You Are My Life (Kaulah Hidupku)

You Are My Life (Kaulah Hidupku)
Cerita Di Balik Gaun Pengantin


__ADS_3

Seperti sebuah hayalan yang berubah menjadi kenyataan. Hasna tidak pernah menyangka jika hal ini akan terjadi dalam hidupnya. Menikahi pria yang menjadi cinta pertama dan akan menjadi cinta terakhir untuknya.


"Setelah ini aku harap kau bisa menjalani hidupmu kembali seperti biasanya. Lupakan semua tentang perasaanmu, aku tidak yakin jika kau tidak akan terluka karenaku"


Hasna tersenyum masam saat mengingat bagaimana Bima yang begitu dingin padanya. Bahkan dia menolak perasaannya yang belum sempat Hasna ungkapkan.


Rasanya semua ini seperti mimpi dalam hidup Hasna. Pria yang dulu begitu dingin dan acuh padanya. Sekarang dia sedang duduk di sampingnya. Tepat di depan meja yang akan menjadi tempat Bima mengucapkan ijab qabul atas dirinya.


Dengan warna pakaian yang senada. Pasangan calon pengantin ini duduk berdampingan di depan penghulu. Tidak ada wali nikah, karena orang tua Hasna yang sudah meninggal dan Ayahnya juga tidak memiliki saudara yang bisa mewakilkan dia sebagai wali nikah untuk Hasna sekarang. Jadi pernikahan ini akan di gelar dengan wali hakim saja.


Tess...


Air mata Hasna menetes begitu saja saat dia mendengar Bima mengucapkan ijab qabul dengan satu tarikan nafas. Kini, mereka telah sah menjadi suami istri.


Anista yang faham keadaan, segera memberikan Hasna selembar tisu. Dia juga sampai meneteskan air mata haru melihat gadis yang menolongnya beberapa tahun lalu, kini telah menemukan kebahagiaannya.


Hasna mencium punggung tangan Bima dengar air mata haru yang menetes, sungguh dia sangat bahagia sekarang. Selesai mencium punggung tangan pria yang telah resmi menjadi suaminya, Hasna mendongak dan menatap lekat wajah pria tampan yang menjadi suaminya. Matanya berkaca-kaca, bahagia.. Hasna sangat bahagia sekarang.


"Terimakasih karena sudah memilih aku" lirih Hasna dengan senyuman tipis


Bima mengecup kening wanitanya, dengan lembut dan cukup lama. Dia juga bahagia sekarang. Debaran senang di dadanya, tidak bisa dia tahan. Bima baru merasakan kebahagiaan yang seperti ini. Untuk pertama kalinya, mata Bima sampai berkaca-kaca karena begitu bahagia dengan pernikahan ini.


"Terimakasih karena sudah bertahan untuk tetap mencintaiku selama ini"


Meski dulu, aku terlalu acuh padamu. Bahkan sampai membuatnya terluka dengan kata-kata tajam ku itu.


Bima benar-benar harus bersyukur sekarang. Dia sudah sangat sering membuat Hasna terluka dengan perkataan dan sikapnya. Bahkan dia menolak perasaan gadis itu secara terang-terangan. Tapi, pada akhirnya karma berbalik padanya. Nyatanya sekarang dia yang tergila-gila pada Hasna. Dia yang menjadi budak cintanya Hasna.


Beruntungnya Hasna masih tetap mempertahankan perasaan cintanya, meski sudah sering terluka dengan perkataan ataupun sikap Bima itu. Nyatanya, cinta Hasna bukan hanya sekedar cinta pertama yang akan menjadi kenangan terindah. Tapi, cinta pertama yang menjadi masa depan yang indah.


...🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧...


Berdiri di pelaminan dengan menyalami setiap tamu undangan yang datang. Tentunya tamu yang luar biasa menurut Hasna. Maklumlah, pria ini cukup berpengaruh di dunia bisnis. Meski hanya seorang asisten, tapi Yudha tidak akan berani mengambil keputusan tanpa usulan dari Bima. Sejatinya Bima adalah si genius Walton.Corp.

__ADS_1


Di balik semua kebahagiaan yang di rasakan semua orang yang berada di gedung mewah tempat dimana acara ini di laksanakan. Ada seseorang yang menatap sendu di balik dinding. Menatap ke arah dua mempelai yang terlihat begitu bahagia dengan pernikahan nya.


Dia menatap bayi yang berada di gendongannya. Bayi berusia 5 bulan itu, tersenyum seolah menguatkan pada sang Ibu yang tengah bersedih dengan segala penyesalan dalam hidupnya. Bayi yang lahir tanpa kehadiran seorang Ayah.


