
Auristela, Adelio dan Nerissa tengah belajar di Perpustakaan saat ini untuk yang terakhir. Besok di hari Sabtu mereka akan ada Simulasi. Sedangkan hari Minggunya digunakan untuk istirahat. Dan Seninnya saatnya bertarung.
Nerissa tengah mengerjakan latihan soal lagi kali ini. Ia menatap kedua insan di depannya yang tengah bekerjasama menyelesaikan soal dengan bertanya satu sama lain entah itu Fisika atau Kimia. Ia jadi minder sendiri karena tidak ada yang butuh ilmu Biologinya sepertinya.
Nerissa menunduk menghela nafas. Ia memperhatikan soal Fisika yang tak ia mengerti bagaimana penyelesaiannya. Padahal ia sudah cari sana-sini. Coba berbagai cara, tapi tak berhasil. Ia ingin bertanya tapi gengsi. Ia mencoret-coret kertasnya dengan suntuk.
"Nerissa," panggil Auristela, menghentikan kegiatan tak jelas Nerissa
Nerissa mengangkat kepalanya, memandang Auristela dengan mengangkat satu alisnya bertanya.
"Bisa bantu jelasin struktur tubuh Bakteri? Gue agak lupa," ucap Auristela
Nerissa bersorak senang dalam hati. Akhirnya ada juga yang butuh bantuannya.
Nerissa langsung saja membuka bukunya dan melihat materi mengenai Bakteri. Nerissa menunjukan gambar struktur tubuh Bakteri pada Auristela. Dan mulai menjelaskan beberapa penyusun tubuh Bakteri beserta fungsinya. Auristela mengangguk paham.
"Makasih," ucap Auritela yang dibalas anggukan oleh Nerissa
"Kak, bisa bantuin ngerjain latihan soal nomer 35 gak? Ini masalah Gravitasi Newton, agak bingung." ucap Nerissa sambil menunjukan soalnya.
Auristela sedikit terkejut sebenarnya, namun ia hanya tersenyum kecil dan mencoba menjelaskan sebisanya.
__ADS_1
"Pantes gak ketemu! Gue salah perhitungan ternyata!" ucap Nerissa sambil menghitung
"Makanya ketelitian juga perlu," ucap Auritela
"Ok, makasih!" balas Nerissa
Kini keduanya jadi terlihat kompak. Mereka jadi suka menyelesaikan soal bersama-sama. Adelio juga terkadang ikut nimbrung. Mereka sudah tak canggung lagi untuk saling bertanya.
Keesokan harinya Nerissa amat bersemangat untuk menjalani Simulasi. Sekarang ini ia ada di toko kue berniat membeli kue untuk dimakan bersama Aurisela dan Adelio nantinya. Saat mau membayar, tiba-tiba ada bunyi panggilan telepon dari hpnya. Ia menerima kue itu dan membayarnya dulu kemudian berjalan ke mobil sambil membuka hpnya. Nama Clarinta tercantum disitu. Ia langsung saja menggeser ikon hijau.
"Ada apa, Cla?" tanya Nerissa
"Lo lagi mantau di sekolah?" tanya Clarinta di seberang sana
"Hah?! Ngapain?"
"Ya beli kuelah! Dodol banget lo!"
"Buat siapa?"
"Ya buat dimakan bareng-bareng lah!"
__ADS_1
"Jangan bilang sama dua orang itu?!"
"Ya emang! Kenapa sih?"
"Omaygat! Lo tu kesambet apaan sih? Ngapain beli kue buat mereka?! Lo jangan lupa sama tugas lo ya!"
Nerissa seketika sadar dan menatap kantong plastik berisi kue kering di dalamnya, "Iya juga! Gue kok aneh?" batinnya
"Nerissa hey!! Jangan-jangan lo terpengaruh sama mereka ya?! Heh, lo jangan ketipu sama mereka! Bisa aja mereka itu mau manfaatin lo! Secara lo ngikut Kak Zhafira dkk dan ya Auristela kan gak ada temen! Siapa tau dia nyari kawan! Dan itu lo!" ucap Clarinta lagi di seberang sana
"Iya, maaf! Ya udah Cla, bye!"
"Bye! Inget lo!"
"Iya-iya!"
Tut!
Nerissa melihat lagi kantong plastiknya, "Sialan!! Gue kenapa sih?!!" kesalnya.
"Mba? Waras, kan?" ucap seorang anak kecil yang lewat di depan Nerissa
__ADS_1
Nerissa seketika melotot, "Eh sialan! Gue waras ya!!"