You Are My Life (Kaulah Hidupku)

You Are My Life (Kaulah Hidupku)
Harimau Ganas Yang Mesum


__ADS_3

"Ehh.. Ini mau kemana lagi? Kok putar arah?" tanya Hasna saat mobil yang di kemudi Bima malah berputar arah, bukan ke arah pulang ke rumah kontrakan nya. Lalu, Bima mau membawanya kemana lagi?


"Hisyam aman 'kan?" tanya Bima, malah menanyakan keadaan Hisyam. Bukan menjawab pertanyaan Hasna.


"Hisyam ya di rumah Bu Sri, tadi Kak Ryan chat aku katanya Hisyam sudah tidur" jelas Hasna, meski bingung kenapa Bima menanyakan keadaan Hisyam. Tapi, dia tetap menjawabnya.


Ditanya apa jawabnya apa?


"Yasudah, kalo gitu kamu bebas bersamaku malam ini" kata Bima santai, tatapannya tetap fokus pada jalanan di depannya.


Hah? Apa maksudnya? Dia gak berniat macam-macam sama aku 'kan?


Hasna menjadi merinding sendiri dengan fikirannya itu. Dia menatap Bima dengan takut. "Kamu mau ngapain? Jangan macam-macam ya!"


Bima tertawa melihat tingkah laku Hasna, gadis itu menunjuk ke arahnya seolah mengancam Bima agar tidak berbuat macam-macam pada Hasna.


"Memangnya aku mau berbuat apa? Kau memikirkan aku akan berbuat apa padamu?" tanya Bima dengan wajah santai, dia tahu jika Hasna sedang memikirkan hal yang tidak-tidak. Kepala mungilnya mana mungkin bisa berfikir jernih.


Hasna langsung menutup bagian dadanya dengan menyilangkan kedua tangannya, dia menatap Bima dengan tajam "Jangan aneh-aneh ya, kalo kamu mau berbuat macam-macam jangan sama aku. Sana aja sama yang lain"


Bima semakin tertawa mendengar ucapan Hasna yang terlihat panik itu. Bima menoleh sekilas pada Hasna, dia semakin suka menggoda gadis itu. Hasna selalu menggemaskan di mata Bima. Apapun tingkah laku dia, selalu membuat Bima gemas dan ingin segera menerkamnya. Eh.


"Yakin? Kau akan membiarkan aku bersama yang lain" kata Bima


Hasna terbelalak mendengar ucapan Bima itu, pria itu malah menganggap ucapannya serius. Padahal maksud Hasna hanya ingin mengancam Bima. Namun, sepertinya Hasna lupa siapa pria di sampingnya ini. Bima tidak akan takut dengan ancaman apapun. Apalagi hanya ancaman seperti itu, Bima malah menganggapnya sebagai lelucon saja.


Hasna memalingkan wajahnya ke jendela mobil, menatap pemandangan malam hari di luar sana. Lampu-lampu terlihat bercahaya dan berlalu cepat seiring mobil yang di tumpanginya melaju.


Dia ini benar-benar menyebalkan ya..


Bima hanya tersenyum melihat tingkah lucu gadisnya itu. Dia memarkirkan mobilnya di kawasan apartemennya.


Hasna langsung menoleh ke arah Bima saat mobil telah berhenti. Dia menatap gedung pencakar langit itu.

__ADS_1


"Ngapain kesini?" tanya Hasna


"Turun, aku ingin mandi dulu sebentar. Dari pulang kerja aku belum mandi, mau mandi di rumahmu juga tidak bawa baju ganti" jelas Bima


Ohh.. Dia tinggal disini ternyata.


"Kenapa gak anter aku pulang dulu, baru kamu pulang ke sini" kata Hasna


"Turunlah, aku ingin kau menemani ku sebentar disini"


Bima mencondongkan tubuhnya ke tempat Hasna duduk membuat gadis itu terkejut, jantung Hasna sudah berdetak kencang. Bima membuka pintu mobil dari dalam.


"Keluarlah Asna, kau selalu saja mendebat keputusan ku ya" kata Bima, menatap mata gadisnya yang hanya berjarak beberapa centimeter saja di depannya.


Keputusan apa? Ini namanya pemaksaan. Ya ampun kenapa dia semakin mendekat saja, wajahnya kenapa semakin dekat.


Jantung keduanya semakin berdebar saat jarak semakin mendekat. Bima sudah tidak bisa menahan lagi. Melihat wajah bulat yang mungil itu membuat Bima semakin gemas saja, apalagi dengan bibir Hasna.


