You Are My Life (Kaulah Hidupku)

You Are My Life (Kaulah Hidupku)
Kau Tidak Tahu Maksud Dan Tujuanku!


__ADS_3

"Sayang, kau tega ya aku sudah capek-capek menjemputmu kesini. Kau malah mau naik angkutan umum itu bersama kedua temanmu" kata Bima santai, menatap Hasna dengan dingin.


"Hah? Sayang??"


Kedua teman Hasna sampai berteriak saking terkejutnya dengan apa yang di ucapkan Bima. Bahkan disana ada beberapa karyawan hotel yang akan pulang kerja juga. Sialnya, diantara mereka adalah karyawan hotel yang tahu siapa Bima sebenarnya.


"Maksudnya gimana Na? Tadi kamu bilang kalau Tuan ini adalah asisten dari Tuan Yudha pemilik perusahaan Walton.Corp. Terus kenapa dia memanggilmu sayang?"


Hasna gelagapan mendengar pertanyaan temannya. Bahkan beberapa karyawan hotel yang ada disana juga terkejut dengan kejadian ini.


Kenapa dia santai saja begitu? Aku bingung harus jawab apa, tapi dia yang membuat masalah malah santai saja begitu.


"Emm. Di-dia.. Di-dia..." Apa yang harus aku katakan sekarang? Tidak mungkin aku mengatakan yang sejujurnya. Apa yang akan mereka fikirkan tentang aku yang hanya seorang office girl berpacaran dengan seorang Tuan Bima.


"Aku adalah pacarnya! Apa ada masalah? Kalian tidak ada pekerjan ya sampai begitu penasaran dengan hubunganku dengan kekasihku? Apa aku sudah harus mengganti karyawan?" Kata Bima, menatap karyawan yang diam menatap penasaran ke arah mereka.


Bima mulai menunjukan kekuasaannya. Semuanya akan bisa teratasi hanya dengan perkataan Bima itu. Terbukti semua karyawan yang tadi ada disana langsung pergi dari sana. Begitupun dengan kedua teman Hasna.


"Kamu harus menjelaskan besok pada kami Na" bisik teman Hasna sebelum dia pergi dari sana.


Hasna menunduk malu dan bingung apa yang akan terjadi padanya pada hari esok. Kenapa juga Bima harus membuka status mereka. Dia akan baik-baik saja dalam hal ini karena tidak akan ada yang berani mengusik kehidupannya. Tapi, berbeda dengan Hasna. Gadis itu pasti akan kesulitan pada hari esok.


Bima menarik lembut tangan Hasna untuk segera masuk ke dalam mobilnya. Dia membukakan pintu mobil untuk Hasna, dan gadis itu hanya menurut masuk ke dalam mobil sambil melirik ke pintu kaca lobby hotel itu yang terlihat banyak orang yang mengintip dari sana. Tentu mereka akan penasaran dengan kejadian tadi.


Bima mendekat ke arah Hasna, seperti biasa dia akan memasangkan sabuk pengaman di tubuh Hasna. Gadis itu hanya diam menunduk, dia bingung apa yang harus dia katakan pada teman-temannya besok.


Mobil melaju meninggalkan pekarangan hotel. Hasna masih diam dengan segala kegelisahan dalam hatinya.

__ADS_1


Bima mulai menyadari sikap gadisnya ini, dia tahu apa yang di fikirkan gadis itu. Namun, Bima tidak tahan jika harus terus menerus menyembunyikan hubungan mereka. Apalagi jika dia memikirkan banyak pria lain di luar sana yang sedang mengincar hati Hasna, mengingat Hasna berstatus single jika di luaran sana.


"Aku akan menyuruh kepala kebersihan untuk memecatmu besok"


Hasna langsung menoleh dengan begitu terkejut, apa yang di ucapkan Bima barusan bagaikan petir yang menyambarnya. Jika Hasna di pecat dari pekerjaannya ini, lalu bagaimana hidupnya? Adiknya? Hasna akan memenuhi kebutuhan hidup dirinya dengan Hisyam dengan apa, jika dia tidak bekerja.


"Kamu sengaja ya ingin membuat aku semakin menderita? Kalau belum puas dengan memaksaku menjadi pacar pelunas hutangmu. Kenapa masih membuat hidupku menderita?" Kata Hasna dengan emosi yang meluap-luap. Dia benar-benar kesal dan marah dengan Bima.


