You Are My Life (Kaulah Hidupku)

You Are My Life (Kaulah Hidupku)
Tuan Satria?!


__ADS_3

Hasna duduk diam di atas sofa yang berada di ruang rawat adiknya itu. Dia masih memikirkan biaya pengobatan adiknya. Mengingat hari ini saja dia sudah izin tidak masuk kerja. Sudah di pastikan gajinya bulan ini akan berkurang.


Drettt...Dret...


Ponselnya yang bergetar di atas meja nakas, langsung membuyarkan lamunan Hasna. Gadis itu berdiri dan mengambil ponselnya yang berada di atas meja nakas samping ranjang pasien. Hasna segera mengangkat telepon yang ternyata dari Ryan.


"Hallo Kak"


"Na, kamu di mana? Aku tadi ke rumah kamu mau lihat keadaan Hisyam. Kata Ibu, Hisyam sakit sudah dua hari. Maaf aku baru jengukin sekarang, tapi rumah kamu sepi"


"Iya Kak gak papa, aku sekarang lagi di rumah sakit xx. Hisyam terpaksa harus di rawat di sini"


"Ya ampun apa sakitnya Hisyam parah? Aku ke sana sekarang ya. Kamu tenang ya Na, Hisyam pasti baik-baik saja"


Hasna hanya mengangguk meski dia sadar jika Ryan tidak mungkin bisa melihatnya "Iya Kak"


Hasna kembali menyimpan ponselnya di atas nakas setelah Ryan memutuskan sambungan teleponnya. Dia membenarkan selimut adiknya, lalu kembali ke sofa dan duduk di sana.


Hatinya kembali gelisah, hidup seorang diri tanpa orang tua dan saudara yang bisa dia mintai tolong. Hasna hanya bisa berjuang sendiri, dia tak bisa meminta bantuan pada siapa pun. Meski banyak orang yang begitu baik padanya, tapi Hasna tidak mungkin terus merepotkan orang-orang yang begitu baik padanya dan adiknya.


Ceklek


Suara pintu terbuka mengalihkan fokus gadis itu, Hasna menoleh ke arah pintu yang terbuka dan sedikit terkejut saat melihat siapa yang datang. Hasna langsung berdiri dan mengangguk'kan kepalanya dengan hormat.


"Selamat pagi Tuan"


"Hmmm"


Bima berjalan ke arah Hasna dan duduk begitu saja di samping gadis itu berdiri. Tidak tahukah jika jantung Hasna sedang ribut sekarang karena kedatangannya yang tiba-tiba.


Bima menatap bingung gadis yang masih berdiri kaku di sampingnya itu "Kau kenapa masih berdiri, duduklah"


Hasna mengerjap dari keterkejutannya, gadis itu kembali duduk di sofa dengan jarak aman. Hasna menunduk dengan jantungnya yang masih saja ribut.


"Bagaimana keadaan adikmu?" Tanya Bima

__ADS_1


Hasna mendongak dan menoleh sekilas pada Bima yang menatap lurus ke arah ranjang pasien dimana Hisyam terlelap di sana.


"Sudah lebih baik, hanya tinggal pemulihannya saja" lirih Hasna


Bima menoleh ke arah gadis itu, dia selalu merasa bingung saat Hasna selalu saja menampilkan wajah ketakutan saat bersamanya. Padahal Bima merasa dia biasa saja, memasang wajah yang biasa saja. Tidak sadar saja jika ekspresi yang Bima anggap biasa saja, tapi terlihat begitu dingin dan menakutkan bagi orang lain.


"Kenapa kau selalu keta..."


Ucapan Bima terhenti saat terdengar suara pintu terbuka. Bima menatap tidak suka pada orang yang baru saja masuk ke dalam ruang rawat Hisyam itu. Apalagi ketika Hasna yang langsung berdiri dan menyambutnya dengan senyuman. Tidak seperti saat dia datang, Hasna malah menampilkan wajah ketakutannya.


"Na, gimana keadaan Hisyam?" Tanya Ryan


"Masih harus pemulihan Kak, mungkin akan di rawat beberapa hari lagi" jelas Hasna sambil menatap sendu pada adiknya yang terbaring lemah di atas ranjang pesakitan.


Ryan mengelus kepala Hasna dengan sayang "Sudah, kamu tenang ya. Syam pasti baik-baik saja"


Hasna mengangguk "Amin"


Sementara ada yang kepanasan dengan adegan di depannya ini. Bima menatap tajam pada tangan Ryan yang mengelus kepala Hasna. Rasanya dia ingin menendang pria itu dari hadapan gadisnya.


