You Are My Life (Kaulah Hidupku)

You Are My Life (Kaulah Hidupku)
Dewasanya Seorang Hisyam


__ADS_3

"Kau sudah minum obat?"


Hasna menghela nafas mendengar suara Bima yang penuh dengan penekanan. Suaminya selalu menghubungi di saat jam makan siang dan waktu minum obat. Bima seolah takut jika Hasnanya tidak meminum obat yang di berikan dokter untuk menguatkan kandungannya yang lemah itu.


"Sudah, lagian Mbak pelayan selalu mengingatkan aku untuk minum obat"


Pelayan itu tentu akan menjalankan tugasnya dengan benar. Karena kejadian tadi malam saja, sudah membuatnya mendapat teguran tegas dari kepala pelayan di rumah ini. Sedikit saja melakukan kesalahan terhadap Nonanya, tentu akan berakibat fatal bagi pekerjaan dan hidupnya.


"Baguslah, karena jika dia tidak melakukan tugasnya dengan benar. Maka dia akan aku pecat"


Hasna menghela nafas mendengar suara berat suaminya itu. Ucapannya bukan hanya ancaman, tapi semuanya adalah hal yang akan dia lakukan jika semuanya tidak berjalan sesuai dengan perintahnya.


"Kamu jangan terlalu keraslah sama Mbak Westi, kasihan dia"


"Westi? Siapa dia?"


Hah...


Hasna hanya mampu menghembuskan nafas kasar karena sikap cuek dan dingin suaminya ini. Bahkan dia tidak mengetahui siapa nama pelayan yang di tugaskan untuk menjaga istrinya.


"Pelayan yang kamu tugaskan untuk menjaga aku, Sayang. Kamu ini gimana si, masa gak tahu namanya"


"Ohh dia, aku tidak perlu tahu siapa namanya. Selama dia bekerja dengan baik, maka akan aku gaji dia sesuai kesepakatan yang berlaku"


"Oh Tuhan, dia benar-benar masih Tuan dingin yang menyeramkan" gumam Hasna, dengan sedikit menjauhkan ponselnya agar Bima tidak mendengar ucapannya itu.


"Apa yang kau katakan?"


Hasna terbelalak mendengar pertanyaan Bima itu. Dia langsung menatap layar ponselnya, takut untuk menjawab. Duh.. apa dia mendengar ucapanku barusan ya..


"Emm. Ti-tidak ada Sayang, memangnya aku berkata apa?"


"Asna! Kau sedang berbohong padaku ya"


Hasna semakin gelagapan mendengar suara Bima yang penuh dengan penekanan. "Tidak Sayang, aku tidak sedang berbohong"


"Kau.."


"Tuan, meeting akan segera di mulai. Tuan Yudha telah menunggu anda di ruang meeting"


Hasna mendengar suara seorang perempuan di sebrang sana. Mungkin sekretaris Bima yang menyuruhnya untuk segera pergi ke ruang meeting. Hasna bisa bernafas lega sekarang, setidaknya Bima tidak akan membahas soal apa yang Hasna bicarakan tadi.


Bisa ngamuk tuh harimau ganas kalau tahu aku mengatainya pria menyeramkan.


"Yaudah Sayang, aku tutup saja teleponnya ya. Kamu harus segera pergi meeting"


"Baiklah, kau baik-baik di rumah. Aku akan pulang cepat hari ini"

__ADS_1


"Iya Sayang, semangat kerjanya ya. Aku menunggumu"


Bima sedikit menahan senyumnya karena ada karyawannya disana. Dia tidak mungkin menunjukan kebucinannya di depan bawahannya yang tentunya sudah mengenal dia sebagai pria dingin.


...🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧...


"Masa aku masih gak boleh keluar kamar si Mbak"


Hasna sudah sangat bosan hanya berada di dalam kamar selama beberapa hari ini. Sampai hari ini, Bima masih saja melarangnya untuk keluar dari kamar. Apalagi jika Hasna ingin keluar rumah. Sudah pasti Bima akan mengamuk. Hah.. Dasar harimau ganas.


"Maaf Nona, Tuan Bima masih belum mengizinkan anda untuk keluar dari kamar"


Hah...


Hasna benar-benar harus menghembuskan nafas berat untuk memperkuat kesabarannya agar bisa membujuk suaminya nanti malam supaya mengizinkannya keluar kamar. Hasna sudah benar-benar bosan.


Pintu kamar yang terbuka membuat obrolan itu terhenti. Hasna menoleh ke arah pintu kamar yang terbuka, ternyata adiknya yang datang ke dalam kamar. Memang sejak Hasna kembali dari rumah sakit dan di larang Bima untuk keluar dari kamar. Hisyam selalu menemuinya sepulang sekolah.


"Syam baru pulang? Kenapa gak ganti baju dulu"


Hisyam duduk di samping kakaknya, dia memang baru saja pulang sekolah dan langsung menemui Kakaknya sebelum mengganti seragam sekolahnya.


"Iya Kak, pengen lihat keadaan Kak Na dulu. Gimana keadaan Kakak sekarang?" Hisyam sedikit memijat kaki kakaknya yang berselonjor.


"Kakak baik kok, bahkan sudah lebih baik sekarang. Tapi, masih gak boleh keluar kamar sama Kakak Ipar kamu.. Hah.."


