You Are My Life (Kaulah Hidupku)

You Are My Life (Kaulah Hidupku)
Hasnaku Yang Cemburu


__ADS_3

"Aku dan dia memang sepasang kekasih yang saling mencintai, dulu"


Bima mulai bercerita tentang kehidupan masa lalunya dengan Bianca. Karena meski menyakitkan, masa lalu tetap menjadi bagian dari kita. Mau tidak mau tetap harus menerima itu dan siap untuk menceritakan semuanya agar pasangan masa depan kita tidak akan salah faham tentang masa lalu kita.


Hasna mendengus kesal mendengar awal cerita Bima. Dia tidak bisa menutupi perasaan cemburunya. Cih. Saling mencintai!


Bima terkekeh saat melihat mimik wajah Hasna yang tidak bisa menyembunyikan perasaannya. Gadisnya sedang cemburu dan Bima suka itu, dia sangat suka melihat Hasna menunjukan perasaan dia padanya.


Aku suka Hasnaku yang cemburu.


"Biar nyaman ceritanya, sini kamunya" Bima merentangkan tangannya, ingin Hasna masuk ke dalam pelukannya. Namun, sepertinya gadis itu masih merajuk. Dia tidak mau mendekat ke arah Bima, malah memalingkan wajahnya.


Dia fikir aku akan cepat luluh apa? Tidak ya!


Semakin hari bersama Bima, Hasna semakin berani menunjukan perasaannya termasuk rasa kesal seperti sekarang. Jika dulu Hasna akan selalu menuruti semua perkataan Bima dan selalu takut untuk membantahnya. Namun, sekarang entah keberanian darimana, Hasna benar-benar sedikit lebih berani untuk sekedar membantah keinginan Bima seperti saat ini.


"Asna, sini peluk aku. Kalau tidak, aku tidak akan melanjutkan ceritaku" ancam Bima dengan menunjukan wajah dingin nya.


Ish dasar harimau ganas!


Seberapa beraninya Hasna, tetap saja dia akan takut dengan ancaman Bima apalagi jika pria itu sudah menunjukan wajah dingin dan tatapan tajamnya. Benar-benar membuat nyali Hasna langsung menciut seketika.


Akhirnya gadis itu menggeser sedikit duduknya dan menjatuhkan kepalanya di dada Bima. Tubuhnya masih menghadap lurus ke depan, hanya kepalanya saja yang menyender di dada Bima. Tangannya pun tidak memeluk tubuh pria itu.


Bima meraih tangan Hasna dan menariknya agar memeluk tubuhnya. Membuat gadis itu akhirnya merubah posisinya menjadi menghadap Bima dan benar-benar memeluk Bima.


"Ini baru benar, Asna" kata Bima sambil mencium puncak kepala gadis itu.


Hasna hanya mendengus kesal, Bima benar-benar bisa membuatnya tidak berkutik. Tetap saja Hasna tidak akan bisa melawan Bima terlalu jauh, pria ini terlalu menyeramkan jika sudah murka dan Hasna tidak seberani itu untuk membuatnya murka karena dia terus membantah keinginan pria itu.


"Teruskan ceritanya ihh" kesal Hasna saat Bima malah terus mencium puncak kepalanya dan mengelus tangannya yang sengaja dia genggam. Sepertinya Bima tidak ingin melanjutkan ceritanya.


"Panggil aku apa dulu?" kata Bima santai, dia sedang ingin bermanja pada Hasa. Jadi, sengaja mengulur waktu untuk melanjutkan ceritanya yang menurutnya sangatlah tidak penting. Rasanya Bima tidak ingin mengingat-ngingat lagi tentang masa lalunya dan Bianca. Dia terlalu malas untuk itu, jika bukan karena Hasna yang menginginkannya.


Ish.. Aku panggil harimau ganas yang mesum. Memangnya kenapa? Hah?

__ADS_1


"Sayang, ayo lanjutkan ceritanya" kata Hasna, tersenyum manis


Sejatinya dia hanya berani mengumpati Bima di dalam hatinya saja. Hasna tetap tidak punya cukup keberanian untuk mengumpati pria dingin menyeramkan itu secara langsung.


"Baiklah, karena kau sudah bersikap manis dan menunjukan rasa cemburumu padaku. Maka aku akan menceritakannya, meski sebenarnya aku sangat malas. Dengarkan baik-baik karena aku tidak menayangkan siaran ulang!" kata Bima panjang lebar sebelum dia melanjutkan kembali ceritanya.


Hasna segera memasang wajah serius, sedikit mendongakan wajahnya untuk bisa menatap ekspresi wajah Bima saat menceritakan tentang wanita di masa lalunya.


Menggemaskan sekali kau ini, Asna.


Bima malah ingin tertawa melihat ekspresi serius Hasna yang begitu ingin mendengarkan cerita masa lalunya bersama Bianca. Padahal menurut Bima tidak ada yang menarik sedikit pun dari cerita masa lalunya itu.


