
Setelah melakukan shalat duhur dan makan siang, akhirnya babak final akan segera dimulai.
Sang pembawa acara mulai menaiki panggung,
"Assalamualaikum wr.wb." salamnya
"Waalaikum salam wr.wb"
Yang merasa Muslim disini menjawab salam tersebut.
"Oke langsung saja kita mulai babak final OSN Kimia tingkat SMA swasta se-Jakarta Selatan tahun ini."
Riuh tepuk tangan menggema di lapangan sekolah ini.
"Kita panggil perwakilan dari SMA Gemilang,
ananda A.Adelio! Mana tepuk tangannya?!"
Prok! Prok! Prok!
Adelio yang sedang duduk pun disenggol lengannya oleh Auristela,
"Sana maju! Semangat ya!" ucapnya menyemangati.
Adelio hanya tersenyum lalu mulai melangkah menaiki panggung dengan sorakan dan dukungan dari guru pembimbing, Auristela dan juga beberapa sekolah yang masih disini, ikut menyemangati Adelard.
__ADS_1
Adelard duduk di salah satu kursi.
"Oke kita panggil lawan dari Adelio, perwakilan dari SMA Galaksi, ananda Saguna Zephyr! Ayo maju! Mana tepuk tangannya?!"
Riuh tepuk tangan dan sorakan juga mengiringi langkah Saguna.
Kini kedua belah pihak sudah duduk di kursi masing-masing.
"Hmmm lihatlah wajah-wajah baru ini. Akankah Adelio perwakilan dari SMA Gemilang seperti perwakilan tahun lalu bisa mempertahankan gelar sebagai juara 1 atau malah sebaliknya Saguna, perwakilan dari SMA Galaksi mampu merebut gelar itu yang selama bertahun-tahun dipegang oleh SMA Gemilang? Kita saksikan saja babak final OSN Kimia tingkat SMA swasta se-Jakarta Selatan kali ini!"
Riuh tepuk tangan lagi-lagi menggema.
Akhirnya babak final OSN Kimia pun dimulai.
Setelah melalui perdebatan menguji kecepatan dan ketepatan dalam menjawab soal, akhirnya sang juara pun sudah diperoleh.
Setelah babak final OSN Kimia, kini giliran OSN Fisika yang akan dimulai babak finalnya.
"Oke kita lanjut ke babak final OSN Fisika!
Lagi-lagi sekolah dan bahkan pesertanya sama!"
Anak Angkasa itu melirik ke arah Auristela. Begitupun dengan Auristela. Mereka sama-sama mengibarkan bendera perang.
"Kita sambut perwakilan dari SMA Angkasa,
__ADS_1
ananda Zaire tryson! Kita beri tepuk tangan yang meriah!"
Anak Angkasa yang bernama Zaire itu melangkah manaiki panggung.
"Dan kita sambut lawan lama dari Zaire, perempuan satu-satunya yang ikut babak final dalam perlombaan OSN tahun ini.
Perwakilan dari SMA Gemilang, Auristela Chalondra! Kita beri tepuk tangan yang meriah!"
Auristela pun bangkit dari kursi penonton dan melangkah menuju panggung diiringi tepuk tangan yang meriah.
Mereka berdua sudah duduk dan saling melempar tatapan peperangan.
Sang pembawa acara melirik mereka
"Auristela dan Zaire! Bagaimana sudah siap bertarung lagi?"
Keduanya mengangguk.
"Mari kita saksikan babak final kali ini! Kita lihat akankah Auristela masih bisa bertahan atau akan dikalahkan oleh Zaire? Mari kita saksikan bersama-sama!"
Riuh tepuk tangan kembali menggema. Sorak-sorak dukungan bersahutan, memeriahkan acara.
Auristela melirik ke arah Adelio yang kini sedang tersenyum padanya, begitu juga pak Javer dan Bu Friska yang menyemangati. Auristela menanggapinya hanya dengan senyum tipis.
"Oke langsung saja, sistemnya tidak jauh beda dari final OSN Kimia tadi. Dibabak pertama setiap peserta diberi waktu 1 menit untuk menjawab soal secara bergiliran. Jika salah akan dilempar ke pihak lawan. Setiap soal poinnya berbeda tergantung kesulitan soal.
__ADS_1
Dan dibabak kedua sistemnya dengan 'siapa cepat dia dapat'. Jadi kalian akan berebutan menjawab soal! Penentuan pemenang dengan menjumlahkan poin dibabak pertama dan kedua! Oke semangat!"