Topeng

Topeng
Mulai lagi


__ADS_3

Galen menuju meja Auristela, padahal jam pelajaran belum kelar. Para sahabatnya mengernyit heran, sedangkan cewe-cewe disini mendengus tidak suka.


Kenapa Galen ke meja Auristela sih?!


Mungkin itu salah satu pertanyaan dari kaum hawa disini.


Auristela yang merasa ada seseorang di sebelah mejanya pun menengok.


"Nanti ke rumah gue mau?" ajak Galen ramah, kemana sifat dinginmu selama ini Galen?


Auristela mengangguk


Galen tersenyum kecil, membuat cewe-cewe tiba-tiba terpekik. Mereka baru kali ini melihat Galen tersenyum.


Sedangkan para sahabatnya bingung.


"Galen kenapa?" batin Adelio


***


Bel jam istirahat berbunyi. Seperti biasa Adelio dan Auristela akan belajar bersama. Kini mereka memilih di kantin saja.


Semua yang menatap mereka, bingung.


Bagaimana bisa gadis berhati batu bisa terlihat dekat bahkan mau mengajari seseorang?! Dan itu cowo! Terlebih cowo itu cupu!


Apa hati gadis berhati batu itu sudah berlabuh  dengan cowo cupu satu itu?! Cowo cupu yang juga dicaci karena bisa dekat dengan para Most Wanted sekolah.


Geng Zhafira dkk mendekat ke arah Auristela dan Adelio. Bukan hanya mereka, Clarinta


dan temannya bahkan ikut.


Auristela yang menyadari kedatangan mereka memutar bola matanya kesal.


Sepertinya Auristela lupa. Seharusnya acara belajarnya dengan Adelio jangan di kantin seperti ini. Dia tidak ingin Adelio terlibat dalam urusannya, tapi sepertinya sekarang akan terlibat.


"WAW TEMAN-TEMAN LIHAT NIH! GADIS BERHATI BATU AKHIRNYA BISA DEKAT DENGAN SEORANG COWO!" teriak Zhafira


"Ck! Selera lo ternyata rendah banget yah, Kak! Jadi selama ini lo maunya yang jelek cupu gini?!" ejek Clarinta

__ADS_1


Ah, sepertinya di samping Zhafira dkk, Clarinta tidak perlu so polos.


Seketika semuanya tertawa


Auristela dan Adelio dkk sudah mengepalkan tangannya marah.


Brak!


Auristela yang sudah tidak tahan diejek pun menggebrak meja. Ia tidak apa-apa jika dirinya diejek habis-habisan. Tapi ini masalahnya ada Adelio. Dia tidak bisa bersikap tenang dan bodo amat.


"Gak usah bawa-bawa Adelio sialan!!!" marah Auristela tertahan


Semuanya tercengang, baru kali ini mereka melihat Auristela marah selain video waktu itu.


Dan itu hanya kerena seorang cowo cupu!.


Zhafira bertepuk tangan,


"Waw kaget gue!"


"Sans dong emang dia siapa lo?!" ejek Keysa


"Dua kali, Cla! Yang pertama lo sampai ditampar!" celetuk Nerissa


"Oh ya, lagi-lagi Kakak gue marah karena cowo jelek ini!" ejek Clarinta


"Wow! Selera lo rendahan banget yah, Ris! Ck! Ck! Ck!" ejek Faranisa


"Gadis berhati batu sama cowo cupu!


Cocok tuh! Moga langgeng yah!" ejek Davina sambil menyeringai


Auristela mengepalkan tangannya


Plak


Plak


Plak

__ADS_1


Plak


Plak


Plak


"GUE BILANG JANGAN BAWA-BAWA ADELIO SAMA MASALAH KITA SIALAN!!" kesal Auristela


Emosinya sudah naik turun.


Semua anak yang melihat itu tercengang. Zhafira dan yang lainnya memegangi sebelah pipi mereka yang berdenyut sakit. Besar juga tenaga Auristela.


Mereka menyeringai lalu bertepuk tangan lagi.


Prok! Prok! Prok!


"Sialan lo Kak! Udah 2 kali lo nampar gue!" geram Clarinta


Sebelum ada perdebatan lagi, Galen datang melerai


"BUBAR KALIAN!!!" gentak Galen pada Zhafira dan lainnya.


Zhafira dan lainnya mendengus lalu pergi.


Adelio memegang sebelah tangan Auristela yang masih mengepal, ia mengelusnya berusaha menenangkan Auristela.


Auristela melirik ke Adelio, ia menghembuskan nafasnya, lalu duduk lagi di samping Adelio.


"Lo gak papa kan? Maaf ya, gara-gara gue lo jadi dicaci kaya tadi!" ucap Auristela lembut penuh rasa bersalah pada matanya.


Adelio menggeleng, dalam hati ia tersenyum


"Gak! Salah aku yang minta belajar di kantin!"


"Ya tapi gue-"


"Udah," ucap Galen lembut sambil mengelus punggung Auristela


Membuat Adelio bertanya-tanya.

__ADS_1


__ADS_2