Topeng

Topeng
Bertengkar


__ADS_3

Auristela menarik Zayyan ke Taman belakang.


Auristela baru mau mengomel, sudah didahului Zayyan


"Kenapa harus jadian sama dia ha?!!!" marah Zayyan


"Hak gue!!!" balas Auristela ikut ngegas. Udah dibilangkan, emosi dia aja belum stabil.


"Bodoh tau gak!" cibir Zayyan


"Bilang apa tadi?!" balas Auristela tak terima


"BODOH! Lo aja ngehadapin masalah lo cuman milih diem dan ini lo nambah masalah lagi terus bawa-bawa orang yang sama cuman bisa diem! Bodoh!"


"Terus dengan lo dateng tadi gak nambah masalah, HA??!!"


"Kalau aja lo milih cowo yang berpengaruh disini, gue juga gak akan keluar!"


"Jadi lo juga nganggep gue murahan kaya yang dibilang Yeeshai?" ucap Auristela tampak kecewa.


Zayyan yang mendengar itu mengacak rambutnya frustasi,


"Lo bisa gak sih dengerin kata-kata gue tanpa berfikir yang engga-engga!" kesal Zayyan


"Lo nya aja yang gak bisa milih kata-kata!" balas Auristela

__ADS_1


"Kok lo jadi baperan sih sekarang?"


"Sialan!!"


"Semenjak lo deket sama cowo gak berguna itu lo-"


"Dia punya nama!" potong Auristela dingin


Zayyan menghela nafas jengkel, "Semenjak lo deket sama Lio, lo jadi gampang kepancing emosi! Lo mudah kejebak permainan musuh lo itu!"


Auristela menghela nafas, ia juga menyadari itu. "Gue cuman gak mau Ade dibawa-bawa dalam masalah gue!" jelas Auristela mulai stabil.


Zayyan mengacak rambutnya, lalu menatap Auristela greget. "Dengan lo marah eh maksudnya bela-belain gitu, yang ada mereka ngira Lio itu kelemahan lo!"


Auristela diam baru menyadari itu. Seharusnya ia seperti biasa diam saja. Namun... Aish sudahlah! Dari awal bertemu, Auristela memang sudah menganggap Adelio istimewa. Gini dah jadinya.


Auristela melirik sinis Zayyan, " Lo mau tau apa alasannya?" tanyanya


Zayyan menaikkan sebelah alisnya, "Apa? Gak percaya gue lo punya alesan ngelakuin hal bodoh itu!" ucapnya meremehkan.


Auristela menatap Zayyan jengah, lalu menunjuk hatinya sendiri. "Gue ngelakuin tanpa sadar, dan hati gue lah yang bimbing gue buat ngelakuin itu! Kayanya gue sekarang baru nyadar, cinta emang bisa merubah apapun. Dan juga bisa membuat kita melewati batas yang sudah kita tetapkan sendiri!"


"Kok lo jadi bucin gini sih?!" sewot Zayyan tak suka


"Berisik lo!"

__ADS_1


"Tapi karena ngikutin arahan hati lo itu, sekarang lo nyesel, kan?"


Auristela menggeleng lalu tersenyum, "Hmmm, kalau gak gitu gak bakal pacaran dong! Ya walau agak kasihan sama Ade, tapi ya semoga kita bisa kuat bareng-bareng!" ucap Auristela begitu tulus.


Zayyan yang mendengar itu mengepalkan tangannya. Rasanya ia ingin membunuh Adelio sekarang juga. Ia tengah terbakar cemburu saat ini.


"Sialan, gue yang deket dari dulu kok milihnya malah sama orang baru yang bahkan gak pantes dibandingin sama gue apalagi disandingin sama Auristela!" batin Zayyan


"Gue tetep ngelarang lo sama Adelio!" ucap Zayyan


Auristela menatap tajam Zayyan, "Ini hidup gue!"


"Gue tau apa yang terbaik buat lo!"


"Mau lo apa sih sebenernya?"


"Gue cuman mau lo putusin Adelio! Dia gak pantes sama lo! Ngebela lo aja dia gak berani! Cowo apaan tuh?!"


"Gue yang ngelarang dia!"


"Bodo amat pokoknya lo harus putus!!"


"Gue gak mau!!!"


"TERSERAH!!" kesal Zayyan lalu pergi begitu saja.

__ADS_1


Baru kali ini mereka berdua berantem hebat.


__ADS_2