Topeng

Topeng
Ektra part 2


__ADS_3

Saat ini Keluarga Auristela dan Adelard sedang makan malam bareng di salah satu restoran terbaik disini.


Gak ada maksud apa-apa hanya saling pendekatan. Apalagi dengan adanya hubungan antara Adelard dan Auristela, sontak membuat kedua keluarga dari kedua pihak ingin bertemu.


Auristela menjadi semakin akrab dengan Freya dan juga Adara. Clarinta pun juga tampak akrab dengan Adara. Bahkan dia menawarkan Adara untuk melanjutkan SMA di SMA Bangsa Maju supaya bisa bertemu kembali dan berteman.


Para orangtua tampak membicarakan Adelard dan Auristela. Sekalian bahas bisnis juga.


Sedangkan Adelard sedang mengobrol dengan Daffin. Ya, dia juga ikut. Entah bagaimana dia bisa pulang.


Auristela sendiri cuman memperhatikan. Sesekali nimbrung sana-sini. Hahaha, poor Auris.


Tak lama kemudian Adelard meminta izin mengajak Auristela pergi. Tentunya diperbolehkan hanya saja mereka berdua digoda habis-habisan. Hahaha.


...


Adelard membawa Auristela ke taman yang ada di restoran tersebut. Mereka duduk dengan posisi Auristela yang menyender pada lengan Adelard dan juga sebelah tangan Adelard yang merangkul bahu Auristela.


"Gak nyangka cara kita dipertemukan seunik itu." ucap Auristela membuka percakapan


"Ya, dan rumit." tambah Adelard kemudian terkekeh.


Ngomong-ngomong Adelard gak tau kalau selama ini Auristela manipulatif. Auristela tidak berniat memberitahu Adelard. Biarlah itu jadi rahasia Auristela.


"Kayanya kalau dijabarin semua yang kita lewati pasti bakal panjang banget. Bikin inti ceritanya aja keknya udah susah." Auristela berujar lagi.


"Ya udah gak usah dibahas. Yang terpenting kita bisa sama-sama saat ini." ucap Adelard tersenyum menatap Auristela. Auristela ikut tersenyum menatap Adelard.


"Gemes banget!" ucap Adelard memeluk Auristela.

__ADS_1


Auristela membalasnya sembari terkekeh.


"Aku kangen Bunny!" ucap Auristela


Adelard melepas pelukannya, "Ya udah, yuk ikut!"


Auristela mengernyit, "Malem-malem gini ke rumah Galen?"


Ngomong-ngomong Auristela juga masih suka ke rumah Galen bermain dengan Ailen, Bunny ataupun binatang peliharaan Galen yang lain. Hubungannya dengan Indira bunda Galen pun masih baik-baik saja, meskipun wanita itu sempat kecewa setelah tau Auristela berpacaran dengan Adelard, bukan dengan putranya. Wanita itu tetap menyambutnya ketika mampir.


"Engga! Udah ikut aja!" ucap Adelard ketika mendapati tatapan bingung dari Auristela


Akhirnya mereka berdua menuju parkiran setelah meminta izin untuk pergi. Untung Adelard membawa mobil sendiri tadi.


Auristela tambah bingung ketika Adelard membawanya ke sebuah rumah yang pastinya rumah Adelard.


Bukannya menjawab, Adelard malah menarik Auristela untuk mengikutinya.


Sampailah mereka berdua di kamar Adelard. Sontak Auristela was-was. Adelard yang menyadari itu terkekeh. Dia berjalan menuju pojok kamarnya. Ada sebuah kandang kelinci disitu. Adelard mengeluarkan Bunny dari kandang.


Dia mendekati Auristela yang tampak salah tingkah dengan pikiran konyolnya.


Adelard memberikan Bunny pada Auristela


"Jangan mikir aneh-aneh Auris. Sekarang belajar rawat Bunny dulu. Entar kalau udah nikah baru belajar rawat anak." ucap Adelard jail.


Sontak pipi Auristela memerah malu. Cewe itu memukul lengan Adelard, "Nyebelin!"


Adelard tertawa dibuatnya.

__ADS_1


Mereka berdua pun bermain dengan Bunny hingga Auristela ketiduran. Adelard tersenyum menatap wajah damai Auristela. Dia mengelus pipi cewe itu.


"Beruntung banget gue dapetin Auris. Primadona sekolah. Bintang emas sekolah. Dan yang paling penting nerima gue apa adanya. Makasih Auris." ucapnya lalu menciun kening Auristela.


Adelard mengangkat Bunny, memasukannya ke kandang lagi. Adelard memutuskan untuk merawat Bunny sendiri. Tapi dia juga sering menitipkannya di rumah Galen. Mau gimanapun Bunny terbiasa dengan suasana disana. Beda dengan disini yang hanya sendirian meski masih dibebaskan tidak selalu dikandang.


Adelard berjalan ke arah Auristela. Dia mengangkat Auristela. Bertepatan dengan ia membawa Auristela keluar kamar, keluarganya juga sudah pulang.


Adara menatapnya terkejut dan penuh selidik. Saat ini Adiknya itu berdiri dihadapannya hendak ke kamar yang tepat disebelah kamarnya.


"Jangan mikir macem-macem. Cepet buka pintu kamar lo, Auristela numpang tidur disitu." ucap Adelard


Adara mendengus. Dia membuka pintu kamarnya, mempersilahkan Kakaknya untuk masuk. Adelard meletakan Auristela di ranjang Adara dengan hati-hati.


Adelard menatap Adara, "Tolong lepasin bajunya. Takutnya gak nyaman tidur pakai Dress gitu."


Adara mengangguk, "Santai! Udah sana lo keluar!" usirnya


Adelard mendengus. Cowo itu akhirnya memilih keluar. Adelard tidak langsung ke kamarnya. Dia menuruni tangga, mendapati orangtuanya yang sedang asik menonton tv.


"Pa, Ma!" panggil Adelard membuat keduanya menoleh.


"Tolong bilangin Auris tidur disini. Tadi ketiduran. Tenang aja, dia tidur di kamar Adara kok!" ucap Adelard


Kedua orangtuanya hanya mengangguk.


Adelard pun pamit kembali ke kamarnya.


Selesai

__ADS_1


__ADS_2