
Adara menghela nafasnya setelah duduk di kantin. Dia sendirian. Tak ada satupun teman, tidak seperti di SMP yang mempunyai banyak teman. Ah, Adara lupa, mereka semua kan munafik.
Adara melirik meja perkumpulan Kakaknya itu yang terlihat seru. Ingin sekali ia bergabung. Apalagi ada Auristela disana. Eh, bentar. Adara merasa ada yang kurang. Ah, benar. Dimana crush nya itu?.
"Hai! Boleh duduk disini gak?"
Suara seorang lelaki menginterupsi Adara. Dia melirik lelaki yang sekarang sudah duduk di depannya. Dia mengernyit. Ngapain izin kalau ujungnya langsung duduk?
Adara malas sungguh. Apalagi melihat lelaki itu yang tersenyum lebar ke arahnya. Adara tau apa maksudnya. Dari semenjak MPLS memang banyak yang mulai mendekatinya. Adeknya Adelard nih! yakali dilewatin!.
"Siapa nama lo?" Cowo itu mulai membuka obrolannya. Hmmm, sesi pdkt dimulai.
"Adara"
Adara membalas singkat dengan malas. Dia lebih tertarik dengan makanan di depannya daripada cowo di depannya ini.
"Kenalin gue Lais. Diinget yah, karena gue bakal ada di sekeliling lo nantinya."
Adara tak peduli sungguh.
"Oh ya, lo kelas 10 apa?"
Rupanya Lais tak gencar mendekati Adara, meski Adara tampak cuek.
"Gak penting juga lo tau kelas gue, Kak!" Adara cukup sadar bahwa cowo di depannya ini Kakak kelasnya.
"Penting dong! Biar gue bisa selalu ngunjungin lo di kelas!"
"Gabut banget lo perasaan!"
"Ini tuh-
"Diem deh Kak! Gue keganggu tau nggak!" Kesabaran Adara habis. Dia menatap tajam cowo itu.
Lais naik pitam. Baru kali ini ada cewe yang seberani itu dengannya. Apalagi ini anak SMP yang baru aja resmi jadi anak SMA! Benar-benar songong!.
"Gue dari tadi sabar yah ngadepin lo! Songong banget lo! Baru masuk SMA juga!"
Adara yang mendengar itu ikut terpancing.
"Terserah aku dong, Kak! Lagian Kakak yang ganggu aku duluan!"
__ADS_1
"Gue cuman mau deket sama lo! Lo nya aja yang sok jual mahal!"
"Kakak gak sadar diri! Tiba-tiba sok akrab dan sekarang malah nyaci maki! Sialan tau gak!"
Brak!
"Lo! Dasar cewe sialan!" Lais marah dan menunjuk-nunjuk Adara yang masih terkejut dengan gebrakan meja yang ia lakukan tadi.
Dengan amarah yang masih memuncak, Lais mengangkat tangannya hendak menampar Adara. Adara refleks menutup matanya. Dan...
Bugh!
Adara membuka matanya, dan ia benar-benar terkejut melihat Galen yang sedang memukuli Lais. Adara berdiri menyaksikan pergulatan panas itu.
Setelah Lais tampak tak berdaya di hadapannya, Galen membisikkan sesuatu pada telinga Lais,
"Tangan lo emang banci! Dan gue peringatin, lo gak usah ganggu cewe tadi lagi, atau gue bakal hancurin lo dan para cecunguk Elard yang lainnya. Ingat itu, Lais!"
Apa ada yang lupa sama Lais? Lais itu salah satu temennya Elard. Dan Galen tentu gak bakal diem aja melihat adik sahabatnya diganggu salah satu cecunguk Elard. Apalagi Adara hampir ditampar. Benar-benar minta dihajar!.
Galen melirik sekilas pada Adara, kemudian cowo itu kembali ke tujuan awalnya, menuju meja para sahabatnya.
Adara menatap sendu ke arah punggung Galen yang semakin menjauh. Sekilas Adara melihat tatapan khawatir dari meja Kakaknya itu, Adara hanya tersenyum tipis menenangkan mereka.
