
“PUAS LO!!” gertak Adelard
Galen menyeringai, “Hmmm, sangat menabjubkan. Bukan begitu, Auristela?.”
Bola mata Adelard seketika membola. Dia langsung saja membalikan badannya dan mendapatkan Auristela berdiri di depannya dengan tatapan yang Adelard pun bingung untuk mengartikannya.
“Ris-“
Ucapan Adelard terhenti begitu saja saat Auristela membalikkan badannya dan melangkah pergi.
“ARGHHH!” jerit Adelard frustasi
Adelard membalikkan badannya menatap seluruh penghuni kantin,
“SEMUANYA DENGERIN! COWO YANG SELALU KALIAN HINA, KALIAN CACI MAKI, KALIAN BULLY. ITU GUE, A. ADELIO ALIAS ADELARD ADELIO!!!”
“DAN INGET INI, SAMPAI KALIAN BERANI NGUSIK CEWE GUE, NGOMONGIN DIA LAGI, HINA DIA LAGI, CACI MAKI DIA LAGI. SIAP-SIAP AJA BERURUSAN SAMA GUE!!!”
Puas berteriak Adelard melirik kecewa ke arah Yeeshai dan Brady. Yang dilirik pun merasa tersentak. Ada rasa bersalah dalam diri mereka. Adelard tak pernah menatap mereka seperti itu. Tapi memang ini juga kesalahan mereka tak menghentikan aksi Galen tadi. Tapi entah mengapa rasa lega juga ada dalam diri mereka. Apa mungkin karena perkiraan hubungan Adelard dan Auristela diambang kehancuran?.
Adelard ganti menatap Galen. Ia merasakan rasa antara emosi, kecewa dan juga pengkhianatan. Ia mengepalkan tangannya dan memilih pergi untuk menyusul Auristela.
***
__ADS_1
Saat sedang mencari Auristela, Adelard malah dipanggil BK.
Hening. Benar-benar hening. Adelard dan Bu Tias (Guru BK) sama-sama membungkam mulut mereka. Hingga...
Brak!
“YA AMPUN ADELARD, KENAPA GAK DARI DULU JADI CUPU AJA SIH? IBU TUH SETRES NGADEPIN KAMU SAMA TEMAN-TEMAN KAMU ITU, ASTAGFIRULLAH!”
“BELUM 3 BULAN PENUH UDAH SELESAI AJA! AWAS AJA KALAU KALIAN BEREMPAT BIKIN ULAH LAGI, BLA, BLA, BLA!”
“Astagfirullah,” batin Adelard
“Assalamualaikum,”
Adelard seketika menyalimi beliau.
“Udah selesai, Lard?”
“Udah, Pak! Maaf dan terima kasih, Pak!”
Pak Abraham mengangguk, “Kamu ke kelas saja Adelard, bel masuk sudah berdering sedari tadi.”
“Baik, Pak!” balas Adelard lalu manyalami Pak Abraham dan juga Bu Tias.
__ADS_1
“Permisi Pak Abraham, Bu Tias!” pamitnya lalu keluar.
Apa kalian bingung dengan situasi diatas? Terus paham gak maksud kata ‘Selesai’ yang dilontarkan Pak Abraham?
Jadi sebelum penyamaran itu, Adelard sudah mempersiapkan segalanya. Hey, sekolah ini tidak bodoh. Akan sulit memalsukan identitas diri. Jadi jalan satu-satunya adalah meminta bantuan dari Kepala sekolah.
Tentunya ada persyaratan yang juga diajukan oleh Kepala sekolah. Adelard dan para sahabatnya itu harus full masuk ***, tidak boleh bolos. Tidak boleh bikin ulah. Ribut depan umum dengan Elard dkk misalnya.
Dan dengan amat-amat terpaksa mereka menyetujuinya.
Yang tau Adelard menyamar hanya Kepala sekolah dan guru BK saja. Yang lain tidak. Dan sungguh, Pak Abraham memang patut diacungi jempol aktingnya. Apalagi saat masalah OSN kemaren, beliau benar-benar membantunya.
Dengan Adelard yang berpartisipasi dalam memenangkan 2 OSN berturut-turut dan juga para sahabatnya yang tertib menghadiri *** serta tidak bikin ulah; Pastilah sebuah keberuntungan untuk Pak Abraham dan juga Bu Tias.
Jadi Akibat penyamaran ini, mestilah Adelard tidak akan dihukum.
Adelard tidak langsung ke kelasnya. Cowo itu memilih ke kamar mandi. Dia membasuh mukanya di wastafel. Adelard mendongak, memandang wajahnya di wastafel.
“I’am Back!”
Huh!.
...----------------...
__ADS_1
lanjut gak guys?😂