Adik Seorang CEO

Adik Seorang CEO
34. PULANG...


__ADS_3

"apa ada masalah sayang?" tanya jena hati-hati. kenan hanya mengangguk.


"baiklah, saat jam makan siang kita bertemu di cafe biasa". imbuh jena yang tak ingin lagi menambah keadaan semakin buruk.


***


"mela sebenarnya ada apa? kenapa kak kena jadi seserem itu?"


"ada yang ingin mencelakai nia" jawab mela singkat


"iya aku tahu" saut ayu yang langsung duduk di sofa diikuti kedua sahabatnya.


"maksudku mencelakai nia, di rumah sakit dan di ruangan ini"


"hah? serius kapan kejadiannya?" tanya ayu membuat mereka bertiga terkejut.


"nia kamu gak apa-apa?" tanya nathan menghampiri rania.


"seharusnya aku menjagamu bukannya keluar meninggalkanmu" ujar dafa menyesali telah meninggalkan gadis yang memiliki sepenuh hatinya.


"aku okay dafa, ini bukan salahmu kita semua gak tahu kalau kejadian ini akan terjadi jangan menyalahkan dirimu fa". jelas rania


"perempuan yang sama, yang bertemu dengan nia di kantor kak kenan". saut mela.


"perempuan itu lagi, sepertinya masalah ini semakin serius, apa kamu yakin tidak mengenalinya atau perempuan itu pernah ada di masa lalu?" selidik dafa.


"tidak, aku yakin bahkan usianya hampir sebaya dengan kak kenan?" jawab rania pasti.


"apa mungkin dia berniat jahat misalnya ingin menghancurkan perusahaan kak kenan melalui dirimu?" argumen ayu.


"kenapa harus nia? apa hubungannya?" timpal nathan.


"kalian tahu sendiri gimana frustasinya kak kenan kemarin waktu nia belum sadarkan diri, dengan kak kenan merasa kacau tentu perusahaan kan jadi sedikit lengah" jelas ayu.


"atau mungkin dia cemburu, karena nia nempel terus sama kak kenan" celetuk mela.


"mana mungkin kan nia adiknya kak kenan dan orang-orang tahu itu" saut dafa.


"bisa jadi perempuan itu belum tahu kalau nia adiknya kak kenan". nathan menimpali


"masuk akal juga ucapan nathan". rania ikut nimbrung.


"semua argumen bisa kita tampung segala kemungkinan bisa terjadi yang penting aku sudah melihat dan mendengar semua percakapannya, jika buktiku belum cukup kuat tapi aku yakin kak kenan akan membuatnya menyesal telah berurusan dengan keluarga ATMAJA" imbuh rania yang membuat semua sahabatnya bergidik ngeri.


"kenapa lo gak hajar aja tuh perempuan, lo kan jago bela diri" celetuk nathan.


"lo gak lihat kaki gue gak bisa digerakin" ketus rania.

__ADS_1


"oh iya ya gue lupa kalau kaki lo masih sakit" ujar nathan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"kenapa kamu mel?" tanya dafa yang melihat mela melongo dengan mulut terbuka.


"lo, beneran jago bela diri?" tanya mela kepo dan ayu membulatkan mata sempurna, baru on dengan reaksi mela yang melongo. lalu rania mengangguk.


"bener mel, temen latihannya aku sama nathan". jelas dafa.


"waow keren, lo bukan hanya cantik tapi jago bela diri juga, pantesan aja kak kenan tadi merasa lo seperti bukan nia adiknya sifat manja lo terkikis, gue baru sadar" ungkap mela.


keempat sahabat itupun tertawa renyah melihat tingkah konyol mela.


***


siang ini kenan bertemu dengan kekasihnya, penampilan kenan saat ini jauh dari kata rapi tidak seperti biasanya yang selalu terlihat sempurna. kejadian buruk yang menimpa adiknya membuat separuh hidupnya tak lagi bersemangat.


ternyata kejadian yang menimpa adikmu membawa dampak yang sangat buruk padamu sayang, ya tuhan maafkan aku... sesal hati jena.


"sayang kamu terlihat begitu buruk" ungkap jena setelah melihat penampilan kenan.


kenan yang frustasi berkali-kali menyapu wajahnya yang tetap terlihat tampan meskipun dalam kondisi kurang baik.


"aku telah gagal melindunginya" setitik air bening meluncur melewati permukaan halus wajahnya.


jena yang melihat kekasihnya menangis turut merasakan kepedihannya.


maafkan aku sayang, akulah penyebab dari penderitaanmu sungguh aku menyesal. tangis hati jena.


semua kejadian ini berawal dari salah paham dan sifat jena yang pencemburu yang menyeretnya terlihat seperti orang yang arogan karena cemburu buta.


