Adik Seorang CEO

Adik Seorang CEO
19. BERSAMA SAHABAT


__ADS_3

"maafin gue dafa, ketika liburan gue lupa sama lo, jadi gue gak bawa oleh-oleh buat lo". canda ayu.


"wah keterlaluan sekali lo yu? rutuk dafa kesal.


"tapi yang lain gak lupakan sama gue? lanjut dafa.


"ya ampun fa, sorry tapi aku bener-bener lupa". sahut rania dramatis


jawaban rania sukses membuat dafa kecewa berat, karena rania adalah harapan satu-satunya yang akan membawakan buah tangan untuknya ketika sahabatnya yang lain lupa.


melihat ekspresi wajah dafa, para sahabatnya tersenyum puas bisa membuat sahabat beda gendernya itu merasa kecewa. keisengan sahabatnya itu sudah di rencanakan sejak pagi tanpa sepengetahuan dafa dan ide jahil itu muncul dari rania. entah siapa yang mengkode duluan pada hitungan ketiga para sahabatnya langsung memeluk dafa secara bersamaan.


"taraaaa... kena tipu lo" celetuk para sahabatnya sambil memeluk dafa


wajah dafa yang kesal jadi tertawa sumringah.


"eh.. udah dong meluknya, gue lagi nyetir nih". dafa mengingatkan. mereka pun melepas pelukannya.


"ternyata kalian gak lupa ya sama gue".


"gak mungkinlah kita lupa sama lo fa, secara lo sahabat kita yang paling ganteng" ujar ayu


"iya karena lo sahabat yang beda gender sendiri" sahut mela.


dan semua yang ada di mobil tertawa.


perjalanan panjang itu membawa mereka ke suatu tempat yang indah nan eksotik, sebuah lembah yang terbentuk secara alami ditengah lembah tersebut ada danau yang indah dan pepohonan rindang di sekelilingnya. mobil pajero putih milik dafa berhenti di depan salah satu gazebo yang menghadap kearah terbenamnya matahari.


rania dan para sahabatnya turun dari mobil lalu mengambil barang bawaannya yang ada di bagasi mobil kemudian di letakkan di salah satu gazebo yang cukup luas untuk mereka.


"hai guys sini cepetan, lihat lembah itu indah ya?" mela menujukkan lembah yang sangat indah.


"dari mana kamu tahu ada lembah seindah ini fa?" tanya rania.


"dari postingan temen-temenku di sosmed, kalau kamu suka aku akan lebih sering mengajakmu ke tempat ini". jawab dafa. rania tersenyum manis.


"jadi, cuma nia yang di ajak? kita berdua gak?" timpal ayu.


"ya kita semua akan sering menghabiskan waktu akhir pekan kita ke tempat ini" jawab dafa dan para sahabatnya tertawa girang.


hari semakin sore matahari akan terbenam bersembunyi di balik peraduannya, sinarnya yang masih terlihat tampak bersembunyi di balik bukit seberang lembah. setelah puas menikmati indahnya alam dan berswafoto ria keempat sahabat itu bersiap-siap untuk pulang, namun sebelumnya ketiga sahabat wanita itu memberikan bingkisan oleh-oleh kepada sahabat lelaki mereka satu-satunya yang dibeli ketika liburan.


"dafa ini untuk kamu semoga kamu suka" rania memberikan sebuah gantungan kunci yang terukir nama mereka berdua lalu dibaliknya ada sebuah foto mereka.

__ADS_1


"aku suka, makasih ya". ucap dafa sumringah.


"ini juga buat lo" ujar ayu, sebuah baju khas bali berbahan tebal dan lembut bersablon wajah mereka berdua.


"kalau ini dari gue buat lo fa". timpal mela memberikan sebuah kotak musik berbentuk monumen kota kembang 'gedung sate'.


"wah oleh-oleh dari kalian bagus semua aku suka makasih ya sahabatku". dafa memeluk ketiga sahabatnya.


bersama sahabat, rania sejenak dapat melupakan masalahnya yang dua hari ini belum mendapat titik temu. bagaimanapun juga rania sangat teguh memegang prinsip.


***


#ditempat lain


di waktu yang sama kenan bertemu dengan gadis yang telah mencuri perhatiannya. sengaja kenan berangkat lebih awal dari waktu yang telah ditentukan untuk menata hatinya yang berusaha lari marathon. dari tempat duduknya kenan melihat di kejauhan seorang gadis yang tergesa-gesa masuk ke dalam cafe dan celingukan untuk mencari tempat duduk, seorang pelayan cafe datang menghampirinya.


