Adik Seorang CEO

Adik Seorang CEO
36. EMOSI KENAN...


__ADS_3

"emm..., wanitanya lemah sehingga tidak bisa menghindar dari kecelakaan, jadi yang adek maksud wanitanya ya adek sendiri" jawab rania yang sedikit gugup.


"yuk kita berangkat, sudah semuakan?" tanya nathan.


"selamat pagi" sapa jena dengan berusaha tersenyum saat tatapan rania dengannya bertemu.


"pagi kak jena" saut ayu. "kak jena mau ikut ngantar sampai bandara ya?" imbuhnya. jena hanya mengangguk.


"wah, kalau punya kakak ipar sebaik kak jena aku mau jadi adik kak kenan" celetuk dafa memuji.


"iya, baru calon aja sudah perhatian seperti ini, bagaimana kalau jadi kakak ipar beneran? beruntung kamu nia punya calon ipar seperti kak jena" ujar nathan membenarkan ucapan dafa.


"uhuk.." rania tersedak air liurnya sendiri, membuat jena merasa tak sepantasnya mendapat pujian.


"asal jangan ada insiden aja lagi" tukas mela.


"apa maksudmu mel" tanya nathan. "ya maksudku kejadian empat hari lalu yang terjadi sama nia" jawab mela lugas.


"tidak akan terjadi apa-apa selama ada abang" kenan lalu merangkul adiknya.


kamu gak tahu kak, wanita yang kamu cintai itu ular betina yang gak tahu kapan dia akan menyemburkan bisanya. jena.


"kok malah ngobrol sih, ayo kita berangkat" ajak ayu.


semuanya pun beranjak dari tempatnya masing-masing, mereka berangkat ke bandara dengan menggunakan dua mobil.


rania, jena dan kenan berada dalam satu mobil dan berangkat kebih dulu, sedangkan mela,ayu, nathan dan dafa ikut bersama rizal asisten pribadi kenan yang membuntuti mobil kenan dari belakang.


"dek, abang perhatikan kamu tidak bersemangat semenjak pulang dari rumah sakit".


"adek ragu sama kak kenan"


"ragu? maksudnya?"


"iya, adek ragu kak kenan tidak akan pernah bisa atau bahkan tidak akan sanggup menangkap perempuan yang mau membunuh adek, karena sampai sekarang perempuan itu masih bisa bernafas tenang" ungkap rania sinis melihat jena yang duduk di sebelah abangnya.


"adek jangan remehkan abang, dia boleh saja sekarang bernafas lega tapi setelah dia abang temukan dia bahkan akan memilih untuk tidak bernafas lagi" ujar kenan yang sudah tersulut emosi.


rania sengaja menyulut emosi kenan agar jena tahu sisi lain dari laki-laki yang dia cintai.


"apa itu berlaku juga untuk perempuan yang kak kenan cintai?" selidik rania penuh arti.


"siapapun dia, sekalipun perempuan itu masa depan abang, dia tidak akan pernah bisa lari dari pengadilan abang" tegas kenan. rania merasa puas sekalipun jena sudah terlihat pucat.


"itu sebabnya wanita yang akan menjadi kakak ipar adek sudah abang ceritakan perihal tentang adek dan sifat manja adek, abang tahu adek suka merajuk makanya abang mencari wanita sebaik dan selembut jena" kenan tersenyum sambil menatap kekasihnya.

__ADS_1


hati jena tersentuh karena alasan kenan memilihnya hanya agar dirinya bisa mengimbangi sifat manja adiknya.


****


"mel lo kenapa sih kayaknya gak suka sama kak jena?" tanya ayu penasaran dengan sikap mela yang tak bersahabat.


"iya, kamu gak sopan" saut dafa dan diangguki nathan.


"lo semua mau tahu kenapa gue gak suka sama tu perempuan, dia itu..." kata-kata mela menggantung saat bertemu pandang dengan rizal.


"dia itu apa?" desak ayu.


"ya karena dia pacar kak kenan" mela berbohong.


semua orang yang ada di mobil tertawa ngakak, termasuk rizal yang hanya tersenyum geli sukses membuat mela kesal.


