Topeng

Topeng
Chapter 4


__ADS_3

Adelard memasuki kelas dan langsung disambut heboh 2 curutnya itu.


“Lard, kesini cepet!” Yeeshai berseru


“Cepetan weh! Ada berita bagus ini!” Brady ikut berseru


Galen yang merasa terganggu memasang earphone pada telinganya dan kembali sibuk dengan ponselnya itu.


Adelard sendiri merasa malu dengan tingkah keduanya. Udah kaya anak cewe tukang gosip aja!.


Adelard sampai juga di kursinya, “Malu-maluin banget lo berdua elah!” kesalnya


“Laknat banget lo!” Yeeshai membalas dengan ketus


“Makanya kalau berangkat itu pagi! Jangan kesiangan mulu! Mentang-mentang udah gak nyamar, berangkat seenaknya sendiri!” kini Brady berceramah


“Sok iye lu!” hardik Yeeshai memukul kepala Brady


“Udah-udah, ada berita apaan? Awas kalau gak penting!” ucap Adelard menengahi. Dia sudah hafal tanda-tanda jika 2 curut itu akan berantem


“Gue rasa posisi nomer 2 lo bener-bener kegeser deh, Lard! Ucapan gue manjur banget ternyata!” ucap Brady


Adelard sontak mengernyit, “Hah? Apaan sih gak jelas banget!”


“Lo kenal Abercio Filips?” tanya Yeeshai


“Siapa sih? Meski itu anak penting sekalipun di sekolah, gue gak bakal ngerti!” balas Adelard


Brady mendengus, “Gak heran sih, Lo kan selalu ngumpet kalau di sekolah, takut dikejar-kejar cewe-cewe!”


“Nah tuh tau! Untung aja semenjak nyamar itu mereka gak agresif lagi. Gak tau dah entar anak kelas 10 itu. Siapa tau mereka lagi jaga image dulu sekarang mah.”


“Pede banget lo! Udah lah skip!” jiwa Playboy Yeeshai seketika tak terima mendengar itu.


Adelard mendengus, “Lanjutin, Brad!”

__ADS_1


“Gini, Abercio itu bisa dibilang saingannya Auris buat rebut peringkat paralel. Dengar-dengar Auris kaya benci banget sama Aber. Tapi lain sama Aber, dia kaya berusaha deketin Auris. Gosipnya mungkin aja tuh mereka berdua pernah pacaran.” Brady menjelaskan


“Kok gue gak pernah lihat Abercio?”


“Dia ikut pertukaran pelajar pas kelas 11, jadi lo gak bisa lihat dia di sekeliling Auris. Tapi keknya entar dia bakal di sekeliling Auris. Ati-ati, Lard! Takutnya mereka balikan! Gosipnya kan mereka pernah pacaran!” Kali ini Yeeshai yang menyahut


“Gak usah nakut-nakutin lo!” kesal Adelard. Gimanapun, Adelard mulai merasa was-was.


“Cemen banget lo mah!” ejek Yeeshai


Adelard melotot, lalu dia tersadar akan sesuatu, “Eh, Auris mana? Gak biasanya belum dateng!” ucapnya


“Wahhh jangan-jangan lagi kangen-kangenan sama Abercio lagi!” ucap Brady memprovokasi.


Adelard Memandang Brady sinis, “Gak usah provokasi lo! Mana mungkin kangen-kangenan kalau Auris nya aja benci sama dia!”


“Yakan siapa tau!” balas Brady mengangkat bahu acuh


“Si es diem-diem bae!” ucap Yeeshai melirik Galen yang tentunya tak dihiraukan cowo itu.


Tak lama Auristela datang memasuki kelas. Aura cewe itu benar-benar membuat kelas terasa sesak. Yang ada dipikiran mereka sekarang, Siapa yang berani mengusik ketenangan sang bintang emas sekolah itu!. Ah, sepertinya Abercio memang mempunyai peran besar dalam hal membuat Auristela tampak menyeramkan seperti ini.


Melihat Auristela yang tampak kacau, Adelard bangkit dari tempat duduknya. Mengambil tas Auristela dan membukanya. Dia mengeluarkan botol minum Auristela dan menyerahkannya ke depan cewe itu.


