Adik Seorang CEO

Adik Seorang CEO
96. KEKASIH KENAN?


__ADS_3

"Assalamu'alaikum tante sin" sapa Kevin.


"Wa'alailumsalam, hai nak, kamu sudah hadir, maaf Tante tidak melihatmu, ayo silahkan duduk" ujar Sintia.


"Terimakasih tante, Kenan dimana tante?" tanya Kevin sambil mencari sosok sahabatnya.


"Itu dia, disana sedang menyapa para tamu undangan dan rekan bisnisnya" sahut Sintia sambil menunjukkan keberadaan Kenan.


Sebelum menghampiri sahabatnya, Kevin yang masih penasaran dengan kedekatan antara mahasiswinya dan ibu dari sahabatnya, mencoba untuk mencari tahu.


"Kamu ada disini? Apa kamu kenal dengan salah satu anggota keluarga disini?" tanya Kevin pada Chika.


Chika yang merasa bingung untuk menjawab, tampak gelisah dan tidak tahu hendak menjawab apa.


"Dia kekasih Kenan," sahut Sintia tiba-tiba dan merangkul Chika seraya tersenyum ramah.


"Kekasih Kenan? Tapi dia tidak pernah menceritakannya padaku tante, jika dia sudah memiliki kekasih" ujar Kevin heran.


"Mungkin dia belum sempat menceritakannya padamu, karena tante juga baru tahu kemarin, lagi pula kalian sama-sama sibuk, jadi waktu kalian untuk bertemu juga jarang" jelas Sintia.


"Iya baiklah tante, alasan itu bisa Kevin terima, tapi kalau mereka, kenapa tante bisa mengenal mereka juga?" selidik Kevin menunjuk arah kedua mahasiswanya.


"Mereka itu sahabatnya Nathan, jadi wajar jika mereka ada disini, karena Nathan yang mengundang mereka, Nia juga tidak keberatan," jelas Sintia.


Sementara Chika masih belum mengerti arah pembicaraan antara ibu dari sahabatnya dan dosennya itu, mengapa dia diperkenalkan sebagai kekasih dari abang sahabatnya.


"Baiklah tante, aku nyamperin Kenan dulu, kalian havefun ya disini" ujar Kevin.


ish, ganteng banget sih pak Kevin dan senyumnya itu melelehkan hati gadis yang melihatnya, pantesan aja si nenek lampir sampai belingsatan nguber tu pak dosen, andai saja setiap hari, pak dosen pasang wajah ramah seperti ini di kampus, sayang senyumnya itu terlihat kalau ada Ran. Gumam hati Chika.


"Chika, maaf ya nak, Tante harus berbohong memperkenalkan kamu sebagai kekasih Kenan dihadapan dosenmu" tutur Sintia.


"Tidak apa-apa Tante, tapi kalau boleh Chika tahu kenapa Tante?" tanya Chika penasaran.


"Seperti yang telah kamu ketahui nak, Nia mengadakan pesta ini, karena ingin menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya, makanya Tante tadi mengatakan kamu itu kekasih Kenan," jelas Sintia.

__ADS_1


"Oh gitu ya, Tan" sahut Chika manggut-manggut.


Setelah para tamu undangan hadir semua dan menempati tempat yang telah disediakan. Bintang malam ini pun keluar dari persembunyiannya.


Gaun berwarna putih yang begitu elegan dan mewah menghiasi indahnya lekuk tubuh Rania, semua mata tertuju kearahnya.


Tidak sedikit orang yang berdecak kagum, menikmati keindahan yang dimiliki Rania. Meskipun kacamata tebal dan rambut kepang duanya menghiasi wajahnya, namun itu tidak menutupi aura kecantikannya.


Ditemani Mela dan Nathan, Rania melangkahkan kakinya menapaki setiap anak tangga penuh dengan hati-hati. Mata yang memandangnya tidak satupun dapat berpaling dari wajahnya begitu juga dengan Kevin yang semakin terpesona dengan kecantikan mahasiswanya.


Tidak salah jika aku menyukaimu, seperti kamu benar-benar cantik. Gumam hati Kevin.


Nadia yang sejak awal tidak menyukai Rania,dia semakin berang melihat dan mendengar semua orang memuji kecantikannya, meskipun dia sendiri tidak dapat memungkirinya, jika Rania memang sungguh cantik.


Melihat Rania yang sudah berada di lantai dasar dan menuju tepian kolam renang, Nadia mulai menjalankan aksinya, rencana yang sengaja telah dia susun dengan apik.


