
"Stop Tuan" teriak Hasna, refleks begitu saja.
Bima menginjak rem dengan mendadak karena terkejut dengan teriakan Hasna. Dia menoleh dan menatap dengan tajam pada gadis di sampingnya itu.
"Kau berani ya!" Tekan Bima dengan tatapan mengintimidasinya.
Hasna gelagapan, dia menunduk dengan tangan yang saling bertaut "Maaf Tuan, saya hanya tidak mau sampai ada yang melihat Tuan mengantarkan saya. Lebih baik berhenti di sini saja"
Bima menghela nafas, selalu saja dia membuat takut gadis itu meski tanpa sadar. "Sudahlah, aku tidak peduli dengan orang lain"
Bima bersiap menyalakan kembali mesin mobilnya, namun tangan mungil itu menahan gerakan tangannya. Bima menoleh dan menatap wajah manis Hasna yang sedang menatapnya dengan tatapan memohon.
Kenapa menunjukan ekspresi seperti itu, aku jadi tidak tahan dengan tatapannya.
"Berhenti di sini saja Tuan, saya tinggal berjalan beberapa meter saja. Saya gak mau kalo sampai menjadi bahan gosip orang-orang terutama teman kerja saya jika Tuan memaksa untuk mengantar saya sampai ke pekarangan hotel" jelas Hasna
Mengertilah posisiku hei Tuan Muda.
"Baiklah, nanti aku akan menjemputmu di sini lagi" kata Bima santai
Eh kenapa malah mau menjemput segala si.
"Tidak perlu Tuan, saya bisa pulang sendiri" tolak Hasna dengan sopan
"Kau mau membantah pacarmu ini, besok-besok aku tidak akan bisa bertemu denganmu lagi" kata Bima dingin
Selalu bicara seperti itu, aku kan jadi mikir yang tidak-tidak.
"Jangan bicara seperti itu Tuan, baiklah nanti boleh menjemput saya. Tapi disini, jangan sampai di depan hotel" kata Hasna
Jujur saja dia merasa takut dengan ucapan Bima itu. Fikirannya langsung menuju ke hal buruk yang akan terjadi pada pria itu. Padahal pada kenyataannya, Bima memang akan pulang ke ibu kota untuk beberapa hari dan sudah di pastikan mereka tidak akan bertemu untuk beberapa hari itu.
"Baiklah, sekarang kau boleh turun. Jangan sampai terlambat untuk bekerja" kata Bima
Eh. Kenapa dia bisa berkata lembut seperti itu.
Aneh rasanya mendengar Bima berkata selembut tadi. Seolah pria dingin menyeramkan itu telah berubah menjadi pria lembut dan perhatian. Sangat mustahil memang.
__ADS_1
Bima menatap bingung dengan satu alisnya yang terangkat saat Hasna tiba-tiba mengulurkan tangan padanya.
Hasna meraih tangan Bima dengan sedikit paksaan karena pria itu malah diam saja tanpa mengerti apa maksud dan tujuan Hasna mengulurkan tangan padanya.
Cup Cup
Mengecup punggung dan telapak tangan Bima dengan lembut "Meski saya hanya pacar pelunas hutang, tapi saya menghargai Tuan sebagai pacar saya"
Deg..
Bima terpaku dengan apa yang di lakukan oleh Hasna barusan. Pria itu bahkan tidak sadar jika Hasna telah keluar dari mobilnya. Dia masih terlalu terkejut dengan apa yang di lakukan Hasna barusan. Ucapan Hasna juga benar-benar menyentuh hatinya yang paling dalam. Bima merasa begitu di hargai sebagai seorang laki-laki. Meski status mereka masih sebatas pasangan kekasih, itupun masih belum jelas.
Bima memegang dadanya yang berdebar senang, perasaannya benar-benar sedang berbunga-bunga saat ini. Dia tersenyum merekah, senyum yang bahkan sangat sulit untuk dia lakukan selama ini.
