Will Never Let You Go

Will Never Let You Go
Kencan


__ADS_3

Bukan wajah lesu seperti biasanya selepas ia habis bekerja yang kini tergambar di wajah Ara, melainkan wajah berseri-seri dengan rona merah di pipi. Dengan senyum mengembang gadis itu membubuhkan liptint yang sengaja ia bawa di dalam tasnya. Ara menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan penampilannya sudah oke.


"Aduh, aduh, yang mau kencan wanginyaaaa," seloroh Keyla yang baru masuk ke toilet dan kini berdiri di samping Ara.


Ara memang baru saja menyemprotkan parfum beraroma manis kesukaannya guna menghilangkan bau keringat yang mungkin saja bisa membuat Elang ilfeel. Ya, pasangan kekasih yang pagi tadi berangkat bersama itu memang janjian untuk makan malam berdua dalam rangka merayakan kesuksesan Elang yang hari ini resmi naik jabatan menjadi seorang manajer personalia.


Ting!


Ponsel Ara berbunyi. Sebuah pesan dari Elang yang mengatakan jika laki-laki itu sudah berada di depan dan tengah menunggunya membuat senyum di wajah Ara kian bertambah lebar.


"Aku duluan, ya, Key. Pulangnya hati-hati," ujar Ara sembari memasukkan ponsel serta liptint-nya ke dalam tas


"Iya, semoga lancar jaya, ya, kencannya." Keyla mengedipkan sebelah matanya.


Ara hanya tersenyum simpul, lalu keluar restoran dan berjalan menuju tempat di mana Elang berada. Mengetuk kaca pintu mobil kekasihnya, ia menyunggingkan senyum begitu Elang membukakan pintu. "Udah lama, Mas?" tanyanya usai mendudukkan tubuhnya di jok samping Elang.


"Baru aja, kok," jawab Elang seraya menghidupkan mesin mobilnya.


Ara masih tampak santai sebelum akhirnya menyadari kalau mobil yang ia naiki hampir sampai di The Park Solo. Sebuah mall besar yang belum lama beroperasi yang terletak di Kabupaten Sukoharjo atau lebih dikenal dengan nama Solo Baru.


"Mas, kita ke sini?"


"Iya, kenapa? Kamu nggak suka?"


Bibir gadis itu mengerucut disusul helaan napas berat. "Suka, sih, tapi kalo tau ke sini 'kan aku bawa baju ganti yang bagusan dikit."


"Gini udah cantik, kok," puji Elang dengan matanya yang menatap lekat Ara.

__ADS_1


Lagi-lagi pipi gadis itu bersemu merah. "Emang Mas Elang nggak malu?"


"Nggaklah. Yuk, turun." Elang segera keluar dari mobil yang langsung diikuti oleh Ara.


Keduanya bergandengan tangan memasuki mall dengan pandangan mengedar. Rasanya sudah lama sekali mereka tidak jalan berdua seperti ini.


Karena ini hari yang spesial, Elang juga memilih restoran yang cukup mewah dengan menu andalan wagyu steak. Laki-laki itu tersenyum melihat wajah berbinar Ara begitu makanan pesanan mereka datang. Terlebih saat kekasihnya memakan dengan lahap daging sapi khas Jepang itu.


"Eummm ... enak. Makasih, ya, Mas," ucap Ara setelah mengelap bibirnya dengan tisu.


"Apapun itu ... asalkan bikin kamu seneng, aku akan melakukannya." Elang meraih tangan Ara yang ada di meja. Menggenggam dan memberi sedikit usapan di punggung tangan gadis itu.


Ara jadi gugup dibuatnya. Karena itu, ia mengajak Elang keluar dan kembali berkeliling.


"Mau makan apa lagi?" Elang menawari.


"Aku mau es krim, tapi kali ini aku yang traktir," ujar Ara tak mau dibantah.


"Ada, deh. Mas Elang tunggu sini sebentar."


Sebelum laki-laki itu kembali bertanya, Ara sudah lebih dulu pergi membeli dua buah es krim dengan tiga varian rasa yang berbeda di setiap cone-nya. Sekembalinya Ara, mereka hanya diam menikmati es krim di tangan masing-masing.


"Jadi, apa gerangan yang bikin pacar aku senyam-senyum seharian ini?" Elang bertanya ketika es krim miliknya tinggal setengah.


Ara berdehem, lalu dengan dagu sedikit terangkat ke atas ia berkata, "Tahun depan aku mau daftar kuliah."


"Beneran?" Wajah Elang seketika berbinar. Jika begini, dia juga akan lebih mudah dalam merayu sang ibu agar menerima Ara.

__ADS_1


"Iyalah masa aku bohong. Makanya aku juga mau bilang kalau mulai sekarang aku bakalan tambah sibuk karena harus belajar. Nggak papa, ya, Mas?"


"Nggak papa, dong. Kamu butuh apa, bilang aja sama Mas. Oke?"


"Aku, sih, cuma kepikiran mau beli buku. Hari Minggu nanti pergi ke toko buku, yuk?" ajak Ara bersemangat.


"Boleh, boleh."


Mereka lantas menghabiskan es krim masing-masing, lalu berjalan-jalan sebentar dan setelahnya keduanya memutuskan untuk pulang karena Pak Narto sudah mengirim pesan pada Ara.


"Mas ...," panggil Ara begitu memasuki mobil Elang.


Elang yang hendak menghidupkan mobil mengurungkan niatnya dan memilih untuk menoleh ke samping. "Ya?"


"Selamat, ya, udah jadi manajer. Semoga ke depannya karier kamu semakin bagus dan apa yang Mas Elang cita-citakan bisa terwujud."


"Amin. Makasih, ya, Sayang." Elang memanggil Ara dengan panggilan yang berbeda dari biasanya, yang mana sukses membuat darah merangkak naik ke wajah gadis itu. "Hadiahnya mana? Masa cuma selamat aja?" tanyanya dengan wajah pura-pura cemberut.


"Hadiah?"


Elang menunjuk bibirnya, lalu sedikit merapatkan tubuhnya ke Ara. "Boleh, ya, Ra?" Ia menatap dalam iris gelap kekasihnya.


Setelah berpikir sejenak, Ara pun mengangguk. Ia sontak memejamkan mata saat Elang semakin mendekatkan wajahnya hingga akhirnya pertemuan bibir itu terjadi.


.


.

__ADS_1


.


Aku mau off sebentar, mungkin satu minggu. Mau nyari receh. Kalian tetep stay tuned yaaa karena kalian adalah semangatku cieeeeeeeee 🙄🙄🙄


__ADS_2