Topeng

Topeng
luapan emosi yang terpendam


__ADS_3

Auristela pulang ke Rumah dengan suntuk. Hari yang berat menurutnya. Ia juga tadi sebelum membuka gerbang, bertepatan dengan Zayyan yang juga akan memasuki gerbang bersama motornya. Tapi lihatlah tadi, Zayyan mencuekinya begitu saja. Mungkin masih marah. Tapi ini kehidupannya, Zayyan tidak boleh mengatur seenaknya. Walaupun itu demi kebaikannya, namun tetap saja ia tak suka.


Auristela hendak berjalan menuju tangga dan sudah mendengar gelak tawa Ibunya dan Clarinta. Tumben sekali Clarinta sudah pulang, pikirnya.


Awalnya ia akan acuh saja dan memilih menaiki tangga untuk ke kamar, namun mendengar apa yang mereka tertawakan rasanya ia ingin emosi saat ini juga.


"Beneran gini model pacarnya? Jelek amat ya ampun!" seru Kyra


"Udah pasrah kali, Bu! Dia kan gak ada yang mau! Hahaha!" tawa Clarinta


"Ni beneran pacaran? Emang tuh Pacarnya gak takut sama dia? Atau malah jangan-jangan dipaksa?" pikir Kyra


"Wahhh bisa jadi tu, Bu!" ucap Clarinta menyahut


"Kakak kamu songong tapi cuma bisa dapetin cowo modelan gitu!" cibir Kyra


"Hahaha! Selera dia emang buruk!" ejek Clarinta


"Kamu gak curiga sesuatu?" tanya Kyra

__ADS_1


Clarinta mengernyit bingung, "Apaan, Bu?" tanyanya


"Kamu gak curiga kalau Kakak kamu Pacaran sama dia buat cari perhatian kalau dia itu cewe baik, gak pilih-pilih cowo?!"


"Bisa jadi tu, Bu! Apalagi Pacarnya itu deket sama cowo-cowo *M*ost wanted!"


"Kecentilan banget dia!" cibir Kyra


Prank!!!


Suara vas pecah mengintrupsi keduanya. Keduanya langsung menoleh ke belakang dan mendapati vas yang pecah dan pelakunya sendiri tengah menatap emosi mereka. Kyra langsung melotot mengetahui vas yang pecah itu adalah vas kesayangannya.


Auristela tak merasa bersalah sekalipun, ia malah semakin muak. Sebenarnya ia bisa saja memilih diam seperti biasa, namun semakin didiamkan mereka semakin mengganggap buruk terhadapnya. Padahal ia tidak melakukan apa-apa dan bahkan tidak mengganggu mereka. Ia jadi ragu kalau mereka berdua itu sedarah dengannya. Menyebalkan!.


"Kamu apa-apaan ha!!!" gertak Kyra emosi


"KALIAN YANG APA-APAAN!!!" emosi Auristela membuat keduanya terkejut, "apa-apaan ngomong-ngomongin aku yang engga-engga! Hina-hina Pacar aku! Dan Ibu! Ibu macam apa yang ngatain anaknya yang gak bener padahal gak tau kenyataannya gimana!!!"


"Kamu berani sama Ibu, HA?!!" balas Kyra

__ADS_1


Auristela menghela nafas kasar. Aish, ia kelawatan. Tapi ia juga kesal.


Clarinta tersenyum mengejek, "Tuh kan, Bu! Dia sekarang udah berani ngelawan! Dulu aja dia pernah nampar aku gara-gara belain Pacarnya itu!" ucap Clarinta mengompori.


Kyra terkejut mendengar itu, sedangkan Auristela mendesis menatap Clarinta jengkel.


Plak!


Auristela memegang sebelah pipinya akibat tamparan keras dari Ibunya itu. Ia menatap Ibunya tak menyangka sambil menahan tangis. Baru kali ini Ibunya sampai menamparnya.


"Jadi di sekolah kamu selalu nyiksa Adik kamu gitu karena gak ada Ibu?!! Dan apa-apaan kamu bela-belain Pacar gak jelas kamu itu!" marah Kyra


Auristela menatap Ibunya dan Clarinta dingin. Ia tak mau membela diri, karena percuma.


"Suatu saat Ibu pasti nyesel biarin anak manja ini selalu benar meskipun dia salah!" ucap Auristela


Plak!


Auritela terkekeh ditampar sekali lagi di pipi yang sama oleh Kyra. Ia memilih menatap Clarinta, "Karma pasti ada Adikku sayang!" ucap Auristela bersmirk, lalu meninggalkan mereka begitu saja. Rasanya ia begitu emosi dan kecewa.

__ADS_1


__ADS_2