Hisyam tersenyum mendengar keluh kesah Kakaknya itu. Dia mengerti kebosanan Hasna, tapi Hisyam juga mengerti kekhawatiran dan kecemasan Kakak Iparnya terhadap istrinya ini.


"Mungkin Kak Bima memang sangat mengkhawatirkan keadaan Kakak dan bayi kalian. Kejadian kemarin pasti membuat Kak Bima cemas dan takut jika hal itu terjadi kembali pada Kakak. Jadi, Kakak turuti saja semuanya. Tujuan Kak Bima pasti untuk kebaikan Kakak juga 'kan"


Hasna menatap Hisyam dengan mata berkaca-kaca. Adiknya benar-benar bisa sedewasa ini. Bahka fikirannya lebih dewasa daripada dirinya sendiri sebagai seorang Kakak. Hisyamnya telah dewasa, bahkan dewasa sebelum waktunya.


Hasna sedikit menggeser duduknya, mengelus kepala Hisyam lalu merangkulnya. "Syam udah gede ya sekarang, Hisyam kecil Kakak sudah besar sekarang"


Ada nada haru di balik ucapan Hasna itu. Betapa di bangga pada adiknya ini, Hisyam bisa menjalani kehidupan ini dengan kuat dan tegar. Tidak sekalipun dia mengeluh tentang kesulitan hidupnya pada Hasna. Semua masalah di sekolah dan teman-temannya, selalu bisa dia selesaikan sendiri tanpa harus mengadu pada sang Kakak.


"Syam sudah punya pacar?"


Sengaja Hasna menanyakan itu untuk sekedar menggoda adiknya itu. Dia bahkan terkekeh di akhir kalimatnya.


Hisyam memutar bola mata malas jika sang Kakak sudah mulai menggodanya seperti ini. "Syam masih kecil Kak, baru kelas dua SMP masa sudah pacaran. Ada-ada aja Kakak ini"


Hasna terkekeh, dia mengangkat kedua bahunya acuh tak acuh "Kan siapa tahu sudah ada yang naksir sama kamu"


"Aku mau fokus belajar saja Kak, bukan waktunya pacar-pacaran" ketus Hisyam


"Haha.. Baiklah-baiklah, kalau emang kamu gak mau pacaran sekarang"

__ADS_1


Hasna memeluk Hisyam dengan gemas, melihat wajah Hisyam yang kesal karena godaannya.


"Emm.. Syam, Kakak pengen makan rujak deh. Kamu buatin mau gak? Bumbu rujak buatan kamu 'kan suka enak"


Mungkin ini yang dinamakan ngidam. Dan ini adalah ngidam pertama kali untuk Hasna setelah dia hamil. Secara tiba-tiba dia menginginkan rujak yang bumbunya di buatkan oleh adiknya, Hisyam.


"Kakak lagi ngidam ya sekarang"


Hasna mengangguk sebagai jawaban. Hisyam tersenyum, tangannya mengelus perut Kakaknya yang masih rata seolah memberikan kasih sayangnya pada calon keponakannya di dalam kandungan sang Kakak.


"Baiklah, aku akan buatkan untuk calon keponakan aku ini..." Hisyam beralih menatap pelayan yang dari tadi hanya diam berdiri di pojok ruangan. "....Mbak Westi, ada buah apa saja di dapur? Kak Na ingin saya buatkan rujak"


"Sepertinya ada mangga, apel dan beberapa buah lain. Tapi, mangganya sudah matang"


Hasna langsung menghembuskan nafas kesal dengan bibir yang cemberut. "Aku pengennya mangga muda, gimana dong?"


"Yaudah biar Syam beli dulu mangga mudanya di depan"


Mata Hasna langsung berbinar menatap Hisyam, binar bahagia yang di pancarkan Kakak perempuannya membuat Hisyam ikut bahagia. Ternyata sesimpel itu membuat Hasna bahagia.


"Makasih ya Syam"


Hisyam mengangguk, lalu dia berpamitan untuk pergi membeli mangga muda yang di inginkan sang Kakak.


Bersambung


Jangan lupa dukungannya ya.. like komen di setiap chapter..kasih hadiahnya dan votenya juga..


Lagi down banget tahu, karen level novel ini turun.. 😭


Rekomendasi karya temanku untuk kalian..


Berharap pada pernikahan dengan Derald seorang aktor muda yang terkenal atas dukungan moril darinya, membuat Aline di butakan cinta oleh pria tersebut.


Derald hanya memanfaatkan kebaikan Aline. Tak ada cinta tulus dari Derald untuk gadis berkacamata dengan jerawat di wajahnya itu.


Hatinya sudah di butakan oleh cinta. Aline tak bisa membedakan mana itu cinta sejati dan cinta palsu hingga perselingkuhan Derald dengan Chyntia yang sama-sama bekerja di dunia entertainment itu sudah menyadarkan Aline. Tersimpan rasa ingin mengalahkan mereka berdua.


Kehadiran pria berpenampilan preman bermata elang itu membawa perubahan untuk Aline. Gadis itu bermetamorfosa menjadi seorang artis yang cantik dan bisa mengalahkan ketenaran kedua orang yang menghina dirinya.


Kedekatan Aline dan Galen menumbuhkan perasaan di antara mereka.


Bagaimana kisah Aline selanjutnya setelah perubahan terjadi dalam dirinya?


Lalu siapa yang memenangkan cintanya?


__ADS_1


__ADS_2