Topeng

Topeng
Hari-hari tak tenang


__ADS_3

Auristela berangkat ke sekolah seperti biasa. Tapi kali ini di sepanjang koridor anak-anak ramai membicarakan sesuatu.


"Eh katanya kemaren ada anak yang gak sengaja lihat Elard dkk bully Adelio di Taman belakang!" ucap seorang Siswi


Deg!


Langkah Auristela seketika terhenti mendengar itu. Ia bersembunyi di tembok, berniat menguping.


"Oh ya?!!!" kaget yang lain


"Iya, Sumpah!" ucap Siswi tadi


"Kalian tau alasannya gak?" tanya Siswi itu yang dibalas gelengan oleh yang lainnya, "itu gara-gara Adelio pacaran sama si batu Auristela! Denger-denger Elard gak terima, karena Elard suka sama Auristela!" lanjutnya


"WHAT?!!!" seru yang lainnya


"Gila banget!" ucap salah satu Siswi lagi


"Kok bisa ya Elard suka sama si batu?! Heran gue!" ucap yang lainnya


"Mana gue tau lah!" ucap Siswi tadi

__ADS_1


"Emang Elard dkk gak takut sama Galen dan lainnya?" tanya seorang Siswi


"Akhir-akhir ini mereka kan udah gak deket! Adelio dijauhin gara-gara jadian sama Auristela! Ya, mereka pasti berani lah!"


Auristela yang mendengar itu tampak tak menyangka, ia langsung saja keluar dari persembunyiannya membuat anak-anak tadi langsung diam dan terus menatap pergerakannya.


Auristela masuk ke kelas. Ia menunggu Adelio, ingin mengetahui kebenaran pembicaraan anak-anak tadi. Jam pelajaran sudah dimulai namun Adelio belum juga masuk. Bahkan tadi Elard dkk dipanggil BK, mungkin ada yang melapor. Auristela menjadi semakin khawatir dan juga tak tenang saat Yeeshai dan Brady terus menatapnya dingin.


Jam Istirahat berbunyi, Auristela kali ini memilih ke kantin dan pastinya sendiri. Anak-anak masih ada yang membicarakan Adelio dan Elard dkk.


Cittt...


"Hai!" sapa Zhafira dengan senyumannya


Auristela hanya menatap Zhafira datar dan dingin seperti biasa


"Eummm, pacar cupu lo mana?" tanya Zhafira meledek, "oh iya gue lupa! Kan gak masuk karena dibully gara-gara pacaran sama lo!" lanjutnya terkekeh


"Aishhh, Adelio kasian banget! Harus pacaran sama lo! Udah dijauhi temen-temennya, dibully sampai gak masuk lagi! " ucap Zhafira, "ternyata selain berhati batu, lo juga pembawa sial ya! Duh!" tambah Zhafira terkekeh sendiri


"Udah?" ucap Auristela dingin

__ADS_1


Zhafira langsung merubah rautnya menjadi datar, "Sialan lo! Makin songong aja!" kesalnya


"Silahkan pergi, gue gak mau duduk semeja bareng orang gak ada kerjaan kaya lo!" ucap Auristela dingin tak menghiraukan perkataan Zhafira.


Dengan menahan kesal, Zhafira beranjak pergi menuju meja teman-temannya.


Tak lama kemudian ada yang datang lagi dan duduk di depan Auristela. Auristela yang hendak menyuapkan Baksonya ke mulut, langsung meletakkannya lagi di mangkok.


"Kalau gak penting mending per-"


"Gue mau minta maaf, Kak!" ucap Nerissa memotong ucapan Auristela.


Yup! Orang itu adalah Nerissa.


Auristela mengangkat sebelah alisnya heran. Nerissa yang melihat itu langsung menceritakan awal mula ia benci Auristela karena dipengaruhi Clarinta, lalu saat menjadi mata-mata dan menyebar hubungan Auristela dan Adelio.


"Maaf, Kak! Gue gak tau apa yang mereka lakuin waktu itu! Gara-gara gue Kak Adelio gak masuk, hari-hari Kakak juga gak tenang! Maafin aku Kak!" ucap Nerissa menunduk


"Gak papa!" balas Auristela singkat. Lagian dia juga tau Nerissa itu labil.


Kelabilan yang sialnya berdampak baginya.

__ADS_1


__ADS_2