
Adelio masih mencoba menenangkan Auristela, namun tiba-tiba saja Yeeshai, Brady serta Galen datang dan Yeeshai langsung menggebrak meja mereka.
Brak!
Auristela mendongakkan kepalanya, mendapati Yeeshai dan Brady yang sedang dilanda emosi, sedangkan Galen auranya sangat dingin. Auristela sungguh tak terbiasa dengan aura dingin Galen.
"MAKSUDNYA APA NIH?!!!" sentak Yeeshai
Adelio di tempatnya sudah menatap tajam para sahabatnya. Ia memang sudah was-was sahabatnya akan marah. Tapi jika dengan cara seperti ini ia tidak suka. Mereka pasti menyakiti Auristela nanti. Lebih baik jika mereka marah padanya saja.
"Lo gitu ya Lio!" ucap Brady masih menahan emosi. Kali ini Brady tak mau lepas kendali.
"Kita udah larang lo sama cewe ini! Tapi kok lo tetep aja sih sama dia?!!" marah Yeeshai
"Kita udah biarin lo selama ini, karena kita tau kalian cuman sebatas partner OSN! Tapi kita gak nyangka bakal lebih dari ini!" ucap Brady tampak kecewa.
Sebenernya mereka bisa saja meluapkan kekesalan dan kekecewaan mereka nanti setelah pulang sekolah kepada Adelio, namun sepertinya mereka tidak bisa menahannya
Auristela yang memang emosinya masih belum stabil menggebrak meja dan menatap kedua orang itu dingin
"APA HAK KALIAN NGELARANG DIA HA?!!" marah Auristela
__ADS_1
"Dia sahabat kami!" balas Yeeshai tak mau kalah.
"Bukan berarti kalian bisa ngelarang dia!"
"Bisa dong! Lo gak baik buat dia, jadi kami sebagai sahabat harus ngelarang!"
"Masalah lo sama gue apa sih?"
"Mau tau?" Yeeshai terkekeh sinis, "hey, lo itu Gadis berhati batu! Cewe kaya lo gak mungkin ngerasain jatuh cinta! Lo pasti cuman mau jebak Lio doang, kan? Biar bisa temenan sama kita-kita! Cih! Itu gak akan AURISTELA!"
Auristela diam menahan emosi
Bugh!
Yeeshai langsung tersungkur saat tiba-tiba ada seseorang yang menariknya dan membogemnya begitu saja. Semua yang ada disitu terkejut.
"Jadi cowo gak usah cabe mulutnya!" sinis seseorang itu yang tak lain adalah Zayyan.
Walau diam di sekolah, Zayyan selalu memantau Auristela. Dan saat tau fakta tadi, ia juga terkejut. Ia was-was saat ketiga teman Adelio itu beranjak dari kantin seperti menahan emosi. Takut terjadi apa-apa, ia memilih menyusul. Ia hanya memantau, namun ia kecewa saat Adelio tetap diam. Dan ia lebih marah lagi saat Yeeshai mengeluarkan kata-kata kasar itu untuk Auristela.
Yeeshai dibantu oleh Brady untuk berdiri. Yeeshai menghapus darah di sudut bibirnya.
__ADS_1
"Wahhh siapa lo ni? Pinter juga ya lo gebet Kakel! Wahhh ternyata lo bukan cewe baik-baik ya!" ejek Yeeshai pada Auristela
Bugh!
"Mulut lo!!"
"Kenapa? Benerkan kalau dia itu, MU-RA-HAN!!"
Plak!
Auristela menampar Yeeshai membuat semuanya terkejut.
Yeeshai memegang pipinya lalu terkekeh, "Kenapa marah? Bener, kan?" ucapnya memancing emosi.
Zayyan langsung saja mendorong Yeeshai dengan keras dan langsung menunjuk Adelio.
"Lo kok diem aja sih?! LAWAN! Jangan mentang-mentang dia temen lo terus lo diem aja biarin cewe lo dihina mati-matian!" marah Zayyan.
Takut Zayyan mengamuk, Auristela langsung menarik Zayyan keluar. Auristela sebal sendiri kenapa guru harus ada rapat saat-saat seperti ini.
"Lo kira gue ga marah? Gue bahkan lebih marah dengan tingkah sahabat gue sendiri!" batin Adelio menahan emosi.
__ADS_1