Adik Seorang CEO

Adik Seorang CEO
31.CEMBURU BUTA


__ADS_3

jena yang telah terbakar api cemburu tak lagi mampu menahan diri, melihat wanita yang di hadapannya kini membutnya tak lagi berpikir jernih. dia cemburu melihat kekasihnya tertawa bersama wanita lain.


sementara rania yang asyik membuatkan sarapan untuk abangnya tidak menyadari jika jena menatapnya tajam.


tanpa basa-basi jena lalu menyenggol tangan rania yang sedang membuat omlet.


"aww" tanpa sengaja tangan rania menyentuh bibir teplon yang panas.


"itu belum seberapa, aku bisa melakukan lebih dari ini" ancam jena lalu pergi.


rania yang tidak mau mencari keributan dengan di kantor abangnya, membiarkan jena pergi tanpa perlawanan.


sepanjang koridor rania masih bingung dengan wanita yang ditemuinya di pantry.


apa masalah wanita itu, aku tidak mengenalnya bahkan aku baru kali ini melihatnya. rania


rasa panas yang menyentuh kulitnya tadi meninggalkan noda merah di pergelangan tangannya yang putih bersih.


"taraa... omlet kesukaan kak kenan sudah jadi" rania menautkan kedua alisnya karena kenan tidak meresponnya.


"ada apa kak? kakak gak suka sama omletnya?" rania menarik kembali piring berisi omlet yang disodorkannya.


mata kenan lalu menangkap garis merah yang tergambar di pergelangan tangan adiknya.


"ini kenapa dek?" tanya kenan namun rania tidak menghiraukan abangnya. "dek!" ucap kenan penuh penekanan.


"sudahlah kak, ini hanya goresan bibir teplon saja gak usah berlebihan, sekarang makan dulu tuh omletnya, adek sudah buatin sampai kena teplonnya". sambil menjulurkan tangannya.


"lain kali jangan buatin lagi sarapan untuk abang, yang ada nanti tangan adek rusak"


"ini juga kalau bukan karena ce.." rania mencekat kata-katanya tidak mau membuat urusannya semakin rumit.


"ce.. apa maksudnya?". "maksud adek ceret kak, adek kena bibir teplon karena menghindari ceret" jelas rania berbohong.


"lain kali hati-hati dek" saut kenan penuh perhatian.


***


siang ini kenan ada meeting bersama perwakilan dari kantor cabang yang di kalimantan. terpaksa rania harus pulang sendiri dengan naik taksi online.


"adek tunggu abang selesai meeting, pak rizal ada kerjaan di luar kantor, jangan pulang sendiri ini jakarta bukan kalimantan, bahaya" cegah kenan yang sudah khawatir.


"kelamaan kalau nunggu kak kenan, kasihan temen-temen di rumah lagi pula adek naik taksi online kak, mobilnya jemput di depan lobby" jelas rania yang tidak ingin membuat abangnya semakin khawatir.

__ADS_1


"baiklah, tapi langsung pulang kalau ada apa-apa langsung telphone abang" saut kenan mengalah


kenan menggandeng tangan rania posesif untuk melindungi adiknya dari pandangan buruk karyawannya, rania yang tahu sikap abangnya sesekali menggoda karyawan cowok yang berpapasan. mata kenan membulat sempurna menahan kesal.


sikap posesif yang ditunjukkan kenan kepada adiknya membuat jena semakin gerah melihatnya dan dia pun menelphone seseorang.


kamu tidak mengindahkan peringatanku gadis pengganggu. jena


kenan mengantarkan rania sampai di lobby kantor untuk memastikan adiknya aman sampai naik taksi yang di pesan melalui aplikasi resmi.


"hati-hati dek, ingat langsung pulang" kenan mengingatkan adiknya. "iya kak kenan sayang" rania mulai jengah dengan sikap posesif abangnya.


taksi yang membawa rania pun melaju meninggalkan kantor kenan yang megah.


ketika kenan berbalik hendak menuju lift pandangannya bertemu dengan mata indah milik jena jika tidak dalam keadaan marah.


"sayang kamu kemana saja, tadinya aku mau...". "sekarang kamu ada meeting, sepuluh menit lagi akan dimulai" potong jena yang tidak ingin mendengar penjelasan kenan karena saat ini dia sedang terbakar api cemburu buta.


