
Pulang sekolah
Galen dan Auristela berjalan bersama menuju parkiran, tentunya bersama 3 lainnya.
Setelah sampai di parkiran, banyak yang mencibir Auristela.
"Kok dia sekarang malah jadi kaya murahan sih!"
"Tadi si cupu Adelio, sekarang si Iceboy Galen!"
Cibiran masih banyak terdengar. Galen memilih memberikan helmnya pada Auristela dan melesat pergi.
"Anjir bangetlah dia dibonceng Galen!"
"Iya! Kenapa harus Auristela sih?!"
Dan masih banyak lagi.
Adelio memandang kesal ke arah kepergian Galen dan Auristela. Ia tidak
menyangka Galen bisa dekat dengan Auristela. Dan ya, sejak kapan? Itulah yang ada dipikiran Adelio sedari tadi hingga sekarang.
Tidak hanya Adelio, Yeeshai dan Brady pun juga sama bingung dan kesalnya.
"Itu sejak kapan sih Galen deket sama
Auristela?!" kesal Yeeshai
"Kenapa harus cewe kaya dia coba?"
tambah Brady
"Gue sih seneng Galen deket dan gak dingin sama cewe! Tapi jangan dia lah!"
"Ck! Batu ketemu es! Jadi apa tuh?!"
"Kayanya sifat mereka kalau dibandingin sama batu atau es sama aja deh! Apa bedanya ouy?!"
Brady menampol kepala Yeeshai, "Yee malah canda!"
__ADS_1
"Dih siapa juga yang bercanda!"
Mereka terus bertengkar hingga tak menyadari Adelio yang terdiam sedari tadi.
***
Auristela dan Galen mampir dulu ke Petshop. Karena Galen bilang persediaan Makanannya habis.
Auristela mengikuti Galen yang menjelajahi rak.
Auristela mengernyit saat Galen mengambil Makanan burung.
"Kok Makanan burung?" tanyanya
Galen memandang Makanan burung itu lalu tersenyum pada Auristela,
"Titipan," jawabnya ramah.
Entah mengapa dengan Auristela sikap dingin itu entah hilang kemana. Bahkan bersama para sahabatnya pun dia masih bersikap dingin. Aneh.
Auristela hanya membeo sambil mengangguk-anggukan kepalanya
"Eh!" kaget Auristela sambil mendongak menatap Galen.
Perlakuan Galen membuat beberapa kaum hawa disitu memekik histeris, bahkan mengabaikan pacar mereka.
"So sweet banget!"
"Ganteng banget njirr!"
"Senyumannya bikin meleleh!"
"Cewenya juga cantik banget! Couple goals banget!"
"Mundur alon-alon aja lah udah! Pacarnya cantiknya kebangetan!"
Galen sadar akan perbuatannya, ia menatap sekelilingnya. Dalam hati ia tersenyum senang kala orang-orang disini mengatainya cocok dengan Auristela.
Sedangkan Auristela malah garuk-garuk tengkuknya tak jelas. Ia bingung dengan situasi ini. Kalau di sekolah ia dicibir, tapi kalau disini ia malah disanjung.
__ADS_1
Mereka berdua memilih tidak peduli.
***
Auristela memasuki rumah Galen, ia disambut dengan godaan Bundanya Galen yang menggoda bahwa baru kali ini Galen dekat dengan cewe bahkan sampai membawanya ke rumah. Dan Auristela menanggapi itu dengan senyuman kikuk. Sedangkan Galen? Dia tampak tidak peduli.
Galen pamit untuk mengganti pakaiannya, sedangkan Auristela sedang berbincang dengan Bundanya di Ruang tamu. Bundanya terlihat suka dengan Auristela membuat Galen senang melihatnya.
Galen mengajak Auristela ke belakang Rumahnya. Seketika mata Auristela melotot
"Galen lo?! Astaga ini Rumah atau tempat penampungan Binatang sih? Banyak banget Binatangnya!" takjubnya
Sedangkan Galen hanya geleng-geleng sambil memberikan Makanan ke burung yang kebetulan juga sedang dilihat-lihat Auristela.
Auristela menuju dinding pojok, banyak Aquarium terpampang disana. Ia melihat-lihat ikan koleksi Galen, dan banyak yang mahal-mahal.
Kemudian Ia membuka pagar yang hanya sebatas lututnya, menuju halaman yang luas. Disitu terdapat kandang kelinci dan beberapa kelinci yang sedang bermain di luar kandang.
Wow! Dia senang sekali melihatnya.
Ia ingin bermain-main dengan kelinci-kelinci itu.
Senangnya ia disini. Ia berjongkok, mengambil wortel dan memberinya ke salah satu kelinci itu, tanpa sadar bahwa Galen mengambil gambarnya diam-diam.
Meong
Auristela terkejut kala ada suara kucing, ia berjalan keluar pagar lalu menutupnya. Berbalik badan dan seekor kucing langsung bermanja-manja di kakinya.
Ia ingat, ini kucing yang waktu itu ia beri makan. Ia menoleh ke Galen yang sedang memperhatikannya.
"Namanya siapa?" tanya Auristela berjongkok lalu mengelus kucing itu.
"Aulen."
Auristela sempat mengernyit sebentar lalu ia mengangguk dan tersenyum ke arah kucing tersebut.
Galen lagi-lagi mengambil gambar Auristela secara diam-diam.
Tanpa Galen sadari, sedari tadi Bundanya memperhatikannya sambil tersenyum.
__ADS_1