Adik Seorang CEO

Adik Seorang CEO
71. DAFA DAN AYU


__ADS_3

Dua tahun yang lalu, Dafa meninggalkan tanah air untuk melanjutkan pendidikannya ke Eropa. Selama itu pula, Dafa meninggalkan sahabat tercintanya tanpa meninggalkan jejak.


Dafa sengaja melakukan itu, karena dia ingin melupakan rasa cintanya terhadap sahabat cantiknya Rania. Di kota ini Dafa menjalankan semua aktivitasnya tanpa berhubungan dengan orang-orang yang berkaitan dengan Rania termasuk para sahabatnya, kecuali orang tuanya dan Ayu.


Ayu satu-satunya sahabat Dafa yang masih berhubungan dengannya, karena Ayu, turut serta kuliah bersama Dafa di Eropa dan di kampus yang sama hanya jurusan yang berbeda.


Perlu waktu yang sangat lama, bagi Dafa untuk melupakan Rania yang merupakan cinta pertamanya meskipun belum sempat diungkapkannya. Bagi Dafa, kebahagiaan Rania jauh lebih penting dari perasaan cintanya.


Alasannya menjauh dari kehidupan Rania tanpa jejak, karena menurutnya Rania sudah memiliki tambatan hati yang akan menjaganya dan membahagiakannya selalu, tanpa dia buktikan dulu kebenarannya.


Pagi ini, cuaca di kota seribu menara, masih terasa hangat dengan bunga-bunga yang masih bermekaran membuat wajah kota semakin cantik, padahal musim semi akan segera berlalu digantikan dengan musim panas yang cerah.


Dafa sudah terlihat rapi dan tampan seperti biasanya, siap untuk pergi kuliah. Dia segera turun, bergegas keluar dari apartemennya menuju lantai 15 tempat Ayu tinggal sementara Dafa tinggal dilantai 17. Setiap paginya Dafa selalu menjemput Ayu, lalu mereka berangkat ke kampus bersama.


Ting tong... Suara bel berbunyi. Ceklek suara pintu terbuka.


"Sudah siap? ayo kita berangkat". Ajak Dafa pada Ayu.


"Bahkan aku sudah menunggumu sejak tadi, hezky".


"Apa? kamu bilang apa tadi?".


"Gak bilang apa-apa, anggap aja lidahku keseleo tadi". Saut Ayu malu.


Mereka berangkat ke kampus menggunakan mobil Dafa, yang sengaja dibelikan oleh orang tuanya untuk memudahkan dirinya bepergian. Seringnya bersama, membuat perhatian Dafa terhadap Ayu sedikit berbeda dari sekedar perhatian seorang sahabat. Apakah Dafa sudah bisa move on dari Rania? Maybe.


"Aku perhatikan dari tadi senyum-senyum terus, ada apa?". Tanya Ayu ketika sudah berada di dalam mobil.


"Ne, nic.. Aku hanya sedang merencanakan liburan dimusim panas yang sebentar lagi". Saut Dafa.


"Oh ya, kali ini kamu akan pergi kemana? Apa berkunjung ke tempat yang sama seperti musim panas tahun lalu? atau tahun ini kamu akan pulang ke tanah air?". Ujar Ayu.


"Sebelum aku selesai dengan kuliahku disini, maka aku belum akan kembali ke tanah air. Kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa kamu akan pulang?". Tanya Dafa dan Ayu hanya menggelengkan kepala.

__ADS_1


Sebenarnya, Ayu ingin sekali pulang ke tanah air, tapi itu tidak bisa dilakukannya karena dia terikat dengan isi perjanjian dalam beasiswanya. Isi dari perjanjian itu Ayu tidak diperbolehkan pulang ke tanah air sebelum dia menyelesaikan studinya.


"Lalu, mengapa kamu bertanya seperti itu?". Lanjut Dafa dengan nada yang tidak biasa.


"Apa kamu tidak rindu dengan sahabat-sahabat kita? terlebih pada Nia".


"Aku sudah pernah bilangkan, jangan bahas ini lagi, karena jawaban aku tetap sama".


"Iya aku tahu, tapi alasannya kenapa? bukannya kamu sangat mencintai Nia, setidaknya beri kabar pada dia, bisa saja dia juga punya perasaan yang sama denganmu paling tidak dia merindukan sahabat terbaiknya".


"Nemozne, sudahlah jangan dibahas, kita sudah sampai". Saut Dafa.