Bima terkejut dengan apa yang di ucapkan Hasna. Ini pertama kalinya, Hasna menunjukan emosinya pada Bima. Bahkan pada siapapun. Dan apa tadi, pacar pelunas hutang? Bima benar-benar tidak menyangka jika Hasna berfikir sampai sejauh itu tentang hubungan mereka.


"Bukan itu maksud ku, kau dengarkan dulu..."


"Lalu apa maksud Tuan? Aku memang orang miskin dengan masa lalu yang kurang baik. Lalu, apa Tuan berhak mengatur hidupku? Bahkan membuat aku jadi pengangguran, padahal Tuan sendiri tahu jika aku mempunyai adik yang harus aku biayai" kata Hasna, memotong ucapan Bima


Bima menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Dia meraih tangan Hasna meski langsung di tepis kasar oleh gadis itu. Namun Bima tidak menyerah, dia menggenggam lagi tangan Hasna sedikit lebih erat agar gadis itu tidak lagi melepaskan genggaman tangannya.


"Kau memikirkan apa dengan kepala mungilmu ini?" Bima menuding kening Hasna dengan tangan satunya lagi "Otak kecilmu tidak akan sampe untuk memikirkan maksud dan tujuanku"


Hasna benar-benar kecewa dengan Bima kali ini. Bahkan dia begitu berani mengungkapkan segala uneg-uneg dalam fikirannya. Semuanya dia lampiaskan sekarang. Bima benar-benar tidak mengerti keadaannya sekarang. Dia malah semakin membuat Hasna kesulitan dengan menyuruh atasan Hasna untuk memecatnya.


Hasna membuka pintu mobil dan keluar dari sana. Bima kaget melihat Hasna yang keluar dari mobilnya dan memberhentikan angkutan umum yang lewat disana. Bima segera menyusul Hasna sebelum gadis itu benar-benar naik ke angkutan umum itu.


Bima menahan tangan Hasna yang akan naik ke angkutan umum itu "Kau mau kemana? Masuk ke mobil!"


Hasna mencoba melepaskan tangan Bima yang mencekal erat pergelangan tangannya. Namun, Bima semakin kuat mencekal tangan Hasna membuat dia sedikit meringis.


"Lepasin" kesal Hasna sambil menggoyangkan tangannya agar Bima melepaskan cekalan tangannya di tangan Hasna.

__ADS_1


"Masuk mobil Asna!" Tekan Bima dengan tatapan tajam


Asna? Siapa Asna, aku bukan Asna.


"Gak mau, lepasin aku" kata Hasna setengah berteriak.


Tin..tin..


Mobil angkutan umum yang telah di berhentikan oleh Hasna membunyikan klakson. Mungkin supirnya bingung melihat adegan ini.


"Tunggu Pak, saya akan naik" kata Hasna, masih berusaha melepaskan cengkalan tangan Bima


"Dia tidak jadi naik Pak" Bima merogoh kantung celananya dan mengeluarkan uang yang ada di sana. Dua lembar uang berwarna biru dia berikan pada supir angkutan umum itu "Bapak bisa pergi sekarang"


"Terimakasih Tuan" Supir itu tentu saja sangat senang mendapatkan uang tanpa harus mengantar penumpangnya.


Aneh. Sudah punya pacar kaya dan punya mobil bagus, kenapa masih mau naik angkot. Si supir angkutan umum heran sendiri dengan apa yang baru saja dia temui tadi.


Hasna menatap kesal pada Bima, pria ini benar-benar bersikap semaunya. "Lepasin, aku mau pulang"


"Aku akan mengantarmu pulang, masuk ke mobil!" Titah Bima dengan menarik Hasna menuju mobilnya.


"Masuk!" Bima sedikit memaksa Hasna untuk masuk ke dalam mobil "Kau akan tahu semuanya setelah kau masuk ke dalam mobil"


Hasna diam, dia terpaksa masuk kembali ke dalam mobil. Dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi sekarang.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya.. like komen di setiap chapter.. kasih hadiah dan vote juga.. hari senin nih, vote nya kasih ke Bima Hasna ya, biar semangat bikin konfliknya.. Hehe..


Kira-kira apa yang akan Bima katakan pada Hasna di dalam mobil ya??.. Tunggu next chapter nya hari kamis ya.. hehe


__ADS_2