Topeng

Topeng
Berantakan


__ADS_3

Rasanya malas sekali dengan kelas 11 MIPA 1 ini. Keadaan masih saja suram. Guru yang mengajar pun rasanya ingin segera keluar.


"Ibu akan berikan 1 lembar soal pada 2 orang.


Kelompoknya sesuai absen, bukan dengan teman semeja."


Argghh. Rasanya para murid sama frustasi.


Auristela mengangkat tangannya


"Iya ada apa Auristela?"


"Maaf lancang Bu, jika sesuai absen maka saya akan berpasangan dengan Adelard. Bukankah itu tidak adil?"


Mungkin bagi guru itu, yang diucapkan Auristela memang masuk akal. Adelard dan Auristela sama-sama pintar. Terkesan tidak adil untuk anak lain memang. Tapi menurut Adelard, itu hanya akal-akalan Auristela untuk menghindarinya.


Huh!.


"Tidak masalah Auristela. Lagian kelas ini adalah unggulan, mau 2 orang terpintar di kelas ini berpasangan pun tidak akan masalah bagi mereka."


Akhirnya mau tak mau Auristela harus kembali duduk semeja dengan Adelard. Canggung pastinya.


"Kita bisa bagi tugas kalau kamu ngerasa gak nyaman. Kamu no 1 sampai 10. no 11-20 biar aku aja yang ngerjain. Gak masalah, kan?" tanya Adelard meminta persetujuan


Bukannya menjawab, Auristela malah menatap Adelard dengan tatapan yang Adelard pun tidak dapat mengartikannya.


Adelard menghela nafas, dia mengambil hp dan memfoto lembar soal bagiannya.


Adelard mulai mengerjakan bagiannya. Entah kenapa Adelard rindu menjadi Adelio, padahal baru 2 hari dia menjadi diri sendiri.

__ADS_1


Dia rindu saat bisa mengerjakan tugas bersama Auristela. Saling bertanya dan mengarahkan, bahkan terkadang saling bercanda. Sungguh kegiatan yang menyenangkan. Apalagi setelah mereka berpacaran, kebersamaan mereka terasa lebih berwarna dan penuh rintangan.


Tentu sulit saat-saat semua warga sekolah menentang bahkan menghina hubungan mereka. Menghadapi Zhafira dkk. Elard dkk. sampai para sahabat Adelard sendiri. Meskipun saat itu Adelard tidak bisa berbuat apa-apa, tapi Adelard benar-benar tersentuh dengan ketulusan Auristela yang rela menghadapi semua rintangan itu untuknya yang waktu itu tidak begitu berharga.


Sungguh Auristela nya yang manis. Adelard bahkan masih merasakan pelukan Auristela yang menangis karena mengkhawatirkannya.


Adelard melirik Auristela yang kini sudah fokus dengan bagian soalnya.


Ah... sekarang mereka harus menjadi asing, lagi.


...----------------...


Adelard keluar kelas hendak menuju kantin, namun dipertengahan koridor, suara seseorang yang tak asing memanggilnya


"Lard, Adelard!" Itu suara Brady


Adelard menghela nafas malas. Please, dia sedang tidak ingin bertengkar saat ini apalagi dengan sahabatnya sendiri.


Adelard memandang mereka malas sembari menaruh salah satu tangannya di saku celana.


Sesampainya di hadapan Adelard, Brady melirik sekitarnya yang sedikit ramai. Mungkin tertarik dengan drama yang akan terjadi.


Brady memandang Adelard, "Lard, kita perlu bicara." ucapnya


Adelard mengangkat sebelah alisnya, "Yakin?"


Brady menghela nafas.


"Kita harus perbaikin persahabatan kita, Lard!"

__ADS_1


"Cih! Dengan mentingin ego kalian gitu?"


Sontak Yeeshai yang mendengarnya tak terima, "Disini gak cuma kita yah yang egois! Lo jug-"


"Yeeshai diem!" Brady memperingati, "kesepakatan cuman gue yang boleh ngomong!" tekannya.


Ah, terkesan ngeri juga sosok humoris menjadi serius begini.


"Lard, kita bisa bicarain baik-baik masalah kita. Please. Kalau tau tantangan penyamaran lo 3 bulan lalu bakal jadi kaya gini, mending gak usah pernah ada!"


"Tantangan ya, impressive."


Sontak keempatnya menoleh ke sumber suara.


Deg!


Auristela.


Cewe itu memandang mereka berempat satu persatu. Ketika sampai pada Adelard, dia berdecih kemudian membalikkan badan meninggalkan keempatnya.


"Kayanya emang kita gak bisa bicara baik-baik." Adelard berucap, membuat ketiganya mengembalikan atensinya kepada cowo itu.


"Padahal gue berharap setidaknya ada kata maaf dari kalian. Tapi jangankan kata maaf, kalian malah terus menyalahkan bahkan memperburuk keadaan. Gue rasa ini juga bagian dari rencana kalian. Selamat, kalian berhasil bikin hubungan gue makin berantakan."


Setelah mengatakan itu semua, Adelard langsung pergi begitu saja.


Brady dan Yeeshai menghela nafas


"Gagal. Padahal kita udah berusaha nerima hubungan Adelard sama Auristela biar bisa kaya dulu lagi." suara Brady terdengar putus asa.

__ADS_1


"Adelard bakal makin benci kita. Apalagi masalah Auristela tadi. Harusnya kita ngobrol di tempat yang aman. Pasti setelah ini bakal ada gosip." Yeeshai mulai menerka.


Lain halnya dengan Brady dan Yeeshai, Galen hanya terdiam memandang ke arah perginya Adelard dengan pikirannya yang berkecamuk.


__ADS_2