"Dia pergi untuk kuliah dan mengejar impiannya setelah kami satu tahun berpacaran" Bima mulai kembali bercerita, wajahnya tiba-tiba berubah dingin saat dia mengingat kembali masa lalunya itu.


Ohh. Jadi, mantan pacarnya itu pergi meninggalkan dia, waktu itu. Kasihan sekali.


Bima melanjutkan ceritanya, tentang Bianca yang menghilang tanpa ada kabar apapun sampai puluhan tahun lamanya. Lalu, tentang pengkhianatan Bianca padanya, kebohongan Bianca tentang kehamilannya. Benar-benar tidak Bima lewatkan sedikit pun. Dia ingin Hasna tidak lagi salah faham dengannya nanti.


"Ya Allah, jadi pacarmu itu hamil saat dia kembali padamu dan...."


Hasna menghela nafas dan kembali menyandarkan kepalanya di dada bidang pria itu. Melingkarkan tangannya di perut Bima, memeluknya erat.


"Iya deh, siapa nama mantan pacarmu itu?" tanya Hasna, karena selama Bima bercerita dia hanya menyebutkan kata 'dia' untuk mantan pacarnya itu. Entah Bima sudah malas menyebutkan nama mantan pacarnya itu atau memang dia tidak ingin mengingat lagi siapa nama mantan pacarnya itu.


"Buat apa? Aku malas menyebutkan namanya. Dia sudah tidak pantas untuk aku sebut namanya" kata Bima santai


Hasna mendengus, sudahlah.. Bima mungkin memang tidak ingin menyebutkan nama mantan pacarnya itu. Hasna tidak ingin memaksanya, dia sudah tahu semua cerita masa lalu Bima saja sudah sangat cukup baginya. Meski Hasna masih begitu penasaran dengan nama mantan pacar Bima itu.


"Sudah larut, apa kau tidak mengantuk?" tanya Bima, tangannya mengelus kepala Hasna


Hasna melirik jam dinding di sana, sudah pukul 2 dini hari. Pantas saja matanya sudah mulai lemah.


"Aku mau tidur, besok juga harus ke undangan pernikahan Ustadz Za...."


"Jangan menyebut namanya, Asna!" kata Bima, menatap Hasna dengan tajam.

__ADS_1


Ishh.. Masih saja....


"Iya iya, yaudah sekarang ayo tidur" ajak Hasna sambil berdiri dari duduknya


"Yakin?" tanya Bima dengan tatapan penuh arti


Hasna menguap dan segera menutupnya dengan tangan kanan "Iya, ayo tidur"


"Ohh oke, jadi kau ya yang duluan mengajak aku tidur. Jadi, nanti jangan salahkan aku dan jangan bilang aku pria berengsek" kata Bima, dengan senyuman nakalnya


Hah apa? Dia gila ya.. Kenapa jadi kesitu si. Dasar harimau ganas mesum.


Rasa ngantuknya hampir menghilang seketika mendengar ucapan Bima itu. Hasna tidak habis fikir dengan Bima yang fikirannya terus terjurus kesitu.


"Tau ahh, pokoknya aku mau tidur. Kamu tidurlah di kamarmu ya! Jangan harap tidur sekamar denganku!" tekan Hasna dengan mata melotot ke arah Bima, jari telunjuknya dia acungkan di depan wajah Bima sebagai tanda peringatan.


Meski dia tahu jika pria itu tidak akan takut sedikit pun dengan ancaman nya. Pria seperti Bima mana takut ancaman, apalagi hanya ancaman dari gadis bodoh seperti Hasna.


Bima terkekeh lucu, dia memegang jari telunjuk Hasna lalu menciumnya dengan sedikit menggigitnya dengan lembut "Aku tidak mengatakan itu, fikiran kau sendiri yang selalu menginginkan kita segera tidur satu kamar"


Hasna terbelalak dengan uacapan Bima itu, lagi-lagi pria itu selalu memojokan nya. Ish. Dia ini selain menakutkan juga benar-benar menyebalkan ya.


Bima mencium punggung tangan Hasna sebelum dia melepaskannya "Dasar gadis mesum"


Bima tertawa tanpa suara sambil berlalu meninggalkan Hasna menuju kamarnya. Dia benar-benar sangat suka menggoda gadisnya itu.


Hasna masih berdiri di tempatnya dengan wajah shock, matanya terbelalak. "Ishh. Dia yang mesum bukan aku! Dasar harimau ganas"


Hasna menghentakan kakinya kesal sambil terus berjalan menuju kamarnya.


Bersambung


jangan lupa dukungannya... like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya juga..


Aku sudah usahain up cepat karena ingin segera selesaikan novel ini. Sebelum aku membuat kisah yang baru.. tentunya di setiap novel yang aku buat, pasti ada karakter yang berbeda... Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2