Adelard mengelus pelan rambut Auristela, “Minum dulu Ris, biar ngerasa baikan!” ucapnya


Auristela membuka matanya, mengambil botol minumnya yang disodorkan oleh Adelard. Dia meneguknya pelan. Setelah merasa cukup, dia meletakan botol itu di atas meja. Dia melirik Adelard sebentar yang masih mengelus rambutnya. Dia memejamkan mata, menikmati elusan itu.


"Mau cerita?" tanya Adelard menawarkan. Adelard juga penasaran tentang masa lalu antara Auristela dan Abercio. Ia pikir, mungkin Auristela akan menceritakannya padanya. Tapi sayang, respon Auristela tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan.


Auristela menggelengkan kepalanya sebagai respon. Dan kata-kata yang keluar dari bibir cewe itu membuat Adelard merasa tersentil.


"Jangan khawatir, Ade. Ini urusan aku. Masalahnya diaku, kamu gak perlu tau. Gapapa, 'kan? Aku tau kita pacaran, tapi gak harus semuanya aku cerita ke kamu. Aku juga pengin nyimpen ini sendiri. Sekalipun cerita belum tentu kamu paham apa yang lagi aku rasain." Auristela membuka matanya menatap Adelard, "Maaf." ucapnya merasa tak enak hati.


"It's oke, aku paham. Tapi kalau kamu butuh tempat cerita atau butuh sesuatu, aku mohon kamu jangan sungkan ke aku. Percaya sama aku, Ris." balas Adelard menatap teduh ke arah bola mata Auristela.

__ADS_1


Auristela tersenyum, "Iya. Makasih ya, Ade."


Adelard balas tersenyum. Dia mengelus rambut Auristela, "Udah jangan sedih-sedih lagi! Jangan Badmood lagi! Serem kamu tuh kalau lagi Badmood gitu. Anak-anak kelas aja tadi sampe merinding liat kamu."


Auristela tampak terkejut, "Beneran?"


Adelard mengangguk


"Duh, jadi ngerasa bersalah." ucap Auristela penuh sesal


Adelard terkekeh gemas, "Udah gapapa. Ya udah, aku balik ke kursi aku yah!"


Auristela membalasnya dengan anggukan. Sebagai salam perpisahan, Adelard mengecup dahi cewe itu singkat.


Anak-anak yang lain hanya bisa gigit jari melihat itu.


Ngomongin anak kelas. Zhafira dkk sudah tak akan mengusik Auristela lagi ataupun mencari perhatian pada Adelard dkk. Selain cukup tau diri, mereka juga sudah dapat ancaman dari Adelard. Entah apa itu, yang pasti mereka sudah tidak akan berulah. Ya, semoga saja.


Begitu pula dengan Elard dkk. Keempatnya malah diperi peringatan oleh Adelard dkk sekaligus. Tapi ya namanya anak cowo. Meski dapet ancaman, kemungkinan ada aja mereka buat ulah. Nyuri-nyuri kesempatan. Tapi lihat saja nanti, mereka akan berulah apa engga.


Kalian bingung ngga, kenapa kelas unggulan, tapi masih ada anak urukan contohnya Elard dkk ini.


Unggulan hanya label untuk anak-anak juara paralel. Seperti kelas yang lainnya. Pasti ada aja anak yang kemampuannya kurang dan kurang taat aturan. Label kelas unggulan ini hanya bentuk apresiasi saja.


Kelas unggulan, artinya : Sang unggulan berada di kelas itu.


Yang unik dari kelas unggulan itu, anak-anaknya cukup tau diri. Yang dimaksudkan disini, sebagai anak-anak kelas unggulan, mereka cukup tenang, jarang sekali berisik apalagi saat jam pelajaran berlangsung. Mereka juga sangat mengedepankan tugas dari guru mereka sekalipun itu jamkos atau deadline-nya yang lama.


Saat-saat jamkos pun banyak digunakan untuk belajar. Jadi karena kebiasaan itu, meski ada anak yang kurang pintar, lama-lama kemampuan mereka akan berkembang dan bisa menutupi kekurangan mereka dalam hal akademik.


nilai rendah di kelas ini paling-paling diatas 75/80. Dan itu adalah hal paling memalukan bagi mereka.


...----------------...


Tbc

__ADS_1


Hmmm makin penasaran gak tentang Abercio?


Jangan lupa vote komen and share yah!!!


__ADS_2