
Sekarang ini Galen tengah berada di supermarket. Dia membeli beberapa Minuman dan Cemilan untuk para sahabatnya. Ya, malam ini mereka berkumpul di rumah Adelard karena mau merayakan dipilihnya Adelard untuk ikut OSN Kimia.
Terlalu lebay memang, tapi tak apalah bagi mereka, padahal sedari SMP Adelard sudah sering ikut OSN.
Galen yang kedapatan untuk membeli Cemilan. Apa Galen suka disuruh-suruh? Oh tentu tidak! Ia hanya malas jika harus berada di tengah-tengah orang berisik! Ia lebih memilih membeli Cemilan saja. Ia bahkan memilih Supermarket yang lumayan jauh dari Rumah Adelard. Dasar Galen!
Galen keluar, ia melihat seliut seorang perempuan dengan pakaian casual sedang jongkok sambil memberi makan seekor kucing.
Galen mengernyit, "Tuh cewe gak jijik?" gumamnya
Tanpa sadar Galen tersenyum. Ya, Galen suka binatang, jadi ia akan senang melihat orang yang baik dengan binatang. Ia kagum dengan cewe itu.
Tanpa sadar senyuman Galen membuat kaum hawa yang ada disekitarnya menjerit histeris. Ya, sedari tadi banyak yang menatap kagum ke arah Galen. Galen berdecak jengah.
"Dasar! Alay!" gumam Galen jengah.
Galen melangkah mendekati cewe itu yang membelakanginya.
Ia menepuk bahu cewe itu. Cewe itu menoleh dan mendongak ke arahnya. Mata mereka bertemu, mereka sama-sama terkejut.
"Auristela!"
__ADS_1
***
Malam ini, Auristela berjalan keluar Rumah untuk menuju Supermarket terdekat. Ia ingin membeli Cemilan. Tapi saat di depan supermarket ia melihat seekor kucing yang mengeong, sepertinya dia lapar. Pikir Auristela.
Auristela buru-buru masuk ke Supermarket, ia membeli beberapa Cemilan dan Makanan untuk kucing. Untung disini menyediakan makanan untuk kucing. Auristela juga membeli mangkoknya.
Auristela ke kasir dan segera keluar setelah membayar. Ia berjalan menuju kucing itu. Ia berjongkok meletakan plastik belanjaannya di sebelahnya. Ia mengambil mangkok dan makanan untuk kucing. Ia menuangkannya di mangkok itu.
Ia tersenyum saat kucing itu memakan makanannya. Ia mengelus kepala kucing itu.
Dari arah belakangnya terdengar suara jeritan para kaum hawa, ia menoleh sebentar, menatap jengah mereka yang entah sedang menjeritkan apa.
"Paling cowo! Alay!" gumam Auristela jengah.
"Auristela!"
Auristela menghela nafas, "Ya?" sahutnya
Tiba-tiba cowo di depannya ini sedikit gelagapan, lalu dia jongkok.
"Engga, lo suka kucing?" tanyanya
__ADS_1
Auristela mengernyit, "Nadanya b aja gak dingin!" batin Auristela
Auristela mengarahkan pandangan ke kucing di depannya.
"Lumayan lah!" jawabnya singkat sambil tersenyum ke arah kucing itu dan mengelusnya.
"Katanya dia gadis berhati batu, tapi kayanya b aja!" batin Galen
"Duduk aja yuk! Disitu ada kursi, biarin kucingnya suruh makan!" ajak Auristela ramah.
Dan itu membuat Galen bertambah bingung, tapi ia akhirnya mengikuti Auristela yang berjalan ke arah kursi sambil membawa belanjaannya.
Tidak ada percakapan, Auristela sibuk memandangi kucing itu sambil tersenyum cerah, sedangkan Galen sibuk memperhatikan Auristela.
"Lo gak jijik sama kucing itu?" tanya Galen
Auristela menghadap Galen. Ia mengernyit,
"Katanya Ice boy, kelihatannya b aja!" batin Auristela
Auristela tersenyum tipis, "Kalau semua orang beranggapan jijik sama kucing itu, siapa yang bakal peduli sama dia?A pa gue juga harus sama kaya mereka buat kucing ini kelaperan?"
__ADS_1
Galen tertegun, ia tersenyum dalam hati, "Dia menarik!"