
#pagi hari
pagi ini rania sudah tampak lebih segar setelah semalam dia beristirahat lebih awal, hari ini dia akan menghabiskan waktu liburannya hanya bersantai ria karena nanti sore dia sudah janjian sama para sahabatnya. ponselnya berdering terlihat nama abangnya yang menelphone dan rania mereject telphonenya, sampai berulang kali namun rania tetap di mau menjawab.
rania turun untuk sarapan, pagi ini moodnya sedang tidak baik. rania masih kesal dengan abangnya.
kenan yang makin merasa bersalah memutuskan untuk menelphone ponsel ayahnya, tepat rania sedang duduk berhadapan dengan rudi.
"hallo... nak apa kabarmu" sapa rudi, mendengar percakapan ayahnya rania lalu mengurungkan diri untuk ikut sarapan bersama.
"mau kemana sayang, sarapannya belum dimakan" tanya sintia lembut saat putrinya beranjak dari kursi.
"nanti saja adek sarapannya, adek lagi gak mood mendadak kenyang". jawab rania ketus.
kenan mendengar suara adiknya dari balik ponsel.
"hallo nak, kamu masih disitu?"
"apa adek masih marah sama abang?"
"berikan waktu untuk adikmu, ayah akan bicara nanti dengannya, sabar ya nak?"
"baiklah ayah salam untuk bunda dan adek". kenan menutup telephone.
rania duduk di kursi halaman belakang di samping kolam renang tempat yang biasa dia duduki bersama abangnya. sambil menyandarkan diri di kursi, dia membuka galeri ponselnya melihat gambar dirinya sedang tertawa bersama abangnya, gambar yang di ambil saat dia berulang tahun yang ke tujuh belas yang hanya di rayakan bersama abang dan kedua oranga tuanya. karena pada saat itu kenan pulang hanya tiga hari saja dan kepulangannya ke indonesia untuk memenuhi janjinya pada adik kesayangannya karena saat itu kenan masih kuliah S2nya di London.
rania menangis sat mengingat kembali kenangan saat sweet seventeen nya bersama abangnya. kenagan-kenangan manis itu berkeliaran di kepala nya membuatnya semakin terisak dalam kesedihan mengingat hubungannya dengan abangnya berjarak dan tidak tahu sampai kapan jarak itu akan terkikis.
"adek kangen kak, maafkan adek... maaf". rania menagis semakin dalam sambil memeluk ponselnya yang bergambar wajah abangnya.
rudi yang hendak menghampiri putrinya menghentikan langkahnya, saat melihat anak gadisnya menangis dengan memeluk gambar wajah putra sulungnya di ponsel putrinya. rudi terharu melihat kejadian itu lalu bergegas masuk ke rumah.
"sebenarnya apa yang terjadi dengan anak-anak kita yah, bunda merasa telah terjadi sesuatu yang bunda tidak ketahui". tanya sintia cemas
"adek dengan abang sedang berselisih paham, tapi sebentar lagi baikan bunda tenang saja".
"bunda tidak bisa tenang, karna bunda tahu sifat adek, ini pasti kenan yang berbuat salah kalau adek seperti ini".
"bunda percaya sama ayah, ya...?"
"apa ini tidak ada hubungannya dengan kejadian ayah pingsan waktu di jakarta?" selidik sintia.
__ADS_1
"tidak ada bunda". jawab rudi berbohong.
****
#di jakarta
kenan memeriksa semua berkas-berkas yang baru saja di tanda tangani oleh dua perusahaan besar. meskipun hari ini hari libur namun kenan tetap bekerja sekalipun di rumahnya, di ruang kerjanya dia dengan teliti memeriksa secara detail rencana kerja sama dengan perusahaan besar asal jepang kemari siang. proyek yang di tangani oleh dua perusahaan besar ini sangat menjanjikan.
kenan sangat terkesan dengan cara presentasi yang disampaikan oleh perwakilan dari perusahaan kliennya. cara penyampaiannya menarik, terlihat sangat smart begitulah penilaiannya terhadap orang tersebut. bahkan untuk mengingat namanya saja sudah membuat kedua sudut bibir kenan tertarik dan ini sangat jarang terjadi untuk kesan pertama dalam kamus kenan.
