
Adelard saat ini tengah berada di depan kamar Adara saat ini.
"Ra, jadi gak sih? Lama banget perasaan!" kesal Adelard
Ceklek!
Adara keluar dari kamarnya dengan cemberut, "Sabar dong! Gak sabaran banget! Udah ganggu acara tidur gue juga!" kesal Adara
Adelard menjitak kepala Adara, "Anak cewe jam segini emang harusnya jangan tidur lagi! Malesan banget lo!"
"Berisik deh! Gak jadi bantuin nanti!"
"Jangan dong! Ngambekan banget!"
"Tuh, tuh! Nyebelinkan!" kesal Adara
"Ada apa sih kok pagi-pagi udah ribut?" ucap Freya yang entah kapan sudah ada di hadapan mereka
"Ini nih, Kak Adelard nyebelin Ma!" adu Adara
"Nyebelin apaan coba?! Lo nya aja ya-"
"Tuh, Ma!" ucap Adara memotong pembelaan Adelard
"Ap-"
"Udah-udah! Kamu rapi banget mau kemana, Kak?" tanya Freya pada Adelard
"Mau ngapel, Ma!" Bukan Adelard, melainkan Adara lah yang menjawab.
"Eh bukan, Ma! Mau belajar buat OSN grup!" ucap Adelard yang melihat Freya senyam-senyum menggodanya.
__ADS_1
"Bohong, Ma!" ucap Adara memanasi
"Heh! Gue mau belajar yah!" bela Adelard menatap Adara jengkel.
"Tapi sama Kak Auris, kan?" goda Adara
"Ya, iya! Tapi kan mau belajar!" balas Adelard
"Sekalian ngapelkan?" goda Adara lagi
"Udah-udah!" lerai Freya. Bisa pusing nanti kalau dia dengerin pertengkaran anaknya yang tak ada habisnya.
"Adelard cepetan pergi, udah ditungguin nanti!" ucap Freya mengingatkan.
"Oh iya! Lo sih!" ucap Adelard menyalahkan Adara
"Dih kok gue sih?! Kan lo ya-"
Adelard menarik tangan Adara lalu menyalami Freya, "Adelard pamit, Ma!" ucapnya
"Adara juga! Mau nganterin!" ucap Adara ikut menyalami
"Assalamualaikum, Ma!" ucap keduanya lalu turun dari tangga
"Waalaikum salam!" jawab Freya, menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tingkah kedua anaknya.
Saat ini Adelard dan Adara tengah berada di mobil menuju Cafe waktu itu. Ya rencananya hari sabtu ini Auristela, Adelard dan Nerissa akan belajar di Cafe.
Makanya tadi Adelard membangunkan Adara untuk mengantarnya.
Adelard menghentikan mobilnya di Taman. Mana mungkin di Cafe. Bisa bahaya nanti.
__ADS_1
"Kayanya gue pulang sendiri nanti!" ucap Adelard
"Mau apa lo?" tanya Adara bingung
"Ada deh!" balas Adelard malas.
"Cih!" cibir Adara.
Adelard memilih keluar. Baru saja ia akan melangkah, Adara menghentikannya.
"Kacamata lo ya ampun!" ucap Adara, lalu keluar dari mobil dan memakaikan kacamata pada Adelard.
"Oh iya! Makasih!" ucap Adelard mengacak-acak rambut Adara.
"Kak, ish!" kesal Adara yang hanya dibalas kekehan oleh Adelard.
Adelard memilih melangkahkan kakinya menuju Cafe. Tanpa mereka berdua sadari tadi ada seseorang yang memperhatikan mereka dan pergi begitu saja dengan perasaan yang berkecamuk.
Adelard eh maksudnya yang sekarang jadi Adelio, tengah memasuki Cafe dan menuju meja yang sudah dipesan sebelumnya. Yang ia lihat hanya Nerissa saja disana.
"Akhirnya datang juga!" ucap Nerissa seperti menahan kesal.
Adelio memilih mengabaikan dan membuka tasnya mengambil buku-bukunya. Lama mereka sibuk dengan buku masing-masing, namun Auristela tak kunjung datang.
"Auristela mana sih?!! Dia yang nyuruh kumpul disini, eh dianya gak dateng!" kesal Nerissa
Adelio yang mendengar itu ada kekesalan. Ia merasa Nerissa tidak sopan dengan Kakelnya. Tapi ia juga bingung.
"Gue balik lah, males!" ucap Nerissa lalu pergi.
"Auristela kenapa ya?" batin Adelio
__ADS_1