
Auristela mengajak Adelio ke Taman dekat Cafe. Sebenernya bisa saja Auristela memilih
ke Mall yang juga dekat dengan Cafe tadi. Tapi ia menghargai Adelio yang mungkin ekonominya kelihatan tak mampu. Jadi ia mengajak Adelio ke Taman.
Gak tau aja Auristela kalau Adelio ini aslinya sultan.
Sebelum itu mereka terlebih dahulu shalat di Cafe. Karena kebetulan di Cafe itu ada mushola di dalamnya walau kecil.
Mereka berjalan keluar Cafe menuju ke Taman dengan berjalan kaki, tak lupa memakai topi merah mereka masing-masing. Melihat style mereka, orang pasti mengira mereka berdua sepasang couple. Kebetulan cuaca sedang cerah dan berangin, jadi mereka tidak kepanasan.
Mereka berjalan kaki sambil mengobrol dan bercanda ria. Bukannya ini lebih menyenangkan? Menikmati perjalanan bersama, tertawa bersama dengan cara sederhana. Tak perlu mewah-mewah dengan menggunakan mobil atau motor yang mahal, atau bahkan berjalan-jalan ke Mall, Taman bermain atau ke destinasi wisata. Cukup berjalan bersama menikmati hari dengan berjalan kaki menuju Taman sambil bercanda ria. Sungguh menyenangkan. Apalagi jika bersepeda bersama. Membayangkannya saja sudah terasa menyenangkan.
Sekarang ini mereka sudah berada di taman. Masih sibuk berkeliling dan bercanda ria. Kebetulan Taman agak sedikit ramai. Wajar, ini weekend.
Mereka sibuk berkeliling lalu pandangan Auristela tidak sengaja mengarah pada penjual es cream.
"Ade! Bentar yah!" ucapnya lalu menghampiri penjual es cream tersebut. Sedangkan Adelio hanya memperhatikannya dari jauh.
Lalu Auristela kembali lagi dengan membawa dua es cream cone.
"Nih!" ucap Auristela sambil menyodorkan satu es cream cone rasa coklat.
Adelio mengernyit, tapi akhirnya menerima es cream itu sambil tersenyum
"Makasih!" ucapnya
"Hmmm!" balas Auristela sambil menjilat es creamnya.
Mereka berjalan mengelilingi taman lagi.
"Oh ya! Lo kok bisa akrab sama ketiga Most Wanted sekolah? Bukannya awal-awal mereka bully lo ya?" tanya Auristela penasaran, masih sambil menjilati es creamnya.
Adelio yang juga sedang menjilati es creamnya seketika menghentikan kegiatannya itu, lalu mencoba memikirkan jawaban yang cocok sambil masih berjalan.
"Eumm mereka gak bully sebenernya, cuman mau jailin doang! Sebenernya juga awalnya gak nyangka sih bisa berteman sama mereka! Tapi ya gak tau juga, itu berjalan gitu aja!" balasnya dibuat sesantai mungkin.
Penjelasan Adelio memang ada sedikit benarnya. Awal dia dekat dengan para sahabatnya itu akibat waktu SMP tak sengaja sekelas, lalu itu berjalan begitu saja. Banyak kesamaan hoby, banyak fans. Jadi menyebabkan lama-lama mereka sering bersama dan jadi bersahabat sampai sekarang.
__ADS_1
Auristela mengangguk. Agak sedih juga saat mengingat ia sudah tak ada teman.
"Ternyata mereka gak pilih-pilih, Baik juga!Padahal kan banyak yang gak suka sama lo!"
"Yang terpenting itu mereka tulus dan untungnya gak jadiin aku babu mereka."
"Hahaha iya!"
Tapi dipikir-pikir lagi, Adelio juga tak akan tau, apakah jika ia murni seorang cowo cupu, para sahabatnya itu akan berteman dengannya? Entahlah.
"Oh ya maaf, kamu juga kayanya gak ada teman. Dari dulu gitu?" tanya Adelio hati-hati
Auristela tertegun sejenak, lalu tersenyum miris.
"Eummm ada sih waktu SMP sampai bertahan di kelas 1 SMA semester awal.Tapi ya udah gak ada lagi."
Adelio tertegun
"Eumm maaf!"
"Gak papa!"
"Gak juga! Gak niat temenan kali! Mereka gak bisa percaya sama gue, dan gak mau temenan sama gadis berhati batu kaya gue katanya," balas Auristela sedikit flashback.
Adelio hanya diam tak mau terlalu menanggapi. Lalu pandangannya tak sengaja mengarah pada beberapa sepeda yang berjejer rapi.
"Ris! Naik sepeda yuk!" ajaknya sambil menunjuk sepeda-sepeda itu.
Auristela mengarahkan pandangannya mengikuti arah telunjuk Adelio, lalu dia tersenyum
"Ayok!" serunya lalu segera menarik tangan Adelio membuat Adelio sedikit terkejut, namun segera tergantikan dengan senyuman.
Mereka akhirnya menyewa sepeda dan mengayuh sepeda bersama mengelilingi Taman.
"Balapan yuk!" ajak Adelio
"Ayo!" balas Auristela
__ADS_1
Lalu mereka pun mengayuh sepeda mereka lebih kencang. Mereka tertawa disela-sela mengayuh sepeda.
Dan akhirnya mereka cape juga. Mereka berbaring di rerumputan.
"Hahaha cape!" celetuk Auristela sambil masih mengatur nafasnya setelah berbalapan sepeda tadi.
"Hahaha iya!" balas Adelio yang juga masih mengatur nafasnya.
Mereka tertawa bersama lagi. Lalu setelah cukup beristirahat mereka mengembalikan sepeda itu. Mereka berjalan lagi.
"Tadi gue kan ya yang menang, sekarang sebagai hukumannya, lo gendong gue sekarang sampai ke jalan raya!" celetuk Auristela
Memang mereka sepakat yang kalah akan dapat hukuman dan kebetulan Auristela lah yang menang. Tapi itu Adelio sengaja yah. Biar Auristela senang.
Adelio hanya mengangguk mengiyakan lalu ia jongkok di hadapan Auristela. Dengan senang hati Auristela menyambut itu.
"Selfi yuk!" ajak Auristela
"Eh!" kaget Adelio.
Belum juga Adelio mengelak, Auristela sudah mengangkat ponselnya mengarahkan pada mereka berdua. Mau tak mau Adelio berhenti sebentar, lalu mereka pun berselfie ria. Mereka tertawa lagi dengan gaya-gaya selfie mereka.
Sungguh hari yang indah.
Mereka sudah sampai di depan Cafe
"Duluan yah Adelio! Seneng bisa main bareng lo!" pamit Auristela dengan senyuman yang mengembang
"iya, hati-hati!"
Lalu mereka berpisah
Gimana Spesial part Auristela sama Adelard? Eh maksudnya sama Adelio! Kan lagi nyamar. Hehehe!
Jangan lupa vote, like, komen and share yah!
__ADS_1
Thank