You Are My Life (Kaulah Hidupku)

You Are My Life (Kaulah Hidupku)
Percakapan Hisyam dan Bima


__ADS_3

Suasana ruang rawat itu terasa mencekam. Dua pria yang duduk berdampingan di atas sofa, tapi tak saling menyapa. Hasna hanya duduk diam di pinggir ranjang pasien. Gadis itu sedang menyuapi adiknya makan dengan sesekali melirik ke arah dua pria beda usia yang sama-sama diam membisu.


Mereka kenapa? Apa ada masalah yang aku tidak ketahui di antara mereka? Kak Ryan juga gak biasanya jadi pendiam begitu.


Hasna masih belum faham dengan keadaan sekitar. Ryan tidak menjelaskan kenapa dia bisa bersikap seperti itu pada Bima. Hasna masih bingung dengan apa yang sedang terjadi di antara kedua pria tampan beda usia itu.


"Sudah Kak, Syam udah kenyang" kata Hisyam yang menolak suapan terakhir dari Kakaknya


"Yaudah, sekarang minum obatnya dulu"


Hasna menyimpan mangkuk yang masih berisi bubur itu di atas meja nakas. Lalu, dia mengambil obat yang telah di siapkan oleh perawat tadi. Memberinya pada Hisyam dan menyodorkan segelas air putih untuk adiknya minum obat.


Selesai Hisyam minum obat, Hasna langsung membaringkan kembali tubuh adiknya itu. Menarik selimut sampai ke pinggangnya.


"Istirahat ya, biar cepat sembuh dan kita bisa segera pulang dari sini. Cup"Hasna memberikan kecupan di kening adiknya itu.


Hasna menghembuskan nafas kasar, dia harus segera menanyakan berapa biaya pengobatan Hisyam selama dia di rawat inap di rumah sakit ini. Mengingat ruangan yang di tempati oleh Hisyam adalah ruangan berkelas dengan segala fasilitasnya.


Namun, ada hal yang mengganjal di hati Hasna. Sejak kemarin Hisyam di bawa ke rumah sakit ini dan memutuskan untuk di rawat inap. Tapi sampai saat ini belum ada yang menagih pembayaran pengobatan Hisyam. Meski Hasna merasa senang karena dia bisa sedikit mempunyai waktu untuk bisa melunasi biaya pengobatan Hisyam.


Hasna berjalan menghampiri dua pria yang masih duduk diam dengan tatapan lurus. Hanya hembusan nafas yang terdengar dari keduanya.


"Emm. Kak bisa bicara sebentar" kata Hasna


Bukan Ryan yang menoleh cepat, tapi orang di sebelahnya. Tentu saja Bima tahu panggilan 'Kak' itu di tujukan pada siapa dan itu membuat dia tidak suka.

__ADS_1


Cih..


Ryan mengerutkan keningnya saat mendengar Bima berdecih tidak suka. Namun, pria itu tidak memperdulikannnya. Ryan berdiri dan berhadapan dengan Hasna.


"Kita bicara di luar saja Na" ajak Ryan yang langsung menggandeng tangan Hasna dan menuntun gadis itu keluar dari ruang rawat Hisyam.


Tatapan mata yang begitu tajam, menatap tangan yang menggandeng tangan gadisnya itu. Tangannya mengepal kuat, ingin sekali Bima memotong tangan pria yang berani menyentuh Hasnanya. Namun, dia sadar saat ini dia belum mempunyai alasan yang tepat untuk melakukan ini. Hubungan mereka masih belum dia perjelas.


Bima menatap pintu ruangan yang tertutup seiring dua orang itu pergi ke luar ruangan. Bima berdiri dengan gelisah, dia memikirkan hal yang membuatnya semakin kesal saja.