"Ekhem"


Hasna langsung menoleh ke arah suara deheman yang terdengar menakutkan itu. Dia baru tersadar jika ada pria dingin menyeramkan di ruangan ini. Dan masalahnya, tatapan Bima yang terlihat begitu tidak suka pada Ryan membuat Hasna gelagapan sendiri.


"Eh, Tuan perkenalkan ini Kak Ryan teman saya" lirih Hasna


Ryan juga tidak sadar jika di ruangan itu ada Bima, saat dia menoleh tentu saja Ryan langsung terkejut saat tahu siapa yang sedang duduk di atas sofa itu.


Ryan langsung mengangguk hormat "Selamat pagi Tuan Satria"


Satria? Kenapa Kak Ryan memanggil nya Tuan Satria?


Hasna terlihat kebingungan, dia tahu jika Ryan pernah bertemu dengan Bima saat di rumah Anista waktu itu. Namun, kenapa reaksinya berbeda saat dulu Ryan bertemu dengan Bima.


"Pak Ryan di panggil oleh asisten pemilik hotel ini, Tuan Satria" kata sekretaris nya itu.

__ADS_1


Dan akhirnya di sinilah Ryan berada, berdiri tegang di depan seseorang yang berdiri menghadap jendela ruangannya. Ryan masih belum melihat wajahnya, namun postur tubuhnya seakan tak asing untuk Ryan. Ini pertama kalinya dia bertemu dengan si pemilik hotel, meski hanya asistennya saja. Sejak dia bekerja beberapa bulan yang lalu dan ini adalah pertemuan pertamanya dengan atasannya ini.


Pria itu berbalik dan itu membuat Ryan begitu terkejut. Pria yang dia temui beberapa hari yang lalu di rumah temannya Hasna itu. Benarkah dia adalah si pemilik hotel? Dia adalah atasan dari segala atasan.


"Hallo Pak Ryan, kenapa anda begitu terkejut? Perkenalkan saya Asisten dari Tuan Yudha Abimana Walton, kaki tangan pemilik hotel ini. Satria Bima Prakasa, mungkin anda sering mendengar nama itu. Dan itu adalah saya" kata Bima dengan senyuman dingin nya


Ryan sedikit gemetar, yang sering dia dengar adalah Tuan Satria yang selalu mengecek keuangan dan perkembangan hotel ini setiap sebulan sekali. Dan dia pun belum pernah bertemu langsung dengan pria ini.


Namun, hari ini Ryan bertemu dengan pria yang di gosipkan dengan kedinginannya dan ketegasannya dalam pekerjaan. Dan yang lebih membuatnya terkejut ternyata pria ini adalah pria yang pernah di temuinya saat dia mengantar Hasna ke rumah temannya waktu itu.


Siapa sebenarnya teman Hasna yang di temuinya waktu itu? Kenapa Hasna bisa kenal dengan orang-orang seperti Tuan Satria ini.


Bima berjalan ke arah kursi kebesarannya, duduk di sana dan menatap tajam pada Ryan "Kau tahu kenapa aku memanggilmu kesini?"


Ryan menggeleng pelan "Tidak Tuan"


Bima tersenyum sinis "Untuk kinerjamu selama ini, aku cukup puas. Tapi, ada hal yang aku tidak suka dari kau"


Ryan mendongak "A-apa Tuan?"


"Kau menjalin hubungan dengan karyawan di sini dan itu akan membuat gosip yang tidak baik untuk citra hotel dan perusahaan Walton.Corp" kata Bima sambil memutar-mutarkan pena di tangannya


"Maksud Tuan?" Ryan benar-benar tidak mengerti apa yang di maksud oleh Bima.


"Tidak usah berpura-pura tidak tahu, kau mempunyai kedekatan khusus dengan gadis office girl itu 'kan" kata Bima dingin, tatapannya semakin menajam


Hasna? Kenapa Tuan Bima bisa tahu, padahal tidak ada satupun karyawan di hotel ini yang tahu soal itu. Lalu, kenapa dia bisa tahu?


"Kau mengerti sekarang?" kata Bima lagi dengan tatapan semakin tajam.


Ryan mengangguk faham "Ba-baik Tuan, Saya mengerti"


Bersambung


Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter. kasih hadiah dan vote kalian juga ya di novel You Are My Life

__ADS_1


__ADS_2