"jadi kamu cemburu" ujar dafa yang masih tertawa.


"puas kalian menertawakan aku, pada saatnya nanti tawa kalian ini akan menjadi tangis darah" geram mela.


mela semakin geram karena ke tiga sahabatnya tak menghiraukannya, tak lama kemudian mobil mereka pun sampai di bandara.


kenan dan jena turun lebih dulu dan jena ingin membantu rania turun namun rania memilih untuk memanggil kenan.


"kak kenan!" teriak rania


mela berlari mendahului kenan, sikap mela tampak berlebihan di mata para sahabatnya.


"nia lo gak papa?" tanya mela khawatir.


"bantuin gue, gue rasa dia akan berfikir seribu kali untuk mencelakai gue lagi" sinis rania. mela membantu rania duduk di kursi roda dan mendorongnya menjauhi jena.


jena hanya terdiam mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari adik kekasihnya, tanpa terasa airmatanya jatuh berguguran dan kenan pun melihatnya.


aku tahu aku salah, aku minta maaf tapi apa kalian tidak bisa berusaha memaafkanku, sungguh aku menyesal semua ini terjadi karena salah paham. gumam hati jena diam dalam tangis.


kenan menghentikan langkah mela yang mendorong kursi roda adiknya. tatapan kenan menakutkan membuat nyali mela menciut.


"apa masalahmu heh? jangan fikir aku tidak memperhatikan gelagatmu" bentak kenan pada mela.


"cukup kak, aku tidak suka kau membentak sahabatku" sungut rania.


kenan terkejut dengan penggunaan bahasa adiknya dan luapan emosinya.


"rania! sopan sedikit kamu" bentak kenan.

__ADS_1


rania melepaskan tangan mela dari pegangan kursi rodanya dan berbalik arah menghadap jena yang termangu melihat pertengkaran kekasih dan adik kekasihnya.


"lihat, lihat sekarang apa kamu puas, apa kamu masih berharap aku akan memaafkanmu setelah semua yang terjadi heh?".


"rania jaga bicaramu, plak" suara tamparan terdengar dengan jelas.


"kak kenan!" teriak sahabat-sahabat rania bersamaan.


"terima kasih kak, adek anggap ini hadiah dari kak kenan dan lihat ini". rania meraih ponselnya lalu memblokir semua akses kenan untuk menghubunginya.


"ini hadiah adek untuk kakak, jangan pernah menghubungi adek".


kenan tersadar akan kesalahannya, kali kedua kenan menampar wajah cantik adiknya, sakit hati rania membuat airmatanya enggan untuk keluar lalu dia pergi meninggalkan mereka semua menuju ruang tunggu.


"dek, abang mohon jangan lakukan ini dek!" teriak kenan menangis.


"sayang maafin aku, sungguh aku..." ucapan jena menggantung.


"sudahlah, aku akan memperbaikinya dengan aku menemukan perempuan terkutuk itu". ucapan kenan membuat jena kembali bergidik takut.


****


di dalam pesawat yang akan lepas landas meninggalkan bandara jakarta, rania hanya tergugu dalam tangisnya sungguh dia tidak menyangka akan menerima perlakuan seperti ini dari abangnya.


sahabatnya hanya bisa diam tanpa bisa berbuat apa-apa termasuk dafa kali ini dia bingung untuk memulainya.


"mel lo pasti tahu sesuatu kan? gak mungkin kalau cuma masalah lo cemburu" selidik ayu.


"lo mau tahu?". ayu dan sahabatnya yang lain mengangguk.


"jena adalah otak dari percobaan pembunuhan terhadap rania"


"apa?! lo jangan bercanda mel" tukas ayu hampir bersamaan dengan yang lain.


"tanya nia kalau gak percaya".


"nia, apa benar apa yang baru saja kami dengar?"


"apa?" tanya rania dingin


"kalau kekasih..." ucapan dafa menggantung.


"jadi mela sudah memberitahukannya?"


"jadi semuanya benar nia?" nathan heran tak percaya.

__ADS_1


***BERSAMBUNG***


ayo kirimkan vote nya dan like serta komentarnya ya...


__ADS_2