
"bagaimana kalau akhir pekan ini kita pergi ke lembah danau waktu itu, sekalian refreshing untuk menghadapi ujian nasional lagipula nathan tidak ikut bersama kita saat itu" ajak ayu. "tapi...". "ayolah fa, ajak aku ke tempat favorit kalian bukankah aku sahabat kalian?" potong nathan.
"baiklah, hubungi nia dan mela kita akan berangkat lusa pukul empat sore". perintah dafa pada kedua sahabatnya.
ayu meraih ponselnya dan menulis pesan di group.
#chat WA
ayu : guys lusa pukul empat sore kita ke lembah danau yuk? kali ini nathan ikut bersama kita.
mela : ok, sekalian kita refreshing menghadapi ujian nasional.
ayu : mana nih @nia kok gak muncul?
mela : boci kali, nathan masukin ke group dong.. @ayu, @dafa
ayu : udah tenang adja.
nathan : gue hadir.. nia sama dafa mana?
ayu : gak tahu, lagi pula mereka kompak banget sih.
mela : jelas kompak, secara mereka satu komplek.
nia : jangan gibahin gue, guys kalian ngerasa gak sih kalau dafa itu sedikit jaga jarak dari gue?
mela : masa sih kayaknya gak deh
nia : bener mel, atau hanya gue yang ngerasa karna yang dijauhin dafa cuma gue?
nathan : jangan berprasangka buruk nia, tidak baik.
__ADS_1
ayu : mungkin dafa banyak tugas, karna sekolah kita ngasih tugas banyak banget.
nia : semoga aja kamu bener yu.
dafa : aku masih sama tetep dafa sahabat kamu nia, tidak ada yang berubah.
nia : maafin aku dafa.
dafa : kamu gak salah nia, oya lusa kamu ikutkan?
nia : akan aku usahakan.
***
siang hari rania sudah berada di rumah, sepulang sekolah rania tidak melihat kedua orang tuanya keadaan di rumahnya tampak sepi. rania mengambil ponselnya yang tergeletak di atas nakas setelah tadi dia chating bersama sahabatnya di group.
di lihatnya benda pipih berwarna gold itu, mencari pesan seseorang yang sudah lama tidak memberinya kabar. "memangnya aku ini siapanya dia, jangan berharap lebih nia" gumamnya pada diri sendiri.
rania keluar dari kamarnya setelah mendengar mobil ayahnya datang.
hari ini rudi dan sintia datang ke rumah sakit karena mendapat kabar ada seseorang yang ingin mendonorkan livernya untuk rudi, namun untuk kesekian kalinya harapan itu harus kandas kembali.
"ayah yang sabar, in sha allah semuanya akan baik-baik saja". rania menguatkan diri sendiri.
"senyuman bunda dan adek sudah lebih dari cukup untuk menjadi obat penyembuh bagi ayah nak". saut rudi lalu ibu dan anak itu memeluk seorang lelaki hebat pemilik cinta tak bersyarat dengan penuh haru.
"ayah sebentar lagi adek akan menghadapi ujian nasional pihak sekolah memberikan waktu untuk belajar di rumah selama sepekan, rencananya adek mau ke jakarta menemui kak kenan boleh?" tanya rania pada ayahnya.
"nak, sebenarnya ayah sudah tidak boleh untuk bepergian jauh karena...". "ayah masih kuat bunda" potong rudi
"emmm... begini yah, kalau ayah izinkan adek perginya sama sahabat-sahabatnya adek nanti kalau sudah sampai jakarta biar kak kenan yang jemput jadi ayah sama bunda tetap di rumah dan kondisi ayah tetap stabil". jelas rania.
__ADS_1
"maafkan ayah nak, ayah..". "ayah...cukup adek gak mau denger lagi ayah mengeluhkan kondisi ayah, bagaimanapun keadaan ayah sekarang adek tetap bahagia karena adek punya cintanya ayah". tutur rania dengan suara parau.
