Adik Seorang CEO

Adik Seorang CEO
20. KEMBALI KE SEKOLAH part 1


__ADS_3

#kalimantan


dalam perjalanan pulang rania dkk selalu tertawa asyik bercerita yang di selingi dengan bercanda, sambil asyik menikmati jalanan yang mulai ramai karena hari menjelang magrib, dafa memutar lagu 'untuk sahabat' by nindy feat audy dari tape mobilnya.


*biarkan saja kekasihmu pergi


teruskan saja mimpi yang kau tunda


kita temukan tempat yang layak...sahabatku


kupercayakan langkah bersamamu


tak ku ragukan berbagi denganmu


kita temukan tempat yang layak...sahabatku


kita mencari... jati diri dengan lautan mimpi


aku bernyanyi untuk sahabat


aku berbagi untuk sahabat


kita bisa..a..a.. jika bersama


tiba waktunya kita untuk berbagi


untuk saling memberi haaa...haa...ha...


aku bernyanyi untuk sahabat


aku berbagi untuk sahabat


kita bisa jika bersama*


suasana semakin riuh saat sesekali mereka ikut bernyanyi bersama mengikuti lirik lagu yang di perdengarkan. sampai pada akhirnya mereka diantar satu per satu ke rumah masing-masing, sekarang tinggalah rania dan dafa yang masih harus melanjutkan perjalanan pulang dengan arah tujuan yang sama.


"fa, maksih ya untuk hari ini, aku seneng banget" rania merasa bahagia untuk sejenak.


"syukurlah kalau kamu seneng, sebisa ku akan membuat kamu bahagia" ucap dafa tulus.


"o ya fa, katanya kamu akan kasih aku sesuatu kalau aku membawakan oleh-oleh untukmu" rania mengingatkan sahabatnya.


"apa karna itu kamu memberiku barang ini?" selidik dafa.


"ya enggak lah, itu memang niat aku sejak awal sebelum kamu menjanjikan sesuatu" jelas rania.


"hey.. sejak kapan aku menjanjikan sesuatu padamu nona?"


"dafa! nyebelin deh kayak kak..." rania membisu teringat kembali akan abangnya.


"nia turunlah kita sudah di depan rumahmu" tegur dafa mengguncang bahu sahabatnya yang terpaku.


"ah.. maaf" lalu bergegas keluar. "nia, kejutannya akan kamu dapatkan besok di sekolah" ujar dafa pasti.


"baiklah akan aku tunggu" jawab rania asal sambil melihat mobil sahabatnya menjauhi rumahnya lalu rania teringat sesuatu. "hey... dafa! kita kan beda... sekolah". seru rania lalu melirih.


***

__ADS_1


#pagi hari


cuaca cerah menyambut hari ini, rania yang sudah terjaga dari tidurnya sejak tadi sudah terlihat rapi dengan seragam putih abu-abunya, yang sudah di siapkannya sendiri, sejak rania mengetahui ayahnya sakit parah rania mencoba mengurusi keperluannya sendiri agar bisa mandiri dan bertanggung jawab.


rania tidak ingin membebani ibu dan abangnya dengan sifat manjanya jika ayahnya suatu saat nanti telah tiada.


rania ingin menjadi gadis yang kuat dalam kondisi apapun.


"selamat pagi bik ijah, susi mana kenapa belum kelihatan?" sapa rania yang baru saja turun.


"pagi nona, susi masih di kamarnya siap-siap" jawab bik ijah.


"selamat pagi nak?" sapa rudi


"pagi ayah, mari kita sarapan bersama, bunda mana?" rania celingukan karna sosok yang ditanyakan tidak terlihat.


"bunda masih di kamarnya sebentar lagi kesini ikut sarapan bareng kita" jawab ayah.


"anak bunda sudah rapi jam segini gak kepagian? biasanya juga kan baru bangun?" ucap sintia yang baru bergabung.


"bunda, mulai hari ini adek akan ubah semua kebiasaan buruk adek lagi pula ini hari pertama kembali ke sekolah dan adek tidak ingin terlambat untuk memilih meja" jelas rania. ketika sarapan berlangsung notifikasi WA ponsel rania berbunyi.


