
suasana sejuk menyergap alam semesta, riuh kicauan burung menandakan penduduk bumi telah beranjak dari peraduannya, sinar matahari pagi mengintip diantara dedaunan menyapa sang embun untuk segara berlalu. Hingga terbentang indahnya alam di tanah borneo.
tanah borneo yang indah nan eksotik menawarkan atmosfirnya yang sejuk bebas tanpa polusi membuat gadis cantik berdarah belasteran jawa melayu betah untuk tetap tinggal di pulau yang mendapat julukan paru-paru dunia itu.
RANIA CAHAYA ATMAJA nama gadis cantik itu, terlahir dari keluarga konglomerat pasangan dari RUDI ATMAJA dan SINTIA CAHAYA. Dia punya seorang abang yang sangat tampan sikapnya dingin kepada semua orang terutama kepada seorang wanita namun hangat terhadap keluarga dan sahabatnya. Seorang CEO muda di perusahaan milik keluarganya "ATMAJA COMPANY" yang bernama KENAN CAHYA ATMAJA. meskipun rania memiliki segalanya, itu semua tidak membuatnya menjadi gadis yang sombong atau semena-mena, rania tumbuh menjadi gadis yang baik mau menolong orang yang membutuhkan.
keluarga rania selain terkenal orang nomor satu di negerinya juga terkenal akan kebaikannya, terbukti dengan menjadi donatur tetap di semua panti sosial yang ada di negerinya sehingga tidak ada seorang pun yang tidak kenal dengan nama besar yang tersemat di belakang nama rania putri dari pemilik perusahaan besar "ATMAJA COMPANY".
Lain rania lain pula dengan abangnya KENAN CAHYA ATMAJA walaupun sikapnya dingin terhadap semua orang, namun kenan adalah sosok pemimpin yang bijaksana teliti dalam bertindak dan disegani oleh bawahan maupun colega bisnisnya, sepak terjangnya dalam dunia bisnis sudah tidak diragukan lagi, sebagai lulusan dari luar negeri kenan memang sungguh dapat diandalkan dalam perusahaannya.
***
kediaman keluarga ATMAJA...
rania baru saja selesai mandi dan merias diri dengan memoleskan make up tipis namun masih terkesan natural, merasa sudah rapi rania keluar kamar menuju kamar abangnya untuk mengajaknya sarapan pagi.
tok...tok..tok... suara pintu diketuk, namun tak ada jawaban dari dalam raniapun membuka pintu dan melongok ke dalam kamar abangnya namun sosok yang dia cari tak do temukannya.
sepi... gumamnya.
rania bergegas menuruni tangga menuju meja makan segera bergabung dengan kedua orang tuanya untuk sarapan.
"pagi ayah, bunda" sapa rania yang langsung duduk dan mengambil sepotong roti sandwich menjadi menu sarapannya pagi ini.
"pagi sayang" jawab sintia lembut, rudi hanya tersenyum sebagai jawaban sapaan dari putrinya.
"kak kenan kemana bun? kenapa kakak tidak ikut sarapan bersama kita?" begitu sapaan rania untuk abangnya.
"abangmu masih berolah raga di halaman belakang" jawab sintia yang hanya ditanggapi dengan anggukan kepala putrinya.
__ADS_1
"ayah gak ke kantor atau ngurusin bisnis ayah yang diluar kota?" tanya rania heran yang melihat ayahnya akhir-akhir ini sering berada di rumah.
"kenapa, kamu tidak senang jika ayah berada di rumah?" rudi balik bertanya pada putrinya.
"biasanyakan ayah jarang di rumah, apalagi kalau akhir pekan begini, pasti ayah selalu gak ada, adek kan heran" jelas rania.
"mulai sekarang ayah akan lebih sering di rumah menghabiskan akhir pekan bersama adek, dan bisnis ayah yang di luar kota sudah ada yang menghendel" jawab rudi
"yei adek seneng dengernya yah" rania bersorak dan tepuk tangan merasa bahagia dan ditanggapi senyuman oleh kedua orang tuanya. bersamaan dengan itu kenan masuk untuk ikut serta sarapan bersama keluarganya.
