
Bima benar-benar cukup frustasi dengan pesan dokter kemarin. Berpuasa untuk tidak menyentuh istrinya selama itu, benar-benar bagaikan mimpi buruk untuk Bima.
Bagaimana bisa dia menahan gairahnya selama itu, sementara dia sudah sangat candu dengan tubuh istrinya.
Di tengah kegelisahannya, Bima menoleh ke samping kiri. Dimana istrinya terlelap di sampingnya itu. Melihat wajah teduh itu, membuat Bima selalu merasa tenang berada di dekatnya. Meski gairahnya mungkin harus dia tahan untuk waktu cukup lama, namun dia tidak bisa egois. Ini semua juga untuk kebaikan istri dan calon anaknya yang masih berada di dalam kandungan.
Bima mengelus kepala Hasna yang terlelap itu, merapikan anak rambut yang menutup sebagian wajahnya.
Baiklah, aku akan berjuang menahan nya demi kalian.
Sedikit menggeser posisi tidurnya agar lebih dekat dengan sang istri tercinta. Memeluknya dengan perlahan, takut jika tidur istrinya akan terganggu dengan apa yang dia lakukan itu.
"Selamat tidur Asnaku" bisik Bima di telinga Hasna, di akhiri dengan kecupan hangat di kening wanitanya itu.
...🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧...
Semuanya mulai terasa berbeda sejak hari dimana Hasna terjatuh di kamar mandi. Bima yang sejatinya sudah overprotektive pada Hasna, semakin saja menjadi setelah apa yang terjadi pada Hasna beberapa hari lalu.
"Jangan keluar dari kamar, kalau ingin ke kamar mandi panggil pelayan. Ingat itu!"
Perintah pagi ini yang harus Hasna dengar sebelum suaminya berangkat bekerja. Sebelumnya sudah ada drama tidak mau berangkat bekerja karena ingin terus menjaga istri tercinta. Namun, pekerjaan juga sudah menunggunya selama Bima tidak bekerja beberapa hari karena menjaga Hasna.
"Iya Sayang, sekarang ayo cepetan berangkat. Ini sudah terlalu siang"
Hasna sedikit menghela nafas melihat tingkah suaminya yang begitu mengkhawatirkan keadaannya. Padahal Hasna sudah merasa baik-baik saja saat ini. Meski dia memang harus berhati-hati dalam melakukan segala hal, karena saat ini ada nyawa lain yang harus dia jaga di dalam kandungannya.
Bima masih saja berada di posisinya, duduk di pinggir tempat tidur dengan tangan terus mengelus perut Hasna yang duduk bersandar di atas tempat tidur. Sama sekali tidak menghiraukan perkataan Hasna barusan.
"Sudah pukul 10 Sayang, kamu masih belum berangkat juga"
Hasna malah heran sendiri dengan suaminya ini. Sudah rapi dengan pakaian kantor, bahkan sepatunya pun telah dia pakai dari tadi. Tapi, sepertinya belum ada tanda-tanda dia akan segera berangkat bekerja sampai saat ini.
"Aku akan berangkat pas waktu makan siang saja, ada meeting penting siang ini" jelas Bima, menjawab ucapan Hasna yang sudah cukup lama berlalu.
Ya Tuhan... Kenapa sudah bersiap dari tadi pagi jika dia akan berangkat siang.
Hampir saja tangan Hasna melayang untuk menoyor kepala suaminya yang di rasa sedang sedikit eror itu. Namun, tentu saja dia tidak melakukannya. Mengingat siapa suaminya, tentu Hasna tidak akan seberani itu.
__ADS_1
"Kalo gitu, kamu makan dulu sana. Tadi, di suruh sarapan gak mau"
"Nanti saja, sekalian makan siang saat meeting nanti"
Entah kenapa selera makan Bima menjadi berkurang akhir-akhir ini. Seolah dia kehilangan selera makannya, padahal biasanya Bima adalah orang teratur dalam makan karena dia selalu disiplin untuk menjaga kesehatan tubuhnya.
"Kamu baik-baik saja 'kan?" tanya Hasna, mulai khawatir dengan keadaan suaminya yang tiba-tiba menjadi mengabaikan waktu makannya.
Hasna menempelkan punggung tangannya di kening Bima, merasakan suhu tubuh pria itu. "Tidak panas, kamu gak demam kok Sayang"
Bima bingung sendiri dengan apa yang sedang di lakukan istrinya itu. Memang dia tidak sakit atau demam seperti yang di ucapkan istrinya.
Bima meraih tangan Hasna yang berada di keningnya, menariknya ke bawah dan menggenggamnya di atas pangkuannya. "Aku baik-baik saja, memangnya aku kenapa Asna? Aku tidak sakit"
"Tapi kamu aneh"
Bima mengerutkan keningnya, semakin bingung dengan apa yang di ucapkan Hasna. "Aneh? Maksudnya?"