Seorang Bima yang biasanya duduk tenang dalam menghadapi setiap masalah apapun. Bima yang selalu tenang dengan wajah datarnya itu. Namun, kali ini dia benar-benar gelisah. Berjalan kesana kemari di ruangan itu. Menunggu dengan gelisah dua orang yang katanya sedang berbicara di luar sana.


Sial. Aku tidak bisa terus seperti ini. Pria itu benar-benar mengancam posisiku.


Posisiku?


"Tuan" lirih panggilan dari anak laki-laki yang terbaring di atas ranjang.


Bima menoleh ke arah Hisyam yang terbaring dengan membelakanginya. Dia mengira Hisyam tertidur, namun ternyata anak itu terjaga sejak tadi.


"Hmmm" menjawab dingin seperti biasanya


Hisyam membalikan tubuhnya dan menatap Bima yang sedang berdiri gelisah di samping ranjangnya.


"Anda menyukai Kakak ku?" Tanya Hisyam tiba-tiba

__ADS_1


Bima menoleh dan menatap lekat pada anak laki-laki yang bernasib sama dengannya. Tidak mempunyai orang tua sejak kecil.


"Jika Tuan menyukai Kakak ku, katakanlah perasaan Tuan itu segera mungkin. Karena Kak Ryan telah mengatakan cintanya pada Kakak dan tinggal menunggu jawaban dari Kakak saja. Aku rasa Kakak akan menerima Kak Ryan karena melihat Tuan sudah memiliki kekasih" kata Hisyam lagi


Bima terdiam, dia mengepalkan tangannya hingga urat-urat tangannya terlihat begitu jelas.  Dia sudah mulai kehilangan kesabaran sepertinya.


"Kak Na mencintai Anda sejak lama, entahlah aku juga bingung kenapa Kakak bisa menyukai pria seperti Anda. Tapi, aku hanya ingin melihat Kakak ku bahagia. Jika, Tuan tidak bisa membuatnya bahagia. Maka biarkan Kak Na bersama pria lain yang mungkin bisa membuatnya bahagia" Hisyam berkata sambil menatap langit-langit ruangan itu.


"Aku tidak akan melepaskan Kakakmu, kau ingat itu! Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan Kakakmu. Siapa pria yang berani merebut Kakakmu dariku, maka akan aku lenyapkan dia!" Kata Bima begitu dingin dan penuh dengan penekanan di setiap kata yang dia ucapkan.


Hisyam tersenyum tipis mendengar ucapan Bima itu "Baiklah, aku berharap anda tidak akan menyakiti Kakak ku. Dia sudah cukup menderita selama ini"


"Aku akan mencintai dan menyayangi Kakakmu sepenuh hatiku. Kau pegang janjiku itu" kata Bima penuh dengan keyakinan.


Ya, Bima telah yakin dengan semuanya. Perasaan dan hatinya memang milik Hasna, Bianca hanya mampir saja di hatinya dan Hasnalah pemilik hatinya yang sepenuhnya.


"Jika anda telah yakin dengan perasaan anda itu.  Cepatlah katakan pada Kakak, karena aku takutnya Kakak telah menjawab pernyataan cinta dari Kak Ryan. Buktinya sekarang mereka keluar berdua untuk berbicara. Mungkin saja sedang membicarakan soal itu" kata Hisyam dengan tenang.


Tidak tahukah jika apa yang di katakan Hisyam itu sudah seperti siraman bensin di hatinya yang sudah terbakar, apinya semakin berkobar dan panas.


Bima tidak mengatakan apapun lagi, pria itu langsung pergi ke luar ruangan dengan dada yang bergemuruh antara kesal dan takut. Kesal dengan apa yang di katakan Hisyam tadi dan Bima juga takut jika apa yang di katakan Hisyam adalah benar. Dia tidak akan pernah membiarkan Hasna menjadi milik pria lain selain dirinya.


Aku tidak akan membiarkanmu di miliki orang lain. Hanya aku yang akan memilikimu!


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya... like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya juga dong, votenya juga.


__ADS_2