
masih menunggu belum ada jawaban, pada deringan berikutnya terdengar jawaban dengan suara berat khas dari seorang pria paruh baya.
"hallo... ada apa nak?" sapa rudi
"abang ingin tahu kabar ayah, apakah ayah sehat?"
"alhamdulilah ayah sehat, abang sendiri bagaimana kabarnya?"
"sehat yah, alhamdulilah?" kevin yang sudah tidak sabar, mengkode kenan untuk segera memberikan ponselnya.
"adek apa kabar yah?" tanya kenan yang sudah sangat rindu kepada adiknya meskipun baru sehari di tinggalkan karena dari kemarin adiknya tidak menjawab telphone atau pun mereply messagesnya.
"dia baik-baik saja dan sekarang dia sedang duduk di tepi kolam renang". jawab rudi, hati kenan terenyuh karna kursi di pinggir kolam adalah tempat duduk favorit dia dan adiknya, di kursi itulah dia sering bercanda, bercerita tentang cita-cita bersama adiknya.
"nak..."
"maaf yah abang ngelamun, yah disini ada kevin ingin ngobrol sama ayah".
"baiklah, berikan ponselnya pada kevin"
kenan memberikan ponselnya pada kevin, kenan yakin sahabatnya tidak akan bisa ngobrol sama adiknya, karena mood adiknya sedang buruk.
"hallo.. om apa kabar?" sapa kevin. "baik, kalian masih di jakarta?"
"magrib nanti pesawat kita akan berangkat, om".
"salam untuk kedua orang tuamu". "in sha allah nanti kevin sampaikan".
"apa kabar tante dan nia, om?". "alhamdulilah keduanya sehat"
"boleh om kevin ngobrol dengan nia?"
"oh.. boleh saja, tunggu sebentar ya om akan panggilkan nia dulu".
kevin yang sudah mendapat izin, lalu ponselnya di loudspeaker agar kenan mendengar.
"adek ini ada telphone untukmu". terdengar percakapan dari seberang telphone
"siapa yah?". "nak kevin anak tante hanum" rudi memberikan ponselnya kepada putrinya.
"kak kevin atau kak kenan, yah?" ucap rania penuh penekanan
"nak kevin, pakai ponsel abang, pasti abang tahu kalau adek tidak akan menerima telphone dari nomer baru, iya kan? makanya nak kevin pakai ponsel abang". jelas rudi. "bawa sini ponsel ayah" ucap rania.
"hallo... assalamualaikum?" sapa rania
__ADS_1
"waalaikumsalam, apa kabar dek?" tanya kevin dan membuat kenan cemburu karena adiknya tidak mau ngomong sama dia, sementara dengan sahabatnya adiknya begitu hangat.
"alhamdulilah sehat kak, kak kevin apa kabar?"
"jangan panggil kakak dong, aku kan bukan abangmu".
"tapikan kak kevin sahabatnya kak kenan, lagi pula kakak manggil aku adek, akukan bukan adikmu". rania tergelak
"kamu adik sahabatku, tapi terserah adeklah yang penting adek bahagia". rania makin tergelak mendengar celoteh sahabat abangnya.
"kak kevin masih di jakarta?"
"iya, tapi nanti sore kak kevin akan pulang ke malaysia".
"yaaahh.. jauh deh" ucap rania manja dan membuat kenan semakin cemburu mendengar suara manja adiknya untuk sahabatnya.
"masih bisa bertemu lewat udara, nanti kak kevin yang hubungin adek, ok?"
"baiklah, oya kak dah dulu ya nelphonenya, sepertinya ada yang datang, assalamualaikum".
rania menutup sambungan telphonenya.
kenan yang mendengarkan keakraban keduanya antara adik dan sahabatnya menangis merasakan kecemburuan yang sangat sulit untuk di ungkapkan atau di gambarkan. namun secepat mungkin kenan mengubah ekspresinya menjadi sedia kala menutupi kesedihan hatinya agar tidak terlihat oleh sahabatnya.
"lo dengar sendiri ken, gue tadi ngobrol sama siapa?". kenan mengangguk.
"mungkin dia gak ngangggap gue orang asing".
"bisa jadi" jawab kenan asal.