"kamu memang yang terbaik sayang" kenan ingin memeluk jena namun ditepisnya.


"ini kantor sayang" jelas jena yang tidak ingin membuat kekasihnya salah paham.


"aku kira kamu menolakku karena marah sebab aku cuekin kamu tadi pagi". jena hanya tersenyum.


****


di perjalanan rania merasa haus dan meminta supir taksi untuk menepi.


"pak berhenti sebentar saya ingin membeli minum di seberang jalan" pinta rania.


"jangan nona, bahaya" cegah supir taksi


"saya haus, mau bapak saya adukan ke kantor bapak atas ketidak nyamanan penumpang?" ancam rania dan supir tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti keinginan rania.


ketika rania keluar dari mobil sekitar jarak empat meter mobil jeep berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi menghantam tubuh rania yang hendak menyebrang. seketika ramai orang yang mengerumuni tubuh rania yang berlumuran darah.


supir taksi yang membawa rania terkejut melihat tubuh penumpangnya tergeletak berlumuran darah.


"pak tolong bantu saya membawa nona ini ketaksi saya" ucap supir taksi.


"dia penumpang saya" lanjutnya dan mereka pun menolong rania.


dalam perjalanan menuju rumah sakit terdekat supir taksi mencoba untuk menghubungi kenan melalui ponsel rania namun ponselnya terkunci. tiba-tiba ada panggilan di ponsel rania ketika akan di jawab ponselnya mati.

__ADS_1


supir semakin panik karena darah dari kepala terus mengalir, dua puluh menit kemudian mobil taksi sampai di depan rumah sakit. supir taksi lalu keluar meminta pertolongan, akhirnya rania lalu di bawa ke IGD untuk di bersihkan lukanya.


sementara supir taksi langsung menuju meja resepsionis untuk meminjan charger.


"maaf pak pasien yang tabrak lari tadi siapa yang akan bertanggung jawab?"


karena belum ada keluarga yang dapat dihubunginya maka supir itu yang bertanggung jawab.


"maaf suster tunggu sebentar karena saya belum dapat menghubungi keluarganya, ponselnya pun lowbet"


"baiklah kami beri waktu, bapak untuk menghubungi keluarganya".


supir taksi terus menjaga rania yang belum juga sadarkan diri.


****


dua jam kemudian kenan baru selesai meeting, kenan bersama kliennya langsung keluar dari ruangan meeting. sementara jena menerima panggilan ponselnya dari seseorang. ada semburat senyuman terukir dari bibirnya.


kenan kembali ke ruangannya sekedar merilekskan pikirannya. tiba-tiba ponselnya berdering.


"hallo kak kenan, apakah nia masih bersamamu? kami disini tidak tahu harus berbuat apa?" tanya dafa setelah panggilannya tersambung.


"nia sudah pulang" jawab kenan asal tanpa melihat waktu dan memperkirakan jarak tempuh dari kantor ke rumahnya


"maksudnya nia sekarang dalam perjalanan pulang" jelas dafa, "tidak, tapi tadi pulangnya setelah jam makan siang" jawab kenan yang belum on sepenuhnya.


"kak, apakah jarak kantor ke rumahmu begitu jauh? atau di jakarta memang macetnya sampai memakan waktu dua jam?"


"apa maksudmu?" tanya kenan mulai serius.


"maksudku jika benar nia pulang tadi siang, tapi sampai sekarang setelah dua jam nia belum sampai rumah dan aku hubungi ponselnya tidak aktif". jelas dafa


"apa? nia belum sampai rumah?" kenan panik lalu melihat jam di tangannya sudah dua jam lebih dari waktu rania pulang, seharusnya sudah sampai. kenan langsung menutup ponselnya.


kenan menghubungi ponsel rania dan panggilannya tersambung.


"hallo, adek kamu dimana? kenapa sudah jam segini belum sampai rumah?" pertanyaan kenan memberondong.


"maaf pak, ini saya supir taksi nona rania, kami sekarang berada di rumah sakit karena nona kecelakaan".


"apa?!"


***

__ADS_1


**BERSAMBUNG**


__ADS_2