"aku tidak bisa memaafkan perempuan itu, aku akan menemukannya cepat atau lambat, aku tidak akan membiarkannya hidup tenang bahkan dia sendiri yang akan memilih untuk tidak bernafas" geram kenan dengan amarah yang coba dia tahan.


uhuk... jena tersedak mendengar ungkapan amarah kekasihnya, kenan terlihat sangat menakutkan ketika emosinya tersulut api kemarahan.


"minumlah... kamu tidak perlu terganggu dengan masalah ini karena aku akan menyelesaikannya dengan caraku sendiri". ucap kenan sambil memberikan air minum untuk kekasihnya.


bagaimana mungkin aku akan tenang karena akulah perempuan itu, perempuan yang kamu cari. jena.


****


empat hari sudah rania berada di rumah sakit, keadaan kakinya sudah mulai membaik meskipun masih harus dibantu dengan kursi roda. pagi ini rania sudah diperbolehkan dokter untuk pulang dan untuk selanjutnya rania masih harus melakukan rawat jalan.


rania sudah terlihat lebih segar dan terlihat makin cantik ketika semua sahabatnya datang untuk menjemputnya pulang.


"selamat pagi nona, apakah keadaan nona hari ini baik" oceh mela menirukan gaya suster yang biasa menangani sahabatnya itu. sontak saja kelakuannya mengundang tawa para sahabatnya.


"apakah sudah siap semua nia?" tanya nathan.

__ADS_1


"tinggal nunggu kak kenan aja, katanya dia mau memberiku surprise" saut rania antusias.


"baiklah kita tunggu disini" timpal ayu.


"aku sama nathan nunggu di luar aja, kalian jangan kemana-mana jagain nia dengan baik" perintah dafa.


"ceh, udah seperti kak kenan aja lo, posesif" celetuk mela


"jelaslah dafa kan cin..."


"ayu!" saut dafa dan nathan bersamaan. ayu lalu menutup mulutnya, merutuki kecerobohannya.


"jelas apa yu?" tanya nia berharap jika sahabatnya itu memiliki perasaan yang sama dengannya meskipun itu tidak mungkin namun rania tetap berharap.


"ya jelas gak mau kita kena masalah lagi, melihat sorot tajam mata kak kenan aja gue udah ketakutan sampai urat nadi" ungkap ayu ngeles.


"bener banget lo yu, nyebelin banget gue ada disana waktu itu". saut mela dan rania hanya manggut-manggut kecewa harapannya tak bertepi.


mungkinkah aku hanya menjadi sahabatmu dafa? maafkan aku jika berharap lebih pada hubungan persahabatan ini, aku akan mencoba mengubur semua rasaku padamu fa, cukup bagiku kau menjadi sahabat baikku. rania.


kenan mengajak jena ke rumah sakit untuk menjemput adiknya, meskipun jena awalnya sempat menolak namun kenan memaksanya sampai akhirnya jena menuruti keinginan kekasihnya, dan jena sudah mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.


"selamat pagi adek abang yang cantik" sapa kenan dengan senyum sumringah.


"pagi kakak ku sayang" saut rania manja.


"kak kenan ceria banget hari ini? ada apa?" celetuk ayu yang duduk disofa sambil membaca majalah dan dipelototi semua sahabatnya.


"kelihatan ya, kak kenan memang lagi happy karena mau mengenalkan seseorang yang sangat spesial di hati kakak" ungkap kenan yang menghangat.


"benarkah? mana orangnya kak?" tanya mela sambil membantu rania duduk di kursi roda.


"jadi penasaran, gadis mana yang sudah membuat hati kak kenan meleleh" ucap dafa, karena dia sangat tahu sekali kalau abang sahabatnya ini tidak mudah untuk jatuh cinta.


"pasti gadis ini sangat sangat istimewa sampai bisa membuat kakak ku begitu tersipu malu" goda rania pada kenan.


kenan mersa bahagia, bisa melewati hari ini dengan baik meskipun yang menjadi akar masalahnya belum terungkap.


"sayang... masuklah" perintah kenan pada seseorang dibalik pintu.


pintu terbuka dan melihatkan sosok yang sedari tadi berdiri di depan pintu.


dafa, nathan, dan ayu takjub melihat sosok perempuan cantik yang begitu anggun membuat decak kagum semua orang yang melihatnya karena terpesona.


namun tidak untuk mela terutama rania betapa terkejutnya mereka karena perempuan yang sudah membuat kacau rencana refreshing mereka adalah kekasih kenan.


"nia, bukankah di..." rania langsung menggenggam erat tangan mela sampai membuat sahabatnya meringis kesakitan.

__ADS_1


**BERSAMBUNG**


ayo donk sumbangin vote, like dan komentarnya biar author tambah semangat nulis..


__ADS_2