
Auristela dan Adelio sedang berjalan
menuju Perpustakaan kali ini.
Hanya keheningan yang menyelimuti, hingga Auristela berceletuk
"Ade, gue minta maaf soal yang kemarin yah! Gue lupa waktu, maaf!" ucap Auristela merasa bersalah, ia bahkan menunduk tak berani menatap Adelio, ia merasa salah, seakan-akan dia begitu keterlaluan enak-enakan jalan-jalan sedangkan Adelio menunggunya di Cafe, pasti akan sangat mengesalkan apalagi ia dengan seenak jidat minta maaf dengan gampangnya.
Adelio menatap Auristela yang menunduk, ia tersenyum diam-diam, tidak menyangka Auristela akan merasa sebersalah ini, tak tau saja Auristela bahwa kemaren mereka malah berjalan bersama.
"Oh gak papa kok! Lagian kemaren aku juga malah pergi sama Adek, harusnya aku juga minta maaf!" ucap Adelio berharap Auristela tidak lagi merasa bersalah. Ia lah pembohong besar disini.
Auristela mendongak,
"Eh gak usah! Kemaren gue juga salah!"
"Hmmm, ya udah yuk masuk!" ajak Adelio karena memang sudah sampai di depan Perpustakaan.
"Eh, iya!" balas Auristela canggung.
***
Di dalam Perpustakaan sudah ada
Zayyan yang sedang duduk manis sambil memainkan ponselnya, dan di depan cowo itu terdapat buku tulis lumayan tebal.
Adelio duduk di depan Zayyan dengan Auristela di sampingnya.
__ADS_1
"Tumben lo kesini?!" sindir Auristela
Zayyan mendongak, ia menyentuh dadanya dengan dramatis,
"Jahat kau my angel!"
Adelio mengernyit
Auristela memutar bola matanya
"Lebay!"
Zayyan terkikik kecil
"Disuruh ngawasin kalian gue, sekalian mau minjemin buku catatan ke Adelio!"
Adelio mengernyit,
Zayyan menatap Adelio, ia menyodorkan buku tulisnya
"Iya, ini kumpulan materi, konsep dan rumus-rumus Kimia kelas 10-12, diambil juga dari buku-buku yang kemaren-kemaren gue rekomendasiin buat lo!"
"Eh iya makasih!" ucap Adelio sambil
mengambil buku itu
"Anjir!! Kalau tau gini ngapain kemaren rekomendasiin?! Gue sampai cape-cape baca sama nulis yang penting! Anjir sialan, untung baru dikit!" batin Adelio kesal.
__ADS_1
Auristela melirik Zayyan yang sekarang memainkan ponselnya lagi
"Sialan banget lo, gue kemaren muter-muter nyari buku yang lo minta, sekarang seenak jidat lo ngasih ringkasan buku itu! Kasian Adelio bego! Kemaren-kemaren dia pelajarin tu buku sampe ditulis juga! Sialan emang!" kesalnya
Zayyan memandang Auristela dengan santai sambil melipat tangannya di depan dada, ia mendongakan kepalanya menantang, "Kenapa? Adelio aja b aja, kok lu sewot sih?" tanyanya
Auristela gelagapan. Ia mendengus kesal, "ia juga sih! Eh tapi kan benar si Zayyan emang sialan!" batinnya kesal.
"Keliatannya sih b aja, tapi gak tau kan hatinya gimana? Bisa-bisa ia diem-diem nyumpahin lo!"
"Hati Adelio tuh suci ya, gak kaya lo!"
Auristela mendengus
Adelio hanya bisa diam. Sebenernya ia ingin memisahkan saja, tapi takut kelewatan dia. Kayanya jadi cupu buat dia jadi orang super penyabar! Sialan! Kalau sama para sahabatnya mungkin ia udah ngebacod sekalian baku hantam.
"Udah belajar lo! Gue mau awasin kalian nih!" ucap Zayyan
Lagi-lagi Auristela mendengus, ia mulai membuka buku catatannya.
Sebenernya Auristela hanya perlu diuji dengan soal-soal sulit saja seperti biasanya, hanya saja, ia ingin mempelajari lagi beberapa konsep dan rumus.
Dalam OSN yang penting mah paham dasarnya, terus sering latihan soal-soal OSN aja. Dan paling penting, tau taktik menjawab soalnya juga.
Adelio mulai mempelajari buku itu, sedangkan Zayyan mengembalikan buku paket yang ia rekomendasikan pada Adelio.
"GUE MINTA MAAF YA ADELIO KALAU LO KESEL SAMA GUE! Hehehe" teriaknya diakhiri kekehan.
__ADS_1
Adelio mendongak menatap Zayyan,
"Ia kak gak papa!"