JENAHARA SUMAKI nama orang tersebut, gadis yang sangat cantik, elegan dan smart seorang wanita yang pekerja keras, gadis yang tidak mau menjadi parasit bagi siapapun, sangat disiplin waktu. untuk kesan pertama sangat baik terlihat di mata kenan.
"aku ini kenapa?" senyum sendiri dan menggeleng-gelengkan kepalanya seolah-olah mengusir ingatannya tentang gadis itu. tiba-tiba ponsel kenan berdering, dahi kenan mengernyit karena tidak mengenali nomor ponsel yang tertera di ponselnya namun tidak segera di jawab.
nomor yang sama kembali menghubunginya untuk kali ini di angkat oleh kenan "siapa tahu penting" begitulah gumamnya.
"hallo.. selamat pagi, benar ini dengan tuan kenan CEO ATMAJA COMPANY?" sapa suara di seberang.
"iya, saya sendiri dengan siapa?" suara khas dari kenan yang membekukan.
"maaf, saya jena bisa kita ngobrol sebentar?"
"jena..??"
kenan tersentak kaget karena baru saja dia memikirkan gadis itu, kini dia menghubunginya.
"ada apa?" membuat yang denger menjadi gedek.
"apa hari ini kita bisa bertemu karena ada point dari perjanjian kerja yang masih belum bisa saya pahami tuan?"
"hmm" yang denger makin gondok tingkat dewa.
"tuan saja yang menetukan tempat dan jamnya karena saya belum mengenal jalanan di kota ini"
"jam empat sore, di cafe dekat kantor agar memudahkan nona" jawab kenan.
"baik tuan, selamat pagi". menutup telphone.
jena yang sudah menutup telphone nya sukses dibuat gedek dengan sikap dinginnya kenan, "tuh orang bukan sih? dingin banget seperti es dari kutub utara". rutuk jena.
"kalau bukan karena point perjanjian kerja yang kurang aku pahami, males banget mau ketemu, untung saja tampan kalau jelek sudah aku uleg" kesal jena.
__ADS_1
kenan yang baru saja dapat telphone dari gadis yang mencuri perhatiannya, senyum-senyum sendiri dan tingkahnya dilihat oleh sahabatnya kevin yang sejak tadi berdiri di pintu ruang kerjanya. kevin nyelonong masuk karena tidak mendapat jawaban dari pemilik ruangan rupanya pemiliknya sedang senyum-senyum sendiri.
"sudah senyam-senyumnya" kevin mengejutkan.
"kevin, kapan lo masuk dan gak ketuk pintu lagi" dengus kenan kesal
"eh curut, gue udah berkali-kali ngetuk tuh pintu ampe memar nih jari, gak denger apa lo?" kevin menunjukkan jari-jari putihnya yang memerah.
"sepi amat ni rumah, penghuninya pada kemana?". "lo gak lihat gue ada di depan lo?"
"maksud gue om, tante dan adik lo" " kenapa?". "ish galak banget, kangen gue sama adik lo"
"jangan macem-macem lo". "bener gue gak bohong".
kevin datang kerumah kenan memang kangen sama rania adik sahabatnya, senyum gadis itu selalu menari di pelupuk matanya artinya apa kevin pun tidak mengerti yang dia tahu saat ini hanya ingin bertemu saja.
"bonyok sama adik gue sudah pulang ke kalimantan kemarin?"
"hah, kenapa gak ngabarin gue, kan gue bisa nganterin".
"mendadak adik gue pingin pulang, sudah rindu udara segar kalimantan katanya" kenan berbohong
"telponin dong"
"gak bakal mau ngomong dia sama lo, apalagi kalau nomor baru gakkan diangkat"
"telpon om rudi, pasti dia mau ngomong sama gue"
"ngeyel banget sih lo".
kenan menuruti keinginan kevin, lalu mengambil poselnya dan menelphone ayahnya.
tut...tut...tut.. suara ponsel terdengar belum ada jawabannya.
**BERSAMBUNG**
menurut readers kira-kira rania mau gak ya ngomong sama kevin?
ayo temukan jawabannya di episod selanjutnya ya...
tetap vote dan like ok...
__ADS_1
emmuuacchhh..