#chatWA


mela : selamat pagi sahabatku


ayu : pagi...


dafa : pagi juga


rania : morning all.


mela : iya nih aku rindu banget.


rania : sayang ya kita gak satu sekolah, andai saja..


ayu : tunggu saja di sekolahmu.


mela : memang apa yang akan terjadi di sekolahku.


rania : iya, kemarin dafa juga bilang akan ada suprise.


mela : apaan sih?


ayu & dafa : ada dech...


rania : kalian nyebelin!


rania kembali melanjutkan sarapannya, setelah membalas WA para sahabatnya.


kenapa pagi ini gak ada WA dari kak kenan, apa kak kenan bener-bener gak peduli lagi sama aku? gumam hati rania, cairan bening lolos dar mata indahnya tanpa permisi.


"adek kenapa?" sapa sintia cemas


"ah tidak apa-apa bunda" rania mengusap airmatanya. "adek berangkat bunda". rania tidak menghabiskan sarapannya lalu menyalami tangan ayah dan ibunya.


"ayah, mengapa bunda merasa kalau adek dan abang semakin menjauh". ucap sintia sendih. rudi membenarkan ucapan istrinya, waktu yang diberikan untuk putrinya berfikir sudah cukup, saatnya baginya untuk menasehati putrinya. "sabar bunda, nanti juga ayah akan bicara pada adek". tutur rudi menenangkan.

__ADS_1


****


#jakarta


kenan yang terpaku dalam sendiri di meja makan membiarkan sarapannya tak tersentuh sambil memegangi ponselnya seperti ingin menghubungi seseorang namun di urungkannya. lamunannya buyar ketika sahabatnya datang.


"hai.. bro, pagi-pagi sudah ngelamun, pamali kata orang tua dulu bilang" suara kevin mengaketkan.


"lo...! bukannya lo harusnya sudah di malaysia?" tanya kenan di tengah keterkejutannya.


"iya.. seharusnya, tapi ada yang harus gue selesaikan dulu disini mengenai berkas-berkas kepindahanku ke indonesia". jelas kevin


"jadi, lo beneran mau kembali ke indonesia?"


"iya, gue jatuh cinta sama tanah kelahiran gue".


"lalu maksud lo sepagi ini ke rumah gue mau apa pasti ada maunya iya kan?" selidik kenan.


"lo tahu aja, gue mau minta nomor ponsel adik lo". jawab kevin to the point.


"jangan macem-macen lo vin, sama adik gue". kenan gusar.


"gue cuma mau berhubungan baik aja dengan adik lo. gak da maksud apa-apa, gue hanya merasa nyaman aja kalau ngobrol dengan adik lo" jelas kevin


"setahu gue, kepribadian adik gue bukan termasuk cewek tipe lo" kenan curiga.


"ken..ken.. lo ciruga amat sih sama gue, gak mungkinlah gue berniat jahat sama adik sahabat gue dan yang harus lo ketahui adik lo cantik, termasuk tipe gue".


kenan yang tidak mau berdebat lagi dengan sahabatnya itu, akhirnya memberikan nomor ponsel adiknya.


"lo gak ngantor?" tanya kevin setelah mendapat nomor ponsel rania.


"ken, gue perhatiin semenjak bonyok dan adik lo pulang ke kalimantan, lo gak bersemanget kalaun lo kangen telphone aja gak usah gengsi kangen ma keluarga mah biasa" sambung kevin.


"itu masalahnya vin, gue gak bisa, gue..."


"kenapa?" potong kevin


"gue berantem ma adek gue dua jam sebelum dia pulang sampai sekarang". jelas kenan kembali sedih.


"gila lo ken, sama adek sendiri berantem, masalah apa sih?"


kenan menjelaskan pada kenan permasalahan yang sebenarnya, bahkan tentang penyakit ayahnya.


"apa! jadi om rudi sakit parah?"


"iya vin". "tapi adek lo sikapnya kekanak-kanakan banget, padahal hanya masalah sepele" kevin ilfil.


"bukan masalahnya yang jadi soal tapi penyebab masalah". kevin mengernyitkan dahi tak mengerti


"gue udah janji sama dia, tapi gak gue tepatin memang hal sepele tapi buat adik gue kalau sudah janji harus ditepatin apapun resikonya, dia orangnya sangat teguh pegang prinsip, kalau tidak bilang tidak, kalau ya bilang ya, sekalipun menyakitkan baginya tapi dia sangat menghargai kejujuran, namun sulit untuk membuatnya percaya lagi sekalipun orang tersebut sangat berarti baginya" jelas kenan.


unik juga nih cewek. gumam kevin dalam hati.


****


**BERSAMBUNG***

__ADS_1


semangat ya readers bacanya....


__ADS_2