Dia langsung memeluk Adelard.


“Miss you!”


Adelard terkekeh sembari membalas pelukan Auristela, “Balikan kan?” godanya


Auristela mendongak, mengecup bibir Adelard singkat.


“Of course! Emang sejak kapan kita putus?” balasnya sembari tersenyum manis menatap Adelard.


Adelard menatap Auristela gemas. Dia mencubit kedua pipi kekasihnya itu. Kemudian memeluknya gemas.


Ah, akhirnya.


End.


...----------------...


Di tunggu extrapart nya ya besti!. Bakal ada kejutan dan sesuatu di balik layar.

__ADS_1


__ADS_2