****
#kalimantan
rania sengaja menutup telphone dari sahabat abangnya karena mendadak jantungnya lari marathon. rania tidak mengerti setiap kevin bicara memperdengarkan suaranya yang datar namun lembut pacuan jantung rania menjadi tidak karuan seakan ingin loncat berlarian keluar.
"aku kenapa ini?" gumam rania lirih
rudi yang memperhatikan tingkah putrinya sehabis menerima telphone dari anak sahabatnya itu, tersenyum sumringah. "pasti telah terjadi sesuatu diantara mereka bunda" ujar rudi pada istrinya.
"maksud ayah antara adek dan kevin?". rudi mengangguk.
"lihat saja sedari tadi adek senyam-senyum sendiri penuh arti".
"semoga saja yah, rencana kita menjodohkan mereka berjalan dengan baik". "amiin".
__ADS_1
rania yang sedang melupakan sejenak kekesalan dan rasa rindu pada abangnya, tersadar ketika ada notifikasi WhatsApp dari abangnya, rania berharap itu kevin yang menggunakan ponsel abangnya entah kenapa rania mengharapkan kevin, apakah rania jatuh cinta?
harapannya pupus karena yang mengirim pesan bukanlah kevin melainkan si pemilik ponsel. rania membacanya.
#chat WA
kak kenan : kenapa adek gak bisa selembut itu sama abang? abang tahu adek marah sama abang, mau sampai kapan dek? abang sadar kalau abang sudah sangat keterlaluan tapi apa tidak ada kata maaf untuk abang?
anda : -
kak kenan : kenapa gak dijawab dek? sefatal itukah kesalahan abang? sampai adek tidak dapat memaafkan abang, kalau memang maunya adek seperti itu baiklah mulai sekarang abang tidak akan ganggu adek lagi, jika memang bahagianya adek jauh dari abang, maka abang akan menjauh. berbagialah dek walaupun tanpa abang****.
rania bukannya senang malah menangis, setelah membaca pesan WA dari abangnya. rania merasakan sesak sulit untuk menghirup oksigen terlalu berat beban rindu yang di tanggung olehnya. biasanya dia selalu berkomunikasi dengan abangnya meskipun terpisah jarak, kini tak ada lagi kebiasaan itu.
"apakah aku sudah sangat keterlaluan terhadap kak kenan? maafkan adek kak". gumam rania pada diri sendiri.
****
#pukul 16.00
rania sudah selesai mandi, pakaian yang dikenakannya tampak rapi dan wangi. sore ini rania akan bertemu dengan sahabat-sahabatnya setelah tadi pagi membuat janji.
"bunda sore ini aku mau hunting bareng temen-temen ya?" pamit rania setelah keluar dari kamarnya.
"sama siapa?". "kami berempat adek, ayu, mela dan dafa".
"jangan pulang terlalu sore". "baik bunda, cup". ucap rania sambil mencium pipi ibunya
rania meminta tolong pada susi untuk membawakan semua buah tangan untuk para sahabatnya ke depan rumah.
sambil menunggu jemputan dafa, sesekali rania berselfi ria lalu di upload ke akun sosmed dengan caption persiapan hunting bareng sahabat.
tak lama kemudian dafa datang dengan mobil pajero berwarna putih mutiara, sengaja dafa membawa mobil karena biar gak ribet sebab menurut rencana sahabatnya banyak barang bawaan yang akan mereka bawa.
klakson mobil dafa terdengar saat masuk halaman luas rumah rania.
dafa membuka jendela mobil. "masuk nia" ajak dafa. barang bawaan rania sudah di masukkan dalam bagasi mobil.
setelah berpamitan kepada kedua orang tua rania, dafa melajukan mobil menuju rumah mela dan terakhir katempat ayu. dalam perjalan mereka asyik mendengarkan lagu-lagu hits milik Rihana, sesekali mereka mengikuti irama lagu dan liriknya lalu tertawa bahagia.
"kalian membawakan apa untuk ku sepulang dari liburan?"
**BERSAMBUNG**
ikuti terus ya readers, in sha allah author akan up setiap hari, kalau tidak ada kendala.
__ADS_1
terus dukung dengan memberikan vote dan like ya, jangan di unfavorit ya..
happy nice...