Semakin dekat.. Bima semakin mendekatkan wajahnya dan... Cup.. Mengecup bibir Hasna berlanjut dengan luma*tan halus dan lembut. Hasna tergagap menerima ciuman dadakan ini. Apalagi ini yang pertama baginya, Hasna benar-benar tidak tahu apa yang harus di lakukan. Gadis itu hanya diam mematung dengan bibir yang mengatup. Sama sekali tidak memberikan Bima kesempatan untuk menjelajahi isi mulutnya.


Hah..


Hasna akhirnya membuka mulutnya, dia seperti terhipnotis dengan Bima. Gadis itu menurut saja apa yang barusan Bima katakan. Bima tersenyum tipis dan langsung melum*at bibir Hasna kembali. Menjelajahi mulut gadis itu, ini benar-benar manis dan nikmat yang Bima rasakan.


Hasna melirik ke arah pintu mobil yang telah Bima buka tadi. Dia langsung memukul dada Bima untuk menghentikan ciumannya ini.


Dia sadar gak si kalo pintu mobil kebuka dari tadi. Apa gak ada yang liat ya.


Bima akhirnya terpaksa menyudahi kenikmatan itu, dia menatap Hasna dengan kesal "Ada apa?"


"Itu, kamu udah buka pintu ihh. Kalo ada yang liat gimana?" kesal Hasna


Bima menjauhkan tubuhnya dari Hasna, dia kembali duduk di kursi kemudinya "Biar saja kalo ada yang liat, kamu pacarku!"

__ADS_1


"Ishh.. Udah ahh, aku mau pulang. Kalo kamu capek, aku bisa pulang naik taxi aja" kata Hasna yang keluar dari mobil


Bima segera mengejar Hasna, dia menarik tangan Hasna yang berjalan menuju jalan raya "Asna mulai berani ya! Aku tidak mengizinkan mu pulang. Ikut aku sekarang"


Hasna menghela nafas dan akhirnya hanya menuruti keinginan Bima. Naik ke lantai dimana apartemen Bima berada. Keluar dari lift, Bima langsung membawa Hasna menuju tempat tinggalnya selama dia berada di kota ini.


Bima menempelkan access card apartemen, pintu terbuka dan Bima mempersilahkan Hasna untuk masuk. Hasna masuk sambil menatap ke sekelilingnya, suasana di apartemen ini sangat sunyi dan sepi. Benar-benar menggambarkan seorang Bima. Dingin dan kesepian.


"Duduklah" kata Bima yang berlalu ke meja kerjanya yang berdekatan dengan jendela besar di sana.


Tiba-tiba Hasna mulai tahu bagaimana kehidupan kekasihnya ini. Bima begitu kesepian, bahkan dia sepertinya lebih kesepian daripada Hasna yang di tinggalkan orang tuanya. Hasna duduk di sofa bed di ruangan itu.


Benar-benar sepi, bahkan Hasna tidak melihat sekedar hiasan dinding atau foto Bima yang tergantung di dinding. Hanya ada deretan buku yang berada di rak buku ujung ruangan ini. Di sana ada meja kerja dekat jendela besar yang menghubungkan ke balkon. Ada laptop dan beberapa berkas di atas meja itu.


Bima melemparkan jas ke kursi meja kerjanya dan menyimpan paper bag berisi baju yang mereka beli dari butik tadi. Lalu dia menggulung lengan kemeja sampai sikut dan menghampiri Hasna yang masih terus melihat ke sekitar ruangan ini.


"Aku mau teh hijau, kau bisa buatkan?" kata Bima


Hasna mengangguk "Ada bahan nya?"


"Ada di lemari atas di dapur, kamu ambil saja. Aku mau mandi dulu gerah" kata Bima yang melangkah menuju kamarnya, namun langkahnya terhenti dan dia berbalik ke arah Hasna. Menatapnya dengan senyuman aneh "Mau mandi bersama?"


Gila.. Apa dia sudah berubah menjadi harimau mesum?


Hasna sampai terbelalak mendengar ucapan Bima itu. "Cepat mandi Sayang, aku mau buat teh hijau"


Hasna segera berlari ke arah dapur dengan tergesa. Dia sangat malu dengan ucapan Bima itu, sementara pria yang mengucapkan hal tidak wajar itu malah terlihat santai saja. Bahkan dia terkekeh melihat tingkah Hasna.


Dasar harimau ganas yang mesum.


Bersambung


Jangan lupa dukungannya... like komen di setiap chapter.. kasih dukungan kalian di novel baru aku juga dong. Masih dikit banget pembacanya.. hua..

__ADS_1


Benteng penghalang kita.. Menunggu dukungan kalian juga..


__ADS_2