Topeng

Topeng
Weekend


__ADS_3

Adelard senang karena hari Minggu ini Auristela mengajaknya belajar bersama. Mereka akan belajar di sebuah Cafe.


Walaupun kemaren-kemaren Adelard kesal dengan perubahan Auristela pada Zayyan; Dan juga Galen yang bisa tidak dingin dengan Auristela, padahal dengan sahabatnya sendiri Galen suka dingin. Setiap hari malah.


Adelard turun dari tangga, di anak tangga terakhir, ia berpapasan dengan Adiknya. Adara meneliti pakaiannya dari atas hingga bawah.


"Loh, Kak! Kenapa kacamatanya dipake? Gaya udah keren gitu, kacamatanya dipake!" tegur Adara.


Adelard baru tersadar. Ia menepuk dahinya.


"Oh iya, gue kan lagi nyamar! Ra, lo temenin gue ke Mall yuk buat beli kemeja!" ajaknya


Melihat gelagat Adara yang akan menolak, Adelard buru-buru berucap


"Nanti gue beliin apa yang lo mau deh di Mall!"


Mata Adara seketika berbinar,


"Oke! Siap, Kak! Bentar gue siap-siap dulu!"


Adelard memutar bola matanya kala Adiknya berlari menaiki tangga. Dasar!.


Adelard sebenarnya bisa sendiri, hanya saja ia ingin sekalian nitip mobil sama Adara, biar dia langsung ke cafe.


***


Sebelum keluar mobil, Adara menahan lengan Kakaknya. Adelard mengernyit. Adara melepas kacamata yang bertengger di hidung Kakaknya.


"Kalau pake kacamata takutnya ketahuan!Mending jadi Adelard aja!"


Adelard mengangguk lalu keluar dan masuk ke Mall diikuti Adiknya.

__ADS_1


Ia sedang dipilihkan kemeja oleh Adara, hingga netranya tidak sengaja melihat Auristela yang ada di bagian Aksesoris sedang memilih-milih topi.


Mata Adelard membelalak, buru-buru ia berjongkok kala Auristela menengok ke arahnya. Adara bingung dengan tingkah Kakaknya, ia ikut berjongkok.


"Ada apa sih, Kak?" tanya Adara


Adelard menunjuk Auristela


"CANTIK BANGET GILA, KAK!!" pekik Adara


Adelard langsung membekap mulut Adara


"Berisik, njir!"


Adelard malu karena jadi tontonan, dan dipandang aneh oleh orang-orang disini.


Adelard melepas bekapannya


"Ngapa ngumpet sih, Kak?! Dodol banget! Kan dia gak tau kalau Kakak itu Adelio!"


Adelard menepuk dahinya, ia buru-buru bangkit, menatap kikuk orang-orang yang melihatnya aneh, berbeda dengan kaum hawa yang malah menjerit. Dasar! Nasib orang ganteng emang susah!


Adelard sudah selesai belanja, ia hanya sedang mengintai Auristela yang belum selesai dengan urusannya.


Adara menyenggol lengan Adelard


"Dia siapa, Kak?" tanya Adara menggoda


"Auristela!"


Adara melotot, "Yang suka Kakak ceritain itu? Yang suka buat Kakak bingung?"

__ADS_1


Adelard mengangguk. Memang Adelard suka bercerita dengan Adara, bahkan tentang Auristela sekalipun.


"Gila mata lo, Kak! Selera lo tinggi yah!


Ini mah cantiknya gila, Kak! Gue aja iri!"


Adelard tersenyum bangga. Membuat pekikan lagi disini. Adara berdecih. Dasar!.


Adelard melotot saat ada gerombolan cowok menghampiri Auristela, berusaha menggoda cewe itu. Tangan Adelard mengepal saat melihat Auristela yang tidak nyaman. Buru-buru ia menghampiri mereka.


Saat cowo itu hendak memegang tangan Auristela, buru-buru Adelard menepis tangan itu kasar.


Lalu menarik Auristela ke belakangnya. Adara langsung saja menghampiri Auristela.


"Wahhh mau jadi so jagoan lo?!!" ucap cowo yang tadi hendak memegang tangan Auristela.


Adelard tersenyum meremehkan.


"Wah ngajak ribut!" ucap salah satu cowo lainnya


"Hajar aja bos!" ucap cowo lainnya lagi.


Cowo tadi menyeringai lalu menghajar wajah Adelard.


Bugh!


"Ini buat lo yang udah so jadi pahlawan!!"


Adelard memegangi sudut bibirnya, lalu ia menyeringai kemudian membalas pukulan itu.


Bugh!

__ADS_1


"Ini buat lo yang udah berengsek gangguin cewe!!"


Hingga terjadilah aksi tonjok-tonjokan. Antara Adelard dan cowo itu. Dan bertambah panas saat 2 cowo lainnya ikut maju.


__ADS_2