You Are My Life (Kaulah Hidupku)

You Are My Life (Kaulah Hidupku)
Baju Couple?!


__ADS_3

"Ngapain kesini?"


Hasna menatap bingung pada Bima yang membawanya ke sebuah butik terkenal di kota ini. Selesai makan malam, dia mengajak Hasna untuk pergi keluar dan Hasna tidak tahu jika Bima akan membawanya ke sebuah butik. Bahkan Hasna sampai menitipkan Hisyam pada Bu Sri karena takut jika mereka akan pulang terlalu malam.


"Sudahlah, ayo turun" kata Bima sambil membuka sabuk pengamannya, lalu membuka pintu mobil dan keluar dari mobil.


Hasna ikut keluar dari mobil, dia masih bingung dengan tujuan Bima membawanya ke tempat ini.


Apa dia ingin membeli baju ya? Kenapa harus membawaku kesini juga?


Bima mendekat ke arah Hasna yang masih diam kebingungan di dekat mobilnya. Bima menggandeng tangan gadisnya dan membawanya masuk ke dalam butik.


"Mau ngapain si kesini?" Tanya Hasna, masih bingung dengan tujuan Bima membawanya kesini


"Kau diam saja, aku ingin membeli sesuatu disini" kata Bima yang membuat Hasna mengangguk mengerti kali ini.


Akhirnya Hasna hanya diam dan mengikuti Bima. Dia sudah tahu alasan Bima membawanya kesini, dia hanya ingin di temani beli sesuatu disini oleh Hasna.


Pintu kaca itu terbuka, Hasna hanya mengikuti langkah pria yang sedari tadi menggenggam tangannya. Pelayan di butik itu menyapa mereka dengan sopan dan penuh hormat. Tidak.. Bukan mereka, tapi hanya pada Bima dia bersikap hormat. Sementara pada Hasna, pelayan itu bahkan tak menyapanya sama sekali. Mungkin karena penampilan Hasna yang terlalu sederhana sehingga tidak pantas bersanding dengan Bima yang di balut jas mahal. Dan Bima menyadari sikap pelayan butik itu.


"Boleh saya tahu apa yang Tuan inginkan? Model seperti apa dan yang bagaimana?" Tanya si pelayan itu


"Carikan yang cocok untuk istriku!" Kata Bima dengan wajah dingin dan melirik ke arah Hasna.


Pelayan butik maupun Hasna sama terkejutnya dengan ucapan Bima itu. Pelayan butik itu langsung mengangguk hormat pada Hasna setelah beberapa detik dia begitu terkejut dengan pengakuan Bima.


Dia ini apaan si? Istri apaan, kita berpacaran selayaknya aja baru kemarin.


Hasna tersenyum kikuk saat pelayan itu mengangguk hormat padanya. Rasanya dia tidak pantas untuk perlakuan ini. Selama ini Hasna yang selalu melakukan itu dan sekarang ada orang lain yang melakukan itu padanya. Rasanya aneh sekali.


"Emm. Ma-mari ikut saya Nona, biar saya carikan yang cocok untuk Nona" Pelayan itu mempersilahkan Hasna untuk mengikutinya.

__ADS_1


Hasna menatap ke arah Bima dan pria itu mengangguk kecil sebagai jawaban jika Hasna boleh mengikuti pelayan butik itu. Akhirnya Hasna mengikuti pelayan wanita itu. Sementara Bima duduk di sofa yang dekat dengan ruang ganti. Dia ingin melihat baju yang nanti akan di coba oleh Hasna di butik ini.


Bima duduk menyandar di sofa dengan tangan yang bersidekap dada. Dia menatap dingin pada pelayan tadi yang membawa beberapa baju untuk Hasna dan masuk ke dalam ruang ganti. Pelayan itu hanya mampu menunduk, dia begitu terintimidasi dengan tatapan Bima itu.


Aku tidak akan membiarkan siapapun merendahkan Hasnaku!


Tirai ruang ganti terbuka dan menampilkan Hasna dengan gaun berwana hitam, panjangnya di atas lutut dan dengan tali pita di lengannya. Dada dan bahunya begitu terlihat jelas. Hasna menutupinya dengan menyilangkan kedua tangannya di atas dada. Dia merasa risih dengan pakaian ini.


Dia.. Manis sekali.


Bima sampai mematung melihat penampilan Hasna yang tiba-tiba membangunkan sesuatu dalam dirinya.


