Topeng

Topeng
Simulasi OSN


__ADS_3

Bunyi bel jam ke 7 berbunyi. Langsung saja Auristela menengok ke arah kanan menghadap Adelio yang sedang membereskan buku-bukunya. Melihat itu, Auristela juga ikut membereskan buku-bukunya.


"Mau bawa tas gak?" tanya Auristela.


Kini mereka sama-sama menghadap belakang.


"Bawa aja sekalian gak papa kan?" tanya Adelio


"Oh ya udah deh," balas Auristela.


Lalu keduanya sama-sama berdiri, menyampirkan tas mereka di bahu lalu keluar dari kelas dengan beriringan. Tanpa sadar Galen sedari tadi sudah panas memperhatikan interaksi mereka.


***


"Zhaf! Lo curiga gak kalau Auristela dan si cowo cupu itu nantinya bakal ada hubungan?"


tanya Faranisa


"Menurut gue sih bisa aja!" bukan Zhafira yang menjawab, melainkan Keysa sambil menyeringai.


Ketiganya langsung memandang Keysa


"Apa yang buat lo berfikiran begitu?" tanya Davina


Pertanyaan itu sontak membuat Keysa semakin menyeringai.


"Kalian gak nyadar? Emang selama kita jatuhin Auristela, jebak dia. Dia emosi ke kita? Engga, kan? Dia lebih ke acuh, gak peduli. Bahkan sampai para sahabat Auristela sampai ikut ngejauhin cewe itu, apa Auristela sampai marah? Engga juga, kan? Dan baru 2 kali ini kita lihat cewe itu marah. Yang pertama waktu kita jebak dia dengan pura-pura minta diajarin ngerjain tugas. Bukannya hari itu pas Adelio sempet dibully sama Clarinta?. Dan yang kedua saat di kantin waktu kita bawa-bawa Adelio untuk mempermalukan Auristela dan cewe itu marah, gak suka kalau Adelio juga dibawa-bawa. Bukankah aneh? Bukan type Auristela banget langsung marah-marah gitu." jelas Keysa panjang lebar.

__ADS_1


Seketika semuanya termenung.


"Wahhh permainan seru nih kayanya!" seru Faranisa


Mereka semua menyeringai, kecuali Zhafira yang masih agak linglung.


***


Auristela dan Adelio berjalan bersisian menuju Ruang OSN. Kini mereka sudah di depan Lab Kimia atau yang terkadang juga digunakan untuk bimbingan OSN seperti saat ini.


Mereka menghentikan langkah mereka. Mereka saling berhadapan


"Duluan yah, Ris!" ucap Adelio


"Ok! Ganbatte* Adelio!" ucap Auristela memberikan semangat.


Adelio hanya tersenyum lalu masuk ke Ruangan.


"Hai Adelio! Akhirnya saya bisa bimbing kamu!" serunya sambil merangkul bahu Adelio. Tak lupa dengan senyum yang guru itu pancarkan.


Di sekolah ini persiapan OSN nya bisa tiga mingguan. Dua minggu siswa mempelajari materi sendiri dibantu peserta OSN tahun lalu. Sedangkan satu minggu yang tersisa mereka dibimbing oleh guru pembimbing.


Tapi guru pembimbing biasanya cuman mengetes seberapa kemampuan muridnya selama belajar sendiri. Dan akan ada penjelasan dan pengarahan yang lebih intensif tentang kekurangan-kekurangan murid tersebut.


Sekarang ini kemampuan Adelio sedang diuji oleh Bu Friska. Jam pertama diisi dengan mengerjakan soal-soal menggunakan kertas.


Lalu dilanjutkan sedikit bimbingan oleh Bu Friska.

__ADS_1


Jam kedua diisi dengan melakukan sesi tanya jawab dengan perbatasan waktu dalam menjawab soalnya.


***


"Bagus Adelio! Terus tingkatkan ya! Semoga berhasil! Besok yang bimbing berganti, jadi jangan mempermalukan Ibu sebagai guru Kimia di kelas kamu ya!" pesan Bu Friska sembari tersenyum lebar.


Adelio hanya tersenyum tipis, lalu ia menyalami Bu Friska. Bu Friska mulai melangkah keluar. Setelah itu Adelio membereskan barangnya. Ia menghembuskan nafas, menyender pada kursi, menutup matanya dan memijat pangkal hidungnya.


Hari yang melelahkan, pikirnya.


Tiba-tiba saja ada yang memijat kepalanya.


Adelio buru-buru membuka matanya dan mendongak. Hal yang ia temui adalah wajah Auristela yang sedang tersenyum manis padanya. Apa saking lelahnya hingga ia tidak menyadari kedatangan Auristela?.


"Cape banget ya disuruh mikir terus?" tanyanya Auristela masih memijat kepala Adelio.


Adelio tertegun sejenak mendengar suara lembut itu. Ia menatap wajah itu yang masih setia tersenyum padanya.vAdelio buru-buru tersadar. Ia menegakan tubuhnya diikuti tangan Auristela yang menjauh dari m


kepalanya. Ia menatap Auristela,


"Lumayan melelahkan sih!" jawab Adelio singkat.


Auristela menghembuskan nafasnya, "Keluar yuk! Udah bel pulang!"ajaknya


Adelio hanya mengangguk.


Mereka berjalan bersisian lagi dan berpisah di Parkiran.

__ADS_1


...----------------...


*Ganbatte, artinya semangat dalam bahasa Jepang.


__ADS_2