Meski Galen baik dengannya, tetap saja Adara merasa dia hanya orang asing dimata Galen. Dan sikap baik Galen padanya pasti karena dia adalah adik dari sahabat cowo itu. Mana mungkin Galen bersusah-susah baik kepadanya jika bukan karena itu?.
Susah yah suka sama iceboy kaya Galen. Poor Adara.
"Lo gak papa, maaf ya gue telat!"
Adara menoleh kearah sampingnya
Fillo
Dia adalah teman semeja Adara. Adara tak menyangka cowo itu akan ada di sampingnya saat ini.
"Cowo tadi udah pergi yah, gitu amat dah Kakel disini!" Fillo berkomentar
"Eh duduk, Dar! Makanan lo belum abis ini!"
Adara menurut. Dia kembali duduk. Adara tidak lanjut memakan makanannya. Selain karena sudah tak minat, dia juga bingung dengan cowo di depannya ini yang malah asik makan.
__ADS_1
Fillo yang menyadari bahwa dia sedang diperhatikan pun mengangkat pandangannya menatap Adara.
"Kenapa lo? Gitu amat liatin gue!" ucapnya, "gue tau kok kalau gue itu ganteng!" lanjutnya dengan percaya diri.
Adara mendengus. Adara akui Fillo emang ganteng. Tapi menurut Adara, Fillo itu lebih ke imut dari pada ganteng. Namanya aja imut.
Baby face deh mukanya Fillo itu. Tapi sifatnya benar-benar tak mencerminkan nama dan wajahnya. Dari caranya bicara saja, Fillo gak ada kesan imutnya.
"Aneh aja lo datengin gue gini!" Adara berucap
"Lo gak nganggap gue temen yah? Jahat banget lo!" kini malah Fillo yang merasa aneh dengan Adara
"Loh kok? Gue cuman tau nama lo doang yah, lagian cuman temen satu meja!"
Mata Fillo membulat sempurna dengan mulut penuh. Bener-bener imut! Adara saja sampai gemas.
Fillo menelan makanannya dengan susah payah, "Lo tuh yah, satu meja berarti temenan! Emang lo sanggup terus-terusan asing sama temen satu meja lo? Enggakan?" ucapnya. Fillo mengambil minum, "lagian, ya kali satu meja diem-dieman. Bikin gak betah aja!" lanjutnya bergugam
"Nyatanya dulu gue gitu sama temen semeja gue!" batin Adara.
Dulu teman semeja Adara memang pendiem, tipe-tipe anak ambis. Adara tidak pernah dekat dengannya. Ketika berusaha mendekati pun tak direspon. Padahal Adara berharap bisa berteman dengan anak itu. Anak itu juga tidak memanfaatkannya seperti anak yang lain. Tapi sayang sekali, sampai lulus pun Adara tidak bisa dekat dengan teman semejanya.
"Ya udah deh, gini aja. Kenalin gue Fillo, dan gue bakal jadi teman lo mulai saat ini!"
Adara menatap Fillo yang juga sedang menatapnya. Menunggu ia setuju menjadi teman cowo itu, mungkin.
"Gak mau! Lo cowo!" Adara menolak. Btw meski cantik, Adara gak pernah punya temen cowo. Paling sekedar teman kelas. Itupun gak terlalu dekat.
"Apa salahnya sih? Lagian udah biasa juga cewe cowo temenan. Kalau lo takut gue gini karena naksir sama lo, tenang aja. Gue type orang yang kalau dari awal nganggep temen ya bakal seterusnya nganggep temen.
"Perasaan gak ada yang tau kali!" Adara membalas
"Terserah lo deh. Tapi gue jamin gue bakal gak ada rasa sama lo, kalaupun ada, gue gak akan jadi penghalang antara lo sama cowo lo nantinya. Tenang aja!"
Adara pikir ini tidak buruk. Keduanya mulai saling ngobrol sembari menghabiskan makanan mereka. Adara rasa, Fillo cukup asik juga. Ditambah wajah cowo itu yang bikin betah.
...----------------...
TBC
Ada yang kangen Adara gak? Spesial part Adara nih. Mulai saat ini, Adara bakal berperan penting dalam cerita ini. Ada yang bisa nebak gimana ceritanya?
__ADS_1
Jangan lupa vote, komen and share yah!