Ekhem...


Bima berdehem untuk menghilangkan rasa gugupnya yang baru kali ini dia rasakan. Dia menatap Hasna dari atas sampai bawah. Hasnanya benar-benar menggoda dengan pakaian seperti itu. Bima juga pria normal yang membutuhkan kepuasan. Namun ini baru pertama kali dia rasakan. Hawa panas yang tidak biasa, saat bersama Bianca pun Bima tidak pernah merasakan hal ini. Meski Bianca seringkali memakai pakaian yang lebih minim dari yang di pakai Hasna saat ini.


"Bagaimana Tuan?" Tanya pelayan butik yang berhasil membuat Bima kembali tersadar dari fikirannya itu.


Enak saja ingin memperlihatkan keindahan itu pada orang lain. Hanya aku yang boleh melihatnya!


"Baik Tuan"


"Tunggu!" Hasna menahan pelayan butik yang mengajaknya untuk kembali masuk ke ruang ganti.


Hasna masih bingung dengan tujuan Bima yang menyuruhnya mencoba pakaian mahal di butik ini. Hasna berjalan mendekat ke arah Bima yang sedang duduk di sofa.


"Sebenarnya kenapa aku harus cobain baju disini? Memangnya untuk apa?" Bisik Hasna pada Bima


Dasar bodoh!


"Besok kau akan pergi denganku ke pernikahan pria yang pernah ingin menikahimu itu. Cih" Bima mendesah kesal saat mengingat jika ada pria lain yang juga ingin menikahi Hasnanya "Jadi, aku membeli pakaian disini untuk besok. Biar dia tahu jika kau adalah kekasihku"

__ADS_1


Hasna menghela nafas, kini dia tahu maksud dan tujuan Bima membawanya ke tempat ini. Memangnya apa bedanya kalo aku pakai baju biasa saja. Baju yang aku punya di rumah.


"Sudahlah, kepala mungilmu itu tidak akan sanggup untuk berfikir. Sekarang kau turuti saja" kata Bima


Hasna hanya menurut saja, dia malas berdebat dengan pria itu. Apalagi sekarang mereka sedang berada di tempat umum. Hasna kembali masuk ke ruang ganti dan mengganti pakaiannya lagi dengan gaun yang lebih tertutup tapi tetap elegan dan terlihat mewah.


Akhirnya Bima menyukai pakaian Hasna yang ini. Gaun berwarna biru pastel itu terlihat cocok sekali dengan kulit Hasna. Dengan panjang di bawah lutut dan tangan yang juga panjang. Ada sedikit variasi di bagian dada dan pinggangnya. Terlihat simple namun tetap terlihat mewah.


"Baiklah aku beli yang ini, dan carikan aku jas yang sama dengan warna baju ini" kata Bima pada pelayan butik itu.


"Baik Tuan"


Ohh. Jadi dia pengen pake baju couple.


Hasna tersenyum sendiri melihat sikap Bima ini. Kenapa dia tidak terus terang saja dari tadi jika Bima ingin memakai baju couple saat datang ke acara pernikahan Ustadz Zaki. Kenapa harus berbelit-belit saat Hasna menanyakan tujuannya datang membawanya kesini.


"Apa kau senyum-senyum seperti itu?" Kata Bima, merasa risih dengan tatapan menggoda Hasna dan senyuman Hasna yang seolah sedang meledeknya.


Hasna menahan senyum melihat tingkah Bima ini "Enggak papa, cuma aneh aja sama orang yang suka berbelit-belit. Tinggal jawab aja kalo mau pakai baju couple"


Bima memalingkan wajahnya "Siapa yang ingin pakai baju couple. Aku cuma memang belum punya baju dengan warna seperti itu"


"Masih aja ngeles" gumam Hasna dengan suara pelan.


"Apa?" Tanya Bima, tentu dia tidak terlalu jelas mendengar gumaman Hasna barusan.


"Gak. Bukan apa-apa" Dasar pria dingin, masih aja kaku sama pacar sendiri.


Bersambung


Jangan lupa dukungannya... like komen di setiap chapter.. hari senin nih, kasih vote kalian ke novel You Are My LifeĀ  ya...

__ADS_1


Bucin dulu deh sebelum konflik akhir..... Masih mau di perpanjang chapter atau di persingkat saja?


__ADS_2