"Ya Tuhan, aku benar-benar di buat gila oleh gadis itu"
Bima tak bisa berhenti untuk tersenyum, bahkan setelah mobil melaju kembali. Dia mengemudi dengan senyuman yang terus merekah. Dia bahagia saat ini, sangat bahagia.
...🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧...
"Na, mau bareng gak?" Tanya teman kerjanya yang selalu naik angkutan umum yang searah dengannya.
Aku takut dia benar-benar akan menjemputku dan teman kerjaku akan melihatnya. Lebih baik aku keluar paling akhir saja.
"Ohh. Ya sudah kalo begitu, kami duluan ya"
Hasna mengangguk sambil melambaikan tangannya "Hati-hati ya"
"Gak pulang Na?" Tanya teman Hasna yang bekerja bagian malam di sini, beruntung nya Hasna mendapatkan bagian kerja yang non shif, sehingga dia hanya bekerja di pagi sampai sore hari saja. Karena memang dia tidak tega meninggalkan Hisyam jika harus bekerja di malam hari.
"Ini baru mau keluar Mbak" jawab Hasna, pada perempuan yang hampir paru baya itu.
"Ohh. Kenapa gak bareng sama yang lainnya?"
"Gak papa, tadi ada urusan dulu sebentar. Yaudah kalo gitu, Na pulang dulu ya Mbak. Assalamualaikum"
"Waalaikumsallam"
__ADS_1
Hasna berjalan keluar dari gedung hotel itu, dia berjalan menuju jalan tempat dimana tadi Bima menurunkannya. Benar saja, mobil pria itu terlihat sudah terparkir di sana. Hasna mempercepat langkah kakinya, dia takut jika akan membuat pria dingin itu kesal karena menunggunya terlalu lama.
Tin..tin..
Namun, suara klakson mobil yang tiba-tiba berhenti di samping Hasna membuat gadis itu berhenti. Dia menoleh dan mengetahui siapa pemilik mobil tersebut.
Aduh. Kenapa ada Kak Ryan disini?
Kaca jendela mobil terbuka, terlihat Ryan yang tersenyum ke arahnya "Ayo masuk Na, kita pulang bareng"
Aduh gimana ini?
"Emm. Kok Kak Ryan udah pulang jam segini? Biasanya suka agak malam?" Tanya Hasna mencoba mencari cara untuk menolak ajakan Ryan secara halus dan tidak menyakiti atau menyinggung perasaan pria itu.
"Aku ada meeting nanti satu jam lagi, ini mau ambil berkas yang tertinggal di rumah" jelas Ryan "Jadi, ayo sekalian bareng pulang sama aku"
"Emm"
Hasna kebingungan sendiri harus menjawab apa tentang ajakan Ryan ini. Di sebrang sana Bima pasti melihat kejadian ini dan entah apa yang pria itu akan lakukan melihat Hasna malah mengobrol dengan pria lain dan membuatnya menunggu.
Tin..tin...
Suara klakson mobil dari jalan sebrang membuat Hasna semakin bingung dan takut. Ryan menoleh ke arah mobil yang terparkir di sana, dia mengerutkan keningnya dan mencoba mengingat mobil yang berada di sana.
"Bukankah itu mobilnya Tuan Satria, ngapain dia di sana?" Gumam Ryan yang tentunya masih dapat terdengar oleh Hasna.
Aduh.. Ngapain lagi dia pake bunyiin klakson segala. Jadinya kan ketahuan. Gimana ini?
Tin..tin..
Tin..tin..
Suara klakson mobil malah semakin kencang dan terus berbunyi. Sepertinya Bima benar-benar kesal menunggu Hasna terlalu lama.
"Ayo kita samperin Tuan Satria Na, mungkin mobilnya mogok. Itu terus bunyiin klakson" kata Ryan
Hah...
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa dukungannya ya... like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya juga.. votenya juga. terimakasih