
Bel pulang sudah berbunyi. Sebelum Auristela pergi, Adelio sudah menahan tangan Auristela. Beruntung Nerissa sudah pulang.
"Ada apa?" tanya Auristela dingin.
Adelio bangkit dari duduknya dan segera menarik Auristela untuk keluar. Ia menunggu penjaga Perpustakaan keluar. Setelah keluar, Adelio langsung menatap Auristela.
"Kenapa?" tanya Adelio pada Auristela
"Kenapa apanya?" balas Auristela
"Kamu kenapa sih? Aneh banget!"
Auristela memalingkan wajahnya.
"Hey, kenapa?" tanya Adelio lagi
Masih belum ada jawaban. Adelio menghadapkan wajah Auristela ke arahnya.
"Lepas!" sentak Auristela dingin
Adelio menggeleng dan entah keberanian dari mana ia malah menarik pinggang Auristela, dan mengunci kedua tangan Auristela dengan satu tangannya. Tangannya yang satu lagi di wajah Auristela. Posisi ini mungkin sedikit intim.
__ADS_1
"Lo kelewatan Adelio!" ucap Auristela dingin. Ia jelas kaget dengan tindakan Adelio saat ini.
"Jelasin dulu kenapa kamu gak dateng dan malah hari ini aneh banget cuman sama aku?!" ucap Adelio tajam. Sepertinya Adelio lepas kendali saat ini.
Auristela merasa Adelio berbeda saat ini. Tapi anehnya ia seperti tak bisa berkutik.
"Gue dateng waktu itu," ucap Auristela tak sedingin tadi
Adelio mengernyit, "Mana ada dateng!"
"Gue dateng, tapi langsung pergi!" ucap Auristela seperti malas membahasnya
"Kenapa?" tanya Adelio semakin bingung.
Auristela yang terkejut refleks menjerit, "GUE CEMBURU! PUAS???"
Adelio melepaskan pinggang Auristela, menatap Auristela bingung. Sedangkan Auristela tengah menatap kesal Adelio saat ini.
"Cemburu?" tanya Adelio bingung
Auristela membuang mukanya menghela nafas. Malu juga. Ya, waktu itu dia melihat adegan Adelio dengan Adara. Ia awalnya memang memarkirkan mobilnya di sekitar z, namun ia tak sengaja melihat kedua sosok yang ia kenal. Ia terkejut karena ternyata itu Adelio dan Adara. Ia semakin bertanya-tanya saat melihat Adara yang sedang memakaikan kacamata pada Adelio. Ditambah mereka berdua terlihat akrab waktu itu. Auristela merasa terbakar waktu itu dan memilih pergi. Makanya ia tampak menjuhi Adelio tadi.
__ADS_1
Adelio yang mendengar cerita itu sangat tak menyangka. Aish, harus apa nanti ia menjelaskan tentang Adara. Tapi Adelio juga bersyukur, Auristela cemburu padanya. Artinya...
"Aku juga cemburu lihat kamu sama Galen tadi!" ucap Adelio memberanikan diri. Biarlah, Auristela mau jujur. Ia pun juga harus.
Auristela menatap Adelio lalu menghela nafas dan memalingkan wajah sana-sini bingung harus berkata apa.
"Jadi kita sama-sama..." Auristela menggantungkan ucapannya menatap Adelio
"Suka!" ucap Adelio memajukan wajahnya pada Auristela. Refleks Auristela menutup matanya dan...
Cup!
Itu terjadi begitu saja. Waktu itu tidak sengaja, namun saat ini sengaja. Dan sama-sama di perpustakaan. Bedanya saat itu di dalem, ini di luar.
Adelio tersenyum manis pada Auristela lalu menggandeng tangan Auristela berjalan menuju parkiran.
"Bisa jelasin tentang kejadian di Taman waktu itu?" tanya Auristela
Adelio menoleh, tampak bingung harus menjawab apa lalu tersenyum pada Auristela. "Suatu saat bakal aku jelasin!" ucap Adelio kembali mengahadap ke depan.
Auristela mengernyit bingung, namun memilih acuh aja. Ia tak menyangka akan menjalin hubungan dengan Adelio saat ini. Rasanya lega.
__ADS_1
Bagitupun dengan Adelio yang merasa sudah berhasil dengan tantangannya itu.