"Tapi, Fa...". Ayu memohon . "Tolong Yu, beri aku waktu". Ujar Dafa


"Dokud?".


"Ja take nevim".


Mereka akhirnya turun, setelah mobil terparkir. Keduanya saling membisu satu sama lain tanpa ada yang ingin membahasnya lagi.


Mengapa kamu harus membahas masalah ini Yu, sungguh aku sudah mulai nyaman dengan keberadaanmu disisiku saat ini, izinkan aku untuk menata hatiku bersamamu, karena aku sudah menyerah untuk menggapai cinta Rania yang tidak mungkin untuk ku rengkuh. Kemelut hati Dafa.


****


Musim panas pun tiba, ini saatnya untuk pergi berlibur bagi orang-orang yang tinggal di Negara empat musim. Praha adalah kota paling indah di dunia dengan julukan seribu menara.


Dafa sudah mempersiapkan semua perlengkapannya untuk pergi liburan dimusim panas tahun ini. Liburan kali ini masih tetap sama pergi dengan Ayu, hanya tempat destinasi wisatanya saja yang berbeda.


Dafa mengajak Ayu berlibur, sekedar untuk menikmati indahnya kota dengan julukan seribu menara.


"Kita akan pergi kemana Fa?". Tanya Ayu


"Ikut saja, jangan banyak tanya, nanti kamu pasti akan suka". Saut Dafa.

__ADS_1


"Baiklah, kali ini aku tidak akan banyak bertanya". Ujar Ayu sambil masuk ke dalam mobil siap untuk berangkat.


Cahaya matahari pagi sungguh cerah, menambah keindahan di kota Praha. Dafa melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang, tidak lama kemudian mereka tiba disalah satu tempat wisata yang paling banyak dikunjungi para wisatawan.


Tempat wisata tersebut adalah Charles Bridge jembatan tertua di Praha. Jembatan ini melintasi sungai Vltava yang menghubungkan dua distrik bersejarah di Praha, yaitu Old Town dan Lasser Town.


Jembatan ini memiliki bentuk yang antik dan artistik serta pemandangan yang cantik. Disisi Jembatan terdapat patung-patung bergaya Baroque Style dan juga lampu bergaya vintage. Dari jembatan ini para wisatawan dapat melihat kecantikan kota Praha secara keseluruhan.


Setelah turun dari mobil, Ayu berdecak kagum melihat keindahan jembatan sepanjang 621 meter. Dia tidak menyangka liburan musim panas kali ini, Dafa akan mengajaknya kemari.


"Dafa ini indah sekali, aku sangat menyukainya". Ayu tersenyum bahagia sambil memutarkan badan 360 derajat.


"Syukurlah kalau kamu suka dengan tempat ini, karena tujuan liburan kali ini untuk membuatmu bahagia". Ujar Dafa.


Ayu menghentikan gerakannya, yang hampir saja oleng namun dia mampu menyeimbangkan gerakan tubuhnya.


"Maksud kamu apa Fa? aku gak ngerti, bukankah kamu juga merasa bahagia?".


"Iya, aku bahagia, itu karena kamu bahagia".


"Sumpah aku makin gak ngerti, maksud kamu".


"Ayu jujur, semenjak kita sering bersama selama dua tahun ini, mengukir kenangan disetiap musimnya, semenjak itu juga aku merasakan ada sesuatu yang berbeda, awalnya aku mengabaikan rasa itu tapi semakin kesininya, aku semakin tidak sanggup untuk menyimpannya". Dafa menghela nafas.


Sementara jantung Ayu hampir tidak dapat dikendalikan, karena mendapat serangan mendadak dari detakan jantung yang menghentak, dag dug dag dug dag dug bagai lomba marathon.


"Ayu, di Charles bridge ini aku ingin mengungkapkan perasaanku, Miluji te, Byl bys mym milencem?".


"Ya, aku juga mencintaimu Dafa dan aku juga mau menjadi kekasihmu". Jawab Ayu penuh haru.


Dafa lalu memeluk Ayu yang kini telah resmi menjadi kekasihnya dan mencium puncak kepalanya. Lalu dengan penuh cinta Dafa mencium bibir Ayu dengan mesra. Ciuman itu cukup lama, untuk dua insan yang baru saja maresmikan hubungannya.


"Tidak Dafa, ini salah". Ucap Ayu tiba-tiba.

__ADS_1


***BERSAMBUNG***


__ADS_2