"Ya Aneh, kamu 'kan tipe orang yang selalu teratur dalam hal makan. Kesehatan adalah nomor satu buat kamu. Tapi kok sekarang kamu bahkan mengabaikan waktu sarapan"
Bima mengangguk mengerti, dia faham sekarang kenapa Hasna bertanya seperti itu. "Aku hanya sedang tidak berselera makan saja. Tapi, aku baik-baik saja. Kamu tenang ya, yang harus kamu fikirkan sekarang adalah kesehatan kamu dan bayi kita. Tidak perlu mengkhawatirkan keadaanku"
Apa ini? Ada debaran senang yang Bima rasakan. Meski dia merasa sedikit aneh dengan sikap Hasna yang tiba-tiba berubah menjadi manja seperti ini. Karena wanitanya adalah tipe orang yang sulit untuk menunjukan perasaannya dan juga sikap manjanya ini. Tapi jujur, Bima senang dengan kemanjaan Hasna ini.
Cup
Bima mencium puncak kepala Hasna yang masih memeluknya itu. "Iya terserah apa yang kamu mau, asalkan jangan membuat dirimu stres memikirkan keadaan ku"
Hasna mengangguk saja, dia juga sedikit merasa aneh dengan sikap dirinya ini. Tapi, Hasna merasa senang dan bahagia saat bisa bermanja dengan suaminya. Hal yang jarang dia lakukan, meski suaminya selalu memanjakan dia. Tapi, untuk Hasna bersikap manja seperti ini, hampir tidak pernah. Hingga saat ini, pertama kali dia menunjukan sikap manjanya.
...🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧...
Kebosanan mulai Hasna rasakan, seharian berada di dalam kamar benar-benar membuatnya hampir mati kebosanan. Makan dan minum selalu di layani pelayan. Bahkan saat ke kamar mandi pun harus di antar oleh pelayan.
Pelayan yang selalu berada di depan pintu kamar Hasna, berjaga-jaga jika majikannya itu ingin ke kamar mandi atau ada yang dia inginkan. Bima benar-benar telah mengaturnya sesuai dengan keinginannya.
Mau heran, tapi ini suamiku, seorang Tuan Bima. Sudahlah.. turuti saja Hasna.
__ADS_1
Pintu kamar yang terbuka membuat Hasna menoleh, pelayan setia itu muncul di balik pintu kamar dan menghampiri Hasna dengan membawa sebuah telepon seluler.
"Nona, Tuan menanyakan keadaan Nona. Sepertinya ponsel Nona tidak dapat Tuan hubungi"
Si pelayan menyodorkan telepon pada Hasna yang langsung menerimanya. Tentu saja tidak dapat terhubung, aku lupa mengaktifkan ponselku. Duh.. apa alasan aku ya, biar dia gak marah karena ponselku gak aktif.
Hasna menempelkan telepon seluler itu di telinga kirinya. Dengan ragu dia menyapa seseorang yang menelponnya di sebrang sana.
"Ha-hallo"
Terdengar hembusan nafas kasar di sebrang sana. "Kau kemana saja? Kenapa ponselmu tidak bisa aku hubungi. Kau ingin membuatku mati karena mengkhawatirkan keadaanmu Hah?"
Hasna memejamkan matanya saat mendengar cerocosan Bima di sebrang sana. Sudah pasti suaminya akan mengomel tentang hal ini.
Duh.. Hasna.. Kenapa sampe lupa buat aktifin ponsel si.
Hasna memijat pelipisnya, merutuki kebodohannya sendiri. "Iya maaf, aku lupa aktifin ponsel sejak semalam sedang di isi batre"
"Ck. Pokoknya tidak ada alasan apapun Asna! Selalu aktifkan ponselmu, jika kau tidak mau aku berlari seperti orang kesetanan menghampirimu ke sana"
Hasna tahu itu bukan sebuah ancaman. Bima pasti akan melakukan itu jika Hasna tidak dapat di hubungi seperti hari ini. Hasna mengerti jika hal ini adalah bentuk kasih sayang Bima padanya. Meski sedikit berlebihan untuk kebanyakan orang, tapi ini Bima! Hasna harus bisa memakluminya.
"Sudah makan?"
Hasna mengangguk kecil, meski sadar jika Bima tidak akan dapat melihatnya. "Udah, kamu udah makan?"
"Aku baru selesai meeting. Dan ini baru mau makan bersama Yudha"
Bima memang baru saja menyelesaikan rapat penting dengan rekan kerjanya bersama Yudha. Namun, di saat dia akan makan siang. Bima malah dibuat khawatir karena tidak ada satupun pesan yang dia kirim pada Hasna sejak tadi yang telah terbaca. Membuat Bima hampir meluncur segera kembali ke rumahnya, jika pelayan di rumah yang dia tugaskan untuk menjaga istrinya juga tidak dapat dia hubungi.
"Yaudah, kamu makan dulu sekarang. Selamat makan, aku menunggumu Sayang"
Selera makan Bima langsung kembali saat mendengar ucapan Hasna. Istrinya itu menunggunya, itu artinya Hasna sedang merindukannya. *Ahh.. Dasar Kang bucin... 🤭
Bersambung*
**jangan lupa dukungannya.. like komen di setiap chapter. kasih hadiahnya dan votenya juga..
__ADS_1
Maaf banget baru bisa up.. Aku benar-benar sibuk akhir-akhir ini. Pokoknya aku usahakan bisa up cepet lagi ya**..