
Adelard tengah di kamarnya saat ini. Ia tadi ingin menemani Auristela menemani Nerissa, namun ia takut dicurigai jadi memilih pulang saja dengan berjalan kaki menuju mobil Papanya yang sudah menjemput tak jauh dari sekolah.
Adelard membuka hpnya dan mencari kontak Auristela. Ia ingin menanyakan kabar kekasihnya itu.
...Auristela C....
^^^Udah pulang?^^^
Tak ada balasan. Adelard terus menunggu tapi masih belum ada balasan. Saat memasuki waktu isya, ia memilih untuk menunaikan ibadahnya terlebih dahulu. Baru ia akan mengecek hpnya, Mamanya sudah memanggilnya untuk makan malam.
Adelard naik ke atas lagi dan membuka hpnya . Masih belum ada balasan. Ia memilih memainkan hpnya yang satu lagi (iPhone)
Ting!
Adelard langsung saja mengambil hpnya yang tadi dan membukanya.
...Auristela C....
Udah. Maaf tadi lama balesnya, nganter Nerissa dulu tadi.
^^^Oh ya udah, udah makan?^^^
Belum. Ini aja baru sampai di depan Rumah Nerissa.
^^^Belum pulang ini.^^^
^^^Ya udah cepet pulang, istirahat. Cape, kan?^^^
Oke!
(Read)
____
Adelard langsung menutup percakapannya, ia ingin Auristela cepat pulang ke Rumah. Ini sudah malam, tak baik untuk Auristela. Dan juga, pasti cewe itu kelelahan.
***
Pagi ini Adelio sedang menunggu Auristela di Taman kota waktu itu. Auristela mengajaknya untuk mengunjungi Panti asuhan hari ini. Katanya daripada di Rumah gak ada kerjaan. Ya memang hari Selasa ini mereka diliburkan untuk istirahat.
Tak lama Auristela datang dengan mobilnya. Auristela keluar dari mobilnya dan menghampiri Adelio yang sedang duduk di Taman.
__ADS_1
"Jadi, kan?" tanya Auristela
"Jadi! Ayo!" ucap Adelio lalu bangkit dan menggandeng Auristela berjalan menuju mobil.
"Bisa nyetir gak?" tanya Auristela
"Bisa kok!" balas Adelio
"Ya udah, kamu aja ya yang nyetir!" ucap Auristela dengan senyumannya.
Sekarang mereka sudah menggunakan 'Aku-kamu'.
Adelio terkekeh, "Ya udah, mana kuncinya?" tanyanya
Auristela memberikan kunci mobilnya pada Adelio dan langsung diterima Adelio. Adelio membukakan pintu mobil untuk Auristela yang dibalas kekehan oleh Auristela.
"Ini langsung ke Panti?" tanya Adelio
"Ya langsung aja. Lagian aku udah kirim barang-barangnya kok!" balas Auristela
Adelio menganguk saja. Tidak ada percakapan lagi, hanya Auristela yang menunjukkan arah jalannya. Adelio mengernyit, rasanya ia kenal arah jalan ini.
Sesampainya disana Adelio melotot. Disana ada mobil Mamanya. Tuh kan! Ia memang sering mengantar Mamanya ke Panti ini.
"Ayo turun!" ajak Auristela
Adelio akhirnya memilih turun.
"Assalamualaikum!" salam keduanya
"Waalaikum salam!" balas dua orang di dalam sana.
Auristela bingung, karena ada sosok asing di depannya.
"Eh ada Auristela!" ucap Ibu Sani, pengurus Panti asuhan disini.
"Bu!" ucap Auristela sambil menyalami Sani. Adelio juga ikut menyalami, lalu keduanya duduk.
"Gak sekolah?"
"Engga! Kemaren ikut OSN jadi diliburin."
__ADS_1
"Siapa ini?" tanya Sani menunjuk Adelio
"Pacar, Bu!" balas Auristela gamblang
"Oalah! Kok kaya mirip..." ucap Sani seperti tengah berfikir. Adelio sudah was-was sendiri, sedangkan Auristela jelas penasaran.
"Bu Sani ini siapa ya?" tanya Freya supaya Sani tak melanjutkan ucapannya.
Tadi Freya sempat kaget melihat ada anaknya disini. Anaknya tadi tak mau mengantarnya kesin. Lihatlah, anaknya itu malah disini dengan pacarnya lagi. Wahh awas saja nanti Adelard!.
Sani tersenyum, lalu merangkul bahu Auristela. "Oh ini Auristela anaknya Agler. Dia sering kesini sama Ayahnya, kadang juga sendirian." jelasnya
Auristela tersenyum lalu menyalimi Freya di depannya, "Auristela, Tante!" ucapnya
Freya sedikit terkejut lalu tersenyum, "Anaknya Agler cantik banget ya ampun! Tapi kok setiap saya kesini gak papasan ya?" bingungnya
"Gak tau tuh, Tante!" ucap Auristela.
Freya terkekeh. Sepertinya ia merestui jika Auristela dengan anaknya.
"Tante kenal Ayah saya?" tanya Auristela
"Kenal lah! Tante, Suami Tante terus Ayah kamu itu sahabatan waktu SMA! Dan ya, kami sering main kesini!" jelas Freya
Adelio tak menyangka mendengar fakta itu. Benar-benar sebuah kebetulan yang terduga. Ia yakin dengan ini pasti hubungannya dan Auristela bakal direstuin. Semoga.
Auristela mengangguk saja, lalu keduanya saling mengobrol. Sani juga ikut nimbrung. Tiba-tiba saja ada 5 anak kecil datang sembari berteriak
"KAK AURISSSS!!!" teriak mereka, lalu menghampiri Auristela dan menarik-narik tangan Auristela.
"Kak Auris ayo main! Kangen!" ucap salah satu dari mereka.
Auistela terkekeh, "Udah selesai belajarnya?"
"UDAH!!!"
Semuanya terkekeh begitupun Auristela, " Ya udah ayo!" ajak Auristela lalu bangkit.
"Ibu, Tante! Auristela mau main dulu ya!" ucap Auristela dibalas anggukan, "ayo, Ade!" ajak Auristela pada Adelio.
Adelio bangkit, saat ia mau menyusul, Freya bangkit dan membisikinya.
__ADS_1
"Awas ya kamu nanti! Gak bilang-bilang punya Pacar sebagus ini!"
Adelio melirik Mamanya lalu mendengus dan segera menyusul Auristela.