Nadia terlihat mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Ayah, jangan biarkan perempuan culun itu menikmati pestanya" ucap Nadia melalui sambungan telepon.


"Iya nak" jawab ayah Nadia dari seberang telepon.


"Nathan, sebaiknya kamu duduk saja, ajak teman wanitamu ini duduk juga," pinta Ayah Nadia.


Rania yang sudah waspada akan ulah rektornya ini, kemudian dia memberi kode kepada Mela untuk memanggil Kenan, abngnya.


Mela yang sudah mengerti akan maksud sahabatnya, lalu memanggil Kenan melalui via WhatsApp. Tidak lama kemudian Kenan datang menghampiri.


Ayah Nadia saat itu juga terkejut saat melihat pimpinannya ada bersama mereka.


"Apa acaranya sudah akan dimulai?" tanya Kenan dingin.


"Sudah kak, tapi Ran akan menyampaikan sesuatu hal sebelum acaranya dimulai" sahut Mela.


'Sial, sebenarnya siapa gadis culun ini? Lalu gadis yang bersama Nathan itu siapa? Mengapa dia sepertinya akrab sekali dengan Tuan Kenan.' Gumam Ayah Nadia.

__ADS_1


Brengsek! Ngapain tuan Kenan menghampiri gadis culun itu, apa dia tertarik juga dengan gadis culun itu, sial bisa-bisanya orang setampan dan setajir Tuan Kenan tertarik juga dengan si culun. Gemuruh hati Nadia.


"Ayo silahkan, apa yang ingin kamu sampaikan?" tanya Kenan tetap dingin.


"Suatu kehormatan bagi saya, bapak berada disini satu podium dengan saya" tutur Rania kepada Ayah Nadia dengan senyuman mencibir.


Ayah Nadia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, selain menuruti apa yang sudah dikatakan oleh Rania. Keberadaannya saat ini sungguh karena terpaksa, sebab saat ini disampingnya telah berdiri orang yang telah membuatnya hidup mewah dikehidupannya sekarang ini.


Kemudian acara tiup lilin pun dimulai, gemuruh lagu khas saat ulah tahunpun dikumandangkan, acara berlalu penuh hikmat dan meriah, tiba saatnya untuk membagikan kado, namun acara dihentikan sejenak oleh Rania.


"Maaf, saya minta waktu sebentar," ujar Rania menghentikan acara selanjutnya.


Saat itu juga acara terhenti sejenak, sebelum Rania melanjutkan maksudnya.


"Seharusnya acara selanjutnya, kalian semua yang memberi kado kepada saya, tapi untuk kali ini saya duluan yang akan memberikan kado spesial untuk para tamu undangan dan terlebih untuk keluarga saya" ujar Rania.


Semua mata saling mencari siapa keluarga yang Rania maksud, karena diawal acara Rania tidak menyebutkan siapa keluarganya.


Hanya sebagian dari tamu undangan yang tahu, siapa sebenarnya Rania.


"Pertama saya akan menunjukkan siapa diri saya sebenarnya, ini saya tujukan kepada seseorang yang pernah dengan sengaja, menolak diri saya sebagai pendamping hidupnya, alasannya juga saya tidak tahu, mungkin karena saya bukan wanita yang baik" ungkap Rania.


Para tamu undangan banyak yang kasak kusuk, saling berbisik keheranan gadis secantik Rania kenapa ditolak.


Nadia yang memang tidak menyukai Rania, tersenyum puas, saat mendengar rivalnya itu pernah ditolak. Sementara Kevin terkejut mendengar penuturan gadis yang dikaguminya. Hatinya sedikit kacau tapi tidak tahu itu karena apa.


Lalu Rania pun membuka ikatan kepang rambutnya, serta melepas kacamata tebalnya. Saat itu juga semua terperangah ternyata gadis culun itu sudah tidak asing lagi bagi mereka terutama dikalangan pebisnis, karena dia merupakan adik kesayangan dari CEO yang mempunyai pengaruh besar dalam dunia bisnis.


"Kenalkan saya Rania Cahaya Atmaja adik dari Kenan Cahya Atmaja CEO dari perusahaan Atmaja Company," jelas Rania.


Semua terperangah begitu pula dengan Kevin dan yang tidak kalah terkejutnya adalah Nadia bersama kedua sahabatnya.


******Bersambung****


Maaf readers, author baru up lagi, karena kesibukkan di real.

__ADS_1


salam manis


rose_daylin๐Ÿ˜˜**


__ADS_2