"dengan nona jenahara sumaki?" pelayan itu menyapa jena yang baru masuk.


"iya betul darimana anda..."


"tuan kenan sudah menunggu anda di ruang VIP, silahkan nona?" jelas pelayan cafe itu.


"si ice man itu sudah datang?". celetuk jena tanpa sadar.


"ah tidak lupakan saja, ehmm dimana ruangannya?"


"mari nona saya antar".


jena pun masuk ke ruang yang telah di tunjukkan oleh pelayan cafe itu, benar saja sosok yang di julukinya 'ice man' sudah ada di tempat, seketika suhu ruangan menjadi sedingin freezer membekukan.


"maaf, tuan menunggu lama". jena memberanikan diri membuka suara.


"hmm" jawab si 'ice man', jena besungut kesal dan membuat kenan menarik sudut bibirnya kecut.


"tuan, point yang huruf C3 sssaya kurang memahaminya". jena to the point baginya semakin lama dengan si 'ice man' akan semakin membekukan tubuhnya yang ramping bak model profesional.


kenan hanya memberikan selembar kertas sebagai jawaban ketidak pahaman partner kerjanya.


apa? dia memberiku secarik kertas, memangnya dia bisu kenapa tidak bicara saja langsung huh...menyebalkan. gumam jena dalam hati.


"saya bisa tahu isi hatimu nona, jadi hati-hati jika mengumpat". celetuk kenan seketika wajah jena berubah pias.


"maaf tuan". jena menunduk dan membuat kenan hampir tidak bisa mengendalikan hatinya.

__ADS_1


kenapa dia semakin menggemaskan sih? gumam hati kenan.


" kamu pelajari semuanya apa yang sudah saya tuliskan, agar kamu paham semua isi dari perjanjian kerja proyek besar perusahaan kita". jelas kenan dingin.


"baik tuan, nanti akan saya pelajari".jawab jena masih menunduk.


"sekarang makanlah dulu". terlihat pelayan yang mengantarnya tadi masuk dengan menu makanan di tangannya.


kapan aku memesan ma...... jena menghentikan gumaman hatinya teringat jika si 'ice man' dihadapannya ini bisa membaca pikirannya, kenan tersenyum sedikit melihat jena yang tampak bingung.


tidak ingin membuang waktu jena pun menyantap hidangan yang sudah di sediakan dengan lahap karena kampung tengahnya sudah pada demo ingin di beri makan. kenan semakin terkesan dengan gadis itu untuk kali kedua.


dimana-mana setiap gadis jika makan bersama cowok pasti akan jaim, tapi gadis ini berbeda.. gumam hati kenan.


tapi tidak bagi jena, baginya sosok yang ada di depannya sekarang bukan cowok idaman yang bisa membuatnya tersipu malu melainkan si 'ice man' yang siap membekukan tubuhnya.


beberapa menit setelah makan, jena berpamitan untuk pulang karena hari semakin gelap sinar matahari yang temaram hampir menghilang di cakrawala, jena datang ke cafe menggunakan jasa taksi online jadi ketika pulang jena pun menggunakan jasa yang sama melalui aplikasi resmi yang di unduhnya.


jena masih duduk menunggu taksi pesanannya datang di kursi panjang yang disediakan oleh pihak cafe. kenan keluar dari cafe, matanya menangkap sosok yang akhir-akhir ini mencuri perhatiannya dipercepat laju langkahnya.


"kamu belum pulang" suara dingin mengejutkan, jena menoleh ke arah datangnya suara.


"belum tuan" jawab jena hati-hati.


"mari saya antar" kenan berlalu menuju parkiran tanpa menoleh, mata jena pun mengawasi sosok itu pergi.


jena yang masih bengong tidak percaya dengan apa yang di dengarnya, terkejut ketika suara klakson mobil bunyi sangat nyaring di depannya.


"mau sampai kapan kamu duduk disitu" sumber suara terdengar tanpa menoleh. jena menghampiri


"maaf tapi saya sudah..."


"bisa kamu cansel" kali ini suara dingin itu terdengar penuh penekanan, membuat yang mendengar tunduk patuh.


"baiklah tuan akan saya cansel". jawab jena lalu membuka pintu mobil.


***


**BERSAMBUNG**


kira-kira jena akan jatuh cinta gak ya sama kenan?


ayo readers ikuti kisah selanjutnya, jangan lupa vote dan like jadikan novel ini favorit kamu

__ADS_1


tengkiyuh... emmuuaaaaccchhh...


__ADS_2