"bagaimana ayah izinkan?". "tapi adek naik jet pribadi, baru ayah izinkan" paksa rudi, karena rudi sangat paham betul sifat putri bungsunya yang tidak ingin terlihat memiliki segalanya di hadapan umum dan kali ini rania terpaksa mengikuti keinginan ayahnya.
"tapi jangan bilang kak kenan kalau adek mau ke jakarta, adek mau kasih surprise nanti biar adek suruh pak rizal aja yang jemput adek dan temen-temen" pinta rania. "lalu kapan adek akan berangkat? biar ayah siapkan pesawatnya".
"usahakan hari senin yah, karena kak kenan kan kerja kalau hari senin jadi adek mau langsung ke kantornya" pinta rania. "siap tuan putri" jawab rudi memanjakan putrinya.
"ingat adek harus jaga diri dan hati-hati di jakarta" ujar sintia pada putrinya. "baik bunda, adek akan hati-hati".
***
hari yang di janjikan para sahabat untuk pergi refreshing ke lembah danau telah tiba, rania yang sudah siap sedari tadi masih setia menunggu para sahabatnya datang menjemput.
"jadi sore ini kalian perginya?" tanya sintia pada putri cantiknya. "jadi bunda, oya bunda apa pesawatnya besok jadi berangkatnya?". "sepertinya jadi, ayah sudah siapkan pilot dan pramugarinya jadi kalian tinggal berangkat besok pagi tapi jangan telat ya?" sintia mengingatkan. "tenang bunda, kami pasti tepat waktu". "temen-temen adek sudah di kabarin kalau besok mau pergi ke jakarta?" sudah jawab rania berbohong karena bundanya pasti akan mengomelinya, rania ingin memberikan surprise untuk sahabatnya.
mobil jemputan sudah datang rania pamitan pada ibunya dan sahabatnya pun ikut berpamitan, lalu merekapun berangkat ke lembah danau yang memberikan panorama eksotik. setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang rasa lelah merekapun terbayarkan dengan suguhan pemandangan yang menyejukkan.
gazebo tepi lembah yang mereka pilih, dari gazebo itu mereka dapat melihat lembah yangbanyak di tumbuhi pepohonan liar yang menjulang tinggi dan air danau berwarna hijau pekat menambah indahnya ciptaan tuhan semesta alam.
"ternyata bener kata ayu sangat menenangkan sekali tempat ini dan sangat romantis" nathan terkekeh. "apaan sih lo than" jawab ayu malu. "guys gue punya kabar buat lo semua" celetuk rania dengan wajah yang sumringah penuh arti.
apa kamu akan menceritakan tentang hubunganmu dengan someone. bathin dafa, ayu, dan nathan kompak.
"besok kalian semua akan nemenin gue ke jakarta selama empat hari" jawab rania antusias.
"apa! jakarta? besok?" jawab keempat sahabat bersamaan lalu rania mengedipkan kedua matanya membuat gemes yang melihatnya. "kalian mau kan ikut bersamaku menemui kak kenan?" rayu rania dan semua sahabatnya mengangguk setuju.
***
"sayang kita nonton yuk sekalian makan di luar, sudah lama kita gak jalan bareng" ajak jena manja pada kekasihnya. "baiklah, kita akan pergi ke tempat yang kamu mau" jawab kenan mesra. sikap kenan kepada karyawannya akhir-akhir ini sedikit menghangat terlebih pada kekasihnya semua karena jena kelembutan gadis itu membuat kenan yang dingin berubah menjadi sosok yang hangat.
__ADS_1
karyawan perusahaan banyak yang memuji kebaikan dan kelembutan jena karena dengan suasana hati bossnya yang baik maka seluruh pekerjaan akan terasa lebih mudah dan ringan. dua sejoli itu bersiap untuk pulang sedikit lebih awal sebagian karyawan sudah ada yang pulang.
***BERSAMBUNG***