
Keadaan kelas masih panas, bahkan meja dan kursi sudah tak rapi. Sepertinya mereka bertujuh ingin bersenang-senang setelah sekian lama tidak baku hantam.
Adelio yang melihat para sahabatnya bertarung hanya menyaksikan dan malah menarik Auristela untuk menjauh. Ia tak perlu maju, karena ketiga sahabatnya pasti mampu melawan orang tak berguna seperti mereka. Tapi jujur saja kadang Adelio ingin maju ikut melawan. Apalagi saat Elard dkk terus mengeluarkan kata-kata yang memancing emosi.
Lihatlah tidak ada yang memisahkan. Anak cowo tidak berani memisahkan, atau mereka kena batunya nanti. Anak cewe malah kebanyakan histeris menyaksikan mereka. Sudah lama di sekolah tidak melihat pertengkaran mereka, dan kali ini menyaksikan mereka lagi secara live sungguh seru. Ketampanan mereka terasa bertambah. Bu Danita sendiri memilih keluar kelas dan tinggal nanti menyeret mereka ke BK. Menghadapi mereka itu percuma, jadi tinggal tunggu mereka lelah saja.
Auristela yang tumben-tumbenan menyaksikan mereka mendengus, "Gak guna!" ucapnya sinis.
Entah memang suara Auristela keras atau gimana. Keramaian kelas langsung hening saat ia mengatakan kalimat itu. Semuanya berhenti dan diam. Auristela menaikkan satu alisnya menatap mereka, lalu memilih menarik Adelio di sampingnya untuk keluar dari kelas.
Setelah kepergian Auristela dan
Adelio, hening sesaat hingga akhirnya anak-anak mendengus dan mulai merapikan kelas yang berantakan.
Elard dkk dan Galen dkk saling melempar tatapan tajam dan keluar kelas. Di luar kelas mereka berpapasan dengan Bu Danita. Mereka menghela nafas kasar dan berjalan mengikuti Bu Danita ke ruang BK.
"Songong banget si Auristela!" kesal Keysa
"Lagi seru juga, sialan!" kesal Faranisa
"Arghhh, lihat pertarungan tadi kok gue jadi kangen gangguin tu anak lagi!" ucap Davina
Zhafira menyeringai mendengar ucapan Davina, "Hmmm, boleh juga!" ucapnya, membuat ketiganya menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Serius nih?" tanya Keysa
"Ayo-ayo ajalah!" ucap Zhafira
"Lu emang the best, Zhaf!" seru Keysa
"Ada rencana gak?" tanya Faranisa
"Gue pengin nyoba cara halus deh!" ucap Davina
"Oh ya gue lupa nunjukin kalian sesuatu! Ini udah lama banget sih sebenernya!" ucap Keysa
"Apaan?" tanya Faranisa
***
Adelio menurut saja ditarik Auristela. Tadi di depan kelas mereka sempat berpapasan juga dengan Bu Danita dan meminta izin keluar.
Auristela membawa Adelio ke kantin dan memesan makanan.
"Maaf bawa lo keluar," ucap Auristela
"Gak papa," balas Adelio
__ADS_1
"Kamu gak suka kejadian tadi yah?" tanya Adelio
Auristela menatap Adelio, lalu melipat kedua tangannya di meja,
"Mereka itu gak guna!" ucapnya
Sungguh ucapan Auristela memancing emosi Adelio sebenarnya, namun Adelio mencoba menahannya.
Auristela menegakkan badannya, "Tapi gue ngewajarin itu sih! Gimana lagi ya, cowo!" tambahnya
Adelio tersenyum tipis.
Auristela menunduk lagi, "Oh ya, selama lo berteman sama Galen dan yang lainnya lo pernah ada berantem sama Elard dkk?" tanyanya
Adelio menggaruk tengkuknya, "Gak juga sih! Waktu awal-awal juga udah kalah dibully sama Elard dkk"
"Oh iya," ucap Auristela mengingat-ingat.
Jujur saat mengatakan tadi Adelio jadi ragu apabila Auristela bisa menerima sosok ia sebagai Adelio yang lemah. Sepertinya ia terlalu berharap.
"Bagus deh kalau gak ikutan mereka!" ucap Auritela tiba-tiba
"HAH?!!"
__ADS_1