"ih, kakak jorok masih keringetan tuh" tegur rania saat melihat abangnya duduk di sebelahnya hendak sarapan
"gak ada keringet dek, lagian abang sudah istirahat setengah jam yang lalu jadi leringatnya dah kering" cuek tanpa memperdulikan rania.
"bauk kalik kak" sambil menutup hidung
"mana ada bauk, wangi gini kok" sambil mencium ketiaknya dan disodorkan ke rania.
"abang sudah ah, selesaikan dulu sarapannya, jangan usil terus dong sama adikmu" pinta sintia pada putra sulungnya.
"iya bunda, lihat aja kamu dek kalau abang dah pergi ke luar kota dan menetap di sana, kamu pasti rindu sama abang larna gak ada yang ngusilin kamu lagi" jelas kenan yang masih terus usil sama adiknya
"apa, pergi ke luar kota? yah jadi yang tadi ayah bilang kerjaan ayah sudah ada yang gantiin itu, digantiin sama kak kenan?" tanya rania kaget dan diangguki rudi.
"yah, jangan kak kenan dong" rengek rania manja
"selesaikan sarapannya" perintah ayah tegas dan tidak dapat di bantah lagi oleh orang yang berada di meja makan pagi itu.
***
__ADS_1
setelah sarapan rania duduk santai di tepi kolam renang halaman belakang rumahnya. sementara kedua orang tua rania pergi ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya yang belum rampung, sebelum acara pengangkatan putranya sulungnya menjadi CEO kantor pusat di Jakarta.
"adek sedang apa di situ?" tanya kenan sambil mendekati adiknya.
"hanya duduk santai saja, menikmati hembusan angin" jawab rania asal, tidak seperti biasanya jika di tanya abangnya.
"apa adek masih kepikiran dengan wacana ayah, yang menginginkan abang terjun langsung di perusahaan kita?" tanya kenan hati-hati.
"kenapa adek harus kepikiran, kalau kakak mau kerja dan pergi dari sini juga gak ngaruh sama adek, toh adek juga sudah terbiasa sendiri sebelum kak kenan pulang" jawab rania yang berusaha tidak perduli dengan gemuruh dalam hatinya.
"oh kira abang, adek masih kepikiran dengan masalah itu, jadi abang gak akan merasa berat untuk pergi dari rumah ini" saut kenan yang tak kalah pura-pura cuek dengan sikap rania, hendak berlalu pergi.
tiba-tiba... rania langsung memeluk perut abangnya yang rata dari belakang sambil menangis.
"kenapa kakak harus pergi lagi? adek ngeselin ya? adek janji gak akan manja lagi sama kak kenan asalkan kak kenan gak pergi" tanya rania dengan suara tangis yang tertahan.
"adek gak pernah ngeselin abang dan tetaplah menjadi adik yang selalu manja sama abang karna abang suka itu, lagian abang pergi gak jauh hanya ke jakarta" jawab kenan sambil membelai rambut adiknya penuh kasih sayang.
kenan sangat menyayangi adiknya, itu sebabnya kenan tidak pernah merasa kesal jika rania selalu bersikap manja pada dirinya.
"adek pasti rindu sama kakak" rengek rania manja.
"adek bisa video call sama abang, bahkan bisa mengunjungi abang ketika adek libur sekolah, adek jangan sedih lagi ya?" bujuk kenan dan rania menganggukkan kepala tanda setuju.
adek sedih kalau harus berpisah jarak lagi dengan kakak, dengan adanya kakak adek merasa punya temen, karna sahabat adek gak selalunya bersama adek, mereka punya keluarga yang harus dikunjungi saat liburan, seperti saat ini. gumam rania lirih dalam hati.
***
bersambung
__ADS_1
jangan lupa selalu dukung author ya, dengan kirim vote dan like.😍😍😍