"Kamu yang sabar ya, Berlin. Ini semua salah Mami" lirih Bianca sambil mengelus kepala sang anak.


Berlina, adalah nama yang Bianca berikan pada anak perempuan nya ini. Bayi cantik yang berwajah khas orang luar.


"Ayo kita pulang Nak, sudah bisa melihat mereka bahagia sudah cukup untuk Mami. Apalagi melihat gaun yang Mami desain terlihat indah di pakai oleh wanita yang beruntung itu. Entahlah siapa namanya.. Mami lupa" kata Bianca dengan kekehan kecil di akhir kalimatnya.


Begitulah keseharian Bianca sekarang, selain menjadi desainer, dia hanya menghambiskan waktunya untuk bersama bayinya. Mengobrol bersama Berlina, di saat kesepiannya.


Meski dia sadar jika Berlina tidak akan mengerti apa yang dia bicarakan. Tapi, dia bisa lebih merasa tenang saat bisa bercerita pada anaknya yang bahkan berbicara saja belum bisa.


"*Bi, ada pesanan baru buat gaun pengantin. Tapi, dia ingin beberapa gaun dari desainer ternama. Nah, ada satu lagi yang belum terisi. Kamu bisa buatkan, acaranya untuk minggu depan. Benar-benar mepet"


Bianca yang sedang menggambar desain-desain nya di atas meja kerja. Tangan kanannya memegang ponsel yang menempel di telinga*.


"Tuan Bima, kau pasti tahu karena kalau tidak salah dia berasal dari negara yang sama denganmu. Tapi, menatap di Indonesia sama sepertimu"


Deg..


Bagai ada hantaman keras di dadanya, Bianca sudah dapat mengira jika itu adalah Bima yang sama dengan yang ada di fikirannya.


"Apa dia adalah asisten dari Yudha Abimana Walton, pemilik perusahaan Walton.Corp?" Bianca hanya ingin meyakinkan saja jika Bima yang di sebutkan temannya itu adalah Bima yang sama.


"Iya itu, kan kau pasti tahu dia"


Bianca terpaku, ternyata benar. Padahal hatinya sangat berharap jika itu tidak benar.


Bima akan menikah? Tapi dengan siapa dia menikah?


"Hallo, Bi.. Hallo"

__ADS_1


Bianca mengerjap, tersadar dari keterkejutan nya itu. "Baiklah, aku bisa buatkan desain untuk dia dalam waktu kurang dari satu minggu"


Terdengar helaan nafas di sebrang sana, mungkin si penelepon lega karena sudah mendapatkan orang yang siap untuk menjadi desainer nya.


"Baiklah, pokoknya aku yakin punyamu yang akan menjadi pilihannya"


Bianca tersenyum masam "Semoga ya"


Selama 3 hari lamanya, Bianca benar-benar tidak tertidur dengan benar karena harus menyelesaikan desainnya. Untungnya Berlina tidak rewel, bayi itu seolah mengerti jika Ibunya sedang bekerja untuknya. Dia begitu anteng bersama sang pengasuh.


Kemampuan Bianca dalam hal desain tidak perlu di ragukan lagi. Dia adalah seorang desainer terkenal dengan memiliki bakat yang luar biasa. Kariernya berhasil, hanya perjalanan cintanya yang tidak berhasil.


Pagi hari di hari ke empat, Bianca menyerahkan gaun yang siap untuk fitting. Gaun yang indah sudah terpajang di antara yang indah. Bianca tersenyum lirih sambil meraba gaun rancangannya itu.


"Semoga calon istrimu memilih gaun ini, maka aku akan sangat bahagia Bim" lirih Bianca dengan air mata yang hampir menetes


Bianca meninggalkan butik itu setelah memberikan peringatan pada si pemilik butik agar tidak menyebutkan namanya jika Bima bertanya siapa yang mendesain gaun itu.


Dering ponselnya mengalihkan Bianca yang sedang mengajak main Berlina yang dia abaikan beberapa hari ini karena ingin segera menyelesaikan desain gaun pengantin itu.


"Hallo Bi, benar kata aku. Gaun buatanmu yang terpilih. Selamat ya, dia bahkan memberi harga lebih dari yang kita tentukan"


Bianca tersenyum bahagia, setidaknya gaun buatannya bisa menjadi saksi pria yang dia sia-siakan hidup bahagia bersama pasangannya.


Bianca tersenyum lirih mengingat semua kebetulan itu. Dia berbalik untuk segera pergi meninggalkan tempat ini.


"Bianca!"


Bersambung


Jangan lupa dukungannya... like komen di setiap chapter .. kasih hadiahnya dan votenya juga..


Note : Yang inget nama panjang Bianca siapa, tolong komen ya. Aku beneran lupa nih..

__ADS_1


__ADS_2