You Are My Life (Kaulah Hidupku)

You Are My Life (Kaulah Hidupku)
You Are My Life


__ADS_3

Hasna sudah di pindahkan ke ruang perawatan setelah dokter memastikan semuanya baik-baik saja. Anista, Bu Sri, Ryan, Bu Nina, Bi Nenti, Nyonya Varinda dan Ayah David datang menjenguk Hasna dan bayinya.


Ruang rawat ini menjadi ramai oleh kehadiran mereka. Semuanya saling berebut untuk bisa menggendong bayi mungil itu. Hasna tersenyum bahagia melihat banyaknya orang yang peduli dan menyayanginya. Meski kedua orang tuanya sudah meninggal dunia, tapi masih banyak orang yang menyayanginya saat ini.


"Na, akhirnya jadi Ibu muda juga kayak aku. hehe" kekeh Anista


"Iya Nist, gak nyangka juga ya" Hasna tersenyum merekah mengingat jika dirinya yang menikahi pria yang dulunya telah menolak perasaannya secara terang-terangan. Bahkan sebelum Hasna sempat mengungkapkan nya.


"Iyalah, perjuangan kamu selama ini gak mungkin gak menghasilkan Na. Buktinya, kamu bisa nikah sama Tuan Bima"


Hasna mengangguk mendengar ucapan Anista. Memang benar jika perjuangannya dan cinta tulus yang telah berbuah manis sekarang.


"Yang penting, kalian harus tetap bahagia dan menjadi keluarha harmonis. Selesaikan setiap masalah bersama-sama" nasihat yang di berikan Bu Nina pada Hasna dan juga Anista.


"Iya Bu, makasih untuk semuanya" kata Anista dengan memeluk Bu Nina. Wanita yang telah banyak membantu hidupnya saat dalam kesulitan.


Bima yang sedang duduk di sofa bersama Yudah dan Ayah David hanya bisa menatap dan memperhatikan wanitanya. Dia ikut bahagia saat melihat senyuman bahagia terpancar di wajah Hasna.


Namun, tatapan Bima berubah dingin saat melihat Ryan sedang mendekat pada Hasna dengan menggendong bayi mereka.


"Na, selamat ya. Semoga kalian akan selalu bahagia dan menjadi keluarga yang harmonis..." Ryan menatap bayi mungil dalam gendongannya "...Dia lucu sekali Na, seperti kamu"


Ada tangan yang mengepal erat saat mendengarkan apa yang di katakan oleh Ryan pada Hasna.


Dia mengatakan istriku lucu. Sial, berani sekali dia!


Sementara Hasna hanya tersenyum mendengar ucapan Ryan. Pria yang sudah dia anggap sebagai Kakaknya sendiri. Rasa sayang Hasna tidak akan berubah padanya. Ryan tetap Kakaknya.


"Makanya cepet nikah Kak, biar bisa punya bayi lucu juga" kekeh Hasna menggoda Ryan yang hanya cemberut mendengar ledekan darinya.


"Tadinya mau nikah cepet, tapi kamunya malah nikah sama yang lain. Hehe" kata Ryan dengan tawanya. Dia hanya sedang bercanda saja, sejujurnya Ryan sudah benar-benar ikhlas melihat Hasna bahagia dengan pria pilihannya.


"Wah..Wah.. Ada cinta segitiga rupanya" kekeh Anista, berpura-pura tidak tahu tentang kisah mereka.


"Jangan mulai deh Nist, kayak yang kamu gak ngalamin aja. Tuh Aa Surya bagaimana? Hahaha" Puas rasanya Hasna menggoda sahabatnya itu. Dia mengingat tentang seorang pria bernama Surya yang dulu juga menyukai Anista dan selalu membuat Yudha cemburu buta.


"Heh.. Jangan sebut namanya, suamiku bisa ngamuk nanti" bisik Anista dengan melirik wajah datar suaminya yang duduk di sofa bersama Bima dan Ayah David.


Hasna jadi ikut melirik ke arah sofa, tatapan tajam suaminya membuat dia ikut takut juga. Nyalinya mulai menciut, apalagi dengan Ryan yang masih duduk di pinggir ranjang pasien. Tepat di dekat kakinya yang berselonjor.


"Duh gawat Nist, sepertinya mereka tidak suka dengan bercandaan kita ini" bisik Hasna pada sahabatnya itu.

__ADS_1


"Ck. Makanya, kalo mau bercanda itu harus cuma kita berdua. Tidak ada mereka yang selalu overprotektive sekali"


Ryan yang dekat dengan mereka, tentu terkekeh lucu mendengar bisikan kedua Ibu muda itu. Mereka terlalu mencintai pasangan masing-masing sampai takut jika pasangannya marah karena cemburu. Karena memang sejatinya, pasangan mereka berdua sangat posesif dan overprotektive. Mungkin begitulah cara mereka menunjukan perasaannya.


...🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧...


Seminggu kemudian..


Acara syukuran atas kelahiran anak pertama Hasna dan Bima yang telah mereka beri nama Sagara Bima Prakasa.


Benar-benar kurang kreatif dalam memberi nama. Bima malah menyematkan namanya sendiri di belakang nama anaknya agar lebih gampang dan di ketahui jika itu adalah anaknya. Begitulah alasannya saat Hasna menanyakan kenapa nama anak mereka hampir sama dengan nama suaminya itu.


Acara demi acara telah selesai, kini tinggalah anggota keluarga saja yang berkumpul di ruang tengah kediaman Bima dan Hasna ini.


Mengobrol dan bercanda ria dengan pancaran kebahagiaan dari setiap orang yang berada disana. Bima dan Yudha juga akhirnya bisa merasakan kebahagiaan ini, setelah sekian lama mereka terlalu banyak melewati rintangan.


Melihat istri dan anak-anak mereka bisa bahagia seperti itu, menjadi kebahagiaan yang tiada tara untuk kedua pria itu.


"Akhirnya kau juga menemukan kebahagiaan mu, Bim" Yudha menepuk bahu asisten sekaligus sahabatnya itu. Seolah dia sangat bangga dengan apa yang telah Bima lewati selama ini.


"Kau juga Yudh, kita telah menemukan cahaya hidup kita masing-masing. Dan mereka adalah kehidupan kita" kata Bima dengan tatapan yang tertuju pada Hasna dan Anista juga anak-anak mereka.


"Kau benar Bim, mereka adalah kehidupan kita"


Hasna sedang menyusui anaknya di dalam kamar, bayi mungil itu terus meminum asi dari Ibunya dengan begitu rakus hingga akhirnya dia terlelap. Hasna berdiri dengan hati-hati, dia menidurkan baby Sagara di dalam box bayi.


Ceklek...


Pintu kamar yang terbuka membuat Hasna membalikan tubuhnya dari box bayi. Suaminya berjalan ke arahnya dengan senyuman tipis. Mengecup kening Hasna setelah sampai di hadapan wanitanya itu.


"Terimakasih untuk semuanya. Kau telah memberikan kebahagiaan untuk ku"


Hasna tersenyum mendengar ungkapan suaminya itu. Dia mengelus pipi suaminya dengan lembut. "Aku juga bahagia bersamamu"


Bima memeluk istrinya dengan terus mengecup puncak kepala istrinya. "Kau tahu? Sejak aku memutuskan untuk menikahimu. Maka, sejak itulah kau telah menjadi tujuan hidupku. Kaulah hidupku, You Are My Life"


Hasna tersenyum mendengarnya, dia semakin erat memeluk tubuh suaminya itu. "Kamu juga tujuan hidupku, kita sama-sama membutuhkan satu sama lain. Jadi, teruslah bersama apapun yang terjadi. Kita lewati semuanya bersama"


Bima mengangguk, dia kembali mengecup puncak kepala wanitanya. "Iya Asna, terimakasih untuk semuanya. Memilihmu adalah keputusan terbaik yang pernah aku ambil dalam hidupku"


Hasna menuntun suaminya ke arah sofa bed yang menghadap ke arah jendela kamar. Bima duduk disana dengan Hasna yang berada di pangkuannya. Menatap pemandangan malam hari di luar jendela.

__ADS_1


Ayah, Ibu. Na telah bahagia.


"Sayang, nanti kita ziarah ke makam orang tuaku saat Sagara sudah cukup besar" kata Hasna


Bima mengangguk "Kalau Sagara sudah cukup besar, aku juga ingin membawa kalian ke negara kelahiranku. Kita bisa mengunjungi makam kedua orang tuaku disana"


Hasna mengangguk mengiyakan, sudah saatnya mereka melupakan setiap masa lalu menyakitkan dalam hidup mereka. Mungkin memang sudah takdir mereka menjadi anak yatim piatu dan dipertemukan untuk menjadi sepasang suami istri.


"I Love You Asna"


"Aku juga mencintaimu, Tuan dingin menyeramkan"


Keduanya saling mengungkapkan perasaan mereka di bawah sinar rembulan yang terang. Hasna adalah tujuan hidup Bima. Dan Bima juga kehidupan Hasna.


"You Are My Life"


...End......


Happy end ya.. Terimakasih untuk semuanya yang telah setia mengikuti cerita Bima Hasna. Apalagi yang sudah setia dari cerita Yudha dan Anista juga.


Aku tamatin disini aja, semuanya sudah bahagia.


Kalo ada yang nanya, gak mau ada season dua thor?


Tentu saja ada niat, tapi masih memikirkan alurnya juga. Jika pun ada season dua dari cerita ini, mungkin akan kisah hisyam dan anak-anak mereka. Liat nanti saja ya...


Saat ini, aku mau fokus dulu selesaikan novel ku yang Benteng Penghalang Kita. Semoga kalian juga mau mampir di novelku yang satu itu.


Dan aku juga lagi mau nyiapin buat novel baru yang pastinya akan sangat berbeda dengan nove-novel aku yang lain. Karena ini dengan tema yang di tentukan oleh pihak editor noveltoon.


Do'ain aja yang terbaik buat aku ya.. Sekali lagi terimakasih banyak buat kalian semua pembaca setia novelku yang receh ini.


Sampai berjumpa lagi di novelku yang lain... 🤗


...🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧...


masih ada karya temanku lagi nih..


Pernikahan Lima tahun nyatanya tidak membuat Nadira Megantari, mengenal baik suaminya.


Kehidupan pernikahan yang awalnya sederhana dan harmonis, berubah ketika Nadira harus menerima fakta bahwa suaminya, malah mendua dengan sepupunya sendiri di ulang tahun pernikahan ke lima mereka.

__ADS_1


Haruskah Nadira bertahan dalam pengkhianatan itu, atau malah memilih bangkit dan